Sebelum trekking, pengunjung harus registrasi dan membayar sejumlah biaya terlebih dahulu. Setelah itu trekking dimulai dari loket registrasi dengan melewati anak tangga yang dikelilingi oleh taman dan bebatuan besar. Menariknya, di beberapa titik terdapat ornamen-ornamen pendukung yang menarik minat anak-anak seperti perapian purba buatan, fosil dinosaurus buatan, telur dinosaurus buatan, dan masih banyak lagi. Selain itu banyak pula gapura dan koridor yang unik dan instgramable, sehingga selama trekking kita bisa mengabadikan indahnya fasilitas penunjang bagi anak-anak di Gunung Api Purba Nglanggeran. Banyaknya papan petunjuk di sini juga memberikan semangat dan motivasi lewat kata-kata yang menarik dan unik.
Gunung Api Purba Nglanggeran terdiri dari lima pos pemberhentian. Setiap pos telah disediakan fasilitas gazebo dan tempat sampah. Selama perjalanan, traveler akan dibuat terkagum-kagum oleh bebatuan besar yang tersaji di sepanjang jalur trekking.
Setelah itu pengunjung harus melewati lorong batu yang sempit untuk sampai ke pos 1. Sesampainya di sini, tidak terlihat raut muka kelelahan ataupun menyerah dari wajah keponakan saya. Mereka malah keasyikan dan tidak sabar untuk melanjutkan perjalanan menuju pos 2 hingga puncak Gunung Api Purba Nglanggeran.
Dari pos 2 menuju pos 3 hingga menuju puncak, pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda. Tidak seperti ketika trekking dari loket registrasi menuju pos 1, mulai dari pos 2 menuju pos 3 dan seterusnya, pengunjung akan melewati hutan rimbun. Pengunjung diajak masuk ke dalam hutan Gunung Api Purba Nglanggeran yang masih banyak berisikan bebatuan besar tapi tidak lagi mendominasi seperti sebelumnya. Walaupun tidak banyak fasilitas pendukung seperti di bawah, tapi perjalanan dari pos 2 menuju puncak tetap terasa menarik karena trek yang lebih alami dan menantang.
Setelah melewati beberapa pos, sampailah kami di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki dua puncak yang letaknya bersebelahan. Puncak di sebelah timur berupa bongkahan bebatuan besar dengan pemandangan panorama Gunung Kidul dan embung Ngelanggeran. Sementara puncak di sisi barat menampilkan panorama kota Yogyakarta. Dari kedua puncak tersebut pengunjung bisa melihat kemegahan puncak Gunung Api Purba Nglanggeran lainnya yang tepat berada di depan mata.
Buat keponakan saya ataupun pendaki pemula pada umumnya, area Gunung Api Purba Nglanggeran terbilang sangat bersahabat. Dengan trek landai yang didominasi bebatuan besar dan pepohonan rimbun, Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi destinasi wisata trekking yang cocok untuk semua rentang usia, termasuk anak-anak, remaja, hingga lansia.
Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki tinggi sekitar 700m dengan waktu tempuh trekking sekitar 60 hingga 90 menit menuju puncaknya, tergantung ritme trekking pengunjung. Di sekitar destinasi wisata Gunung Api Purba Nglanggeran juga terdapat beberapa destinasi wisata lain seperti embung ngelanggeran yang tidak kalah menarik, lalu ada kedung kayang, dan air terjun talang purba yang membelah persawahan dusun Bendo, Kampung Coklat Ngelanggeran, Jugug Gede, dan masih banyak lainnya.
Senang rasanya bisa mengajak keponakan trekking di Gunung Api Purba Nglanggeran karena selama perjalanan mereka sangat menikmati dan antusias bertanya "apa ini, apa itu?" tentang apa yang mereka temui, seperti ketika melihat bunga warna-warni, melihat serangga hingga kawanan monyet.
Nah, kapan kamu mau ajak keponakan atau buah hati ke Gunung Api Purba Nglanggeran? Yuk, agendakan dari sekarang. Pastinya dibantu dengan tiket.com ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar