Kafe Tanjung Dugong memiliki konsep tebing kafe di Kupang dan nuansa ala di Bali. Di sini juga punya spot instagramable.
Berlokasi di Pantai Mali di Kelurahan Kabola Kabupaten Alor, lokasi ini dikenal sebagai tempatnya Ikan Dugong. Sebagai wilayah dengan wisata bahari yang indah tentu saja di dalamnya termasuk kekayaan flora dan fauna lautnya.
Salah satu kekayaan fauna laut yang unik yang dimiliki Kabupaten Alor adalah ikan dugong. Yang membuatnya unik adalah ikan dugong tersebut dapat dikatakan bersahabat dengan masyarakat setempat.
Akhir-akhir ini berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat setempat mulai semakin serius memperkenalkan keberadaan Mawar kepada wisatawan dalam maupun luar negeri. Nah karena terkenal dengan dugongnya, kafe yang baru dibuka pada Bulan Oktober ini bernama Tanjung Dugong.
Tepatnya, Kafe Tanjung Dugong terletak di Desa Pante Deera. Pengunjung dapat menempuh sekitar 5 menit dari Bandar Udara Mali Alor atau 20 menit dari pusat Kota Kalabahi.
Jika ingin berkunjung ke sana sebaiknya menggunakan sepeda motor karena jalan menuju ke desa sedikit mendaki dan sempit. Karena Tanjung Dugong adalah kafe baru, belum ada petunjuk jalan yang menunjukkan lokasi ke sana. Tapi, setelah memasuki Desa Pante Deera kita dapat melihat di sebelah kanan jalan untuk menemukan lokasi kafe.
Kafe ini memiliki konsep menghadap ke pantai dan dikelilingi pepohonan. Sangat menarik, mirip seperti Tebing Bar & Cafe yang berada di Kota Kupang.
Di kafe ini pengunjung dapat berfoto di kolam renang ala-ala sambil menunggu sunset seperti di Bali. Di kafe ini juga menyedikan berbagai spot foto yang instagramable lainnya. Sehingga tidak heran jika banyak anak muda untuk datang berkunjung untuk sekadar berfoto ria.
Untuk masuk ke tempat ini masing-masing pengunjung dipungut biaya sebesar Rp10.000. Setelah puas berfoto, kamu bisa mencicipi makanan lokal seperti ubi goreng dan es kelapa muda di cafe ini.
Kafe ini juga sedang dalam proses pembangunan. Ke depannya, pemilik cafe berharap akan dibangun resort atau penginapan dan juga fasilitas bagi pengunjung agar bisa naik perahu dari pantai di depan kafe ke tempat Mawar si Dugong Alor.
Semakin tidak sabar melihat perkembangan Kafe Tanjung Dugong ini. Yuk semakin mencintai dan menjaga alam indah yang kita punya.
Pesona Negeri Laskar Pelangi yang Tak Pernah Pudar
Film Laskar Pelangi meamng hebat, tak dari ceritanya saja, namun juga lokasi syutingnya. Yuk main ke sana.
Setelah Lihat Film ""Laskar Pelangi" Jadi Penasaran sama Tempat syutingnya, karena tempat-tempatnya yang keren,
Saya dan teman-teman putuskan untuk mengunjungi tempat ini, karena ongkos dan akomodasi tidak sedikit butuh waktu beberapa bulan untuk terlaksananya dengan nabung dikit-demi sedikit.
Planing ke Belitung ini kami rnerencanakannya 3-4 bulan sebelum terbang kesana diawali membeli tiket Penerbangan promo pada akhir bulan Desember 2016 dan baru bisa berangkat pada Bulan Mei 2017 1 minggu sebelum Puasa.
Perjalanan dari Jakarta ke Tanjung pandan ditempuh selama kurang lebih 50 menit. Pukul 07.00 pagi saya sudah mendarat di Bandar Udara Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Selepas bandara kami menuju Tanjung Pandan pusat kotanya karena di sana hotel kami menginap, Mobil dan hotel pun sudah disiapkan sebelum kami berangkat sehingga tidak buang-buang waktu untuk mencari lagi.
Oh iya, untuk ke Tanjung Pandan selain sewa mobil ada juga travel dan taksi saya lihat tertera harga ke Tanjung Pandan Rp 40 ribu, hanya sekitar 25 menit perjalanan.
Destinasi kami yang Pertama ke Pantai Burung Mandi. Butuh waktu hampir 2 jam dari Tanjung Pandan ke Pantai Burung Mandi. Dua jam tidak berasa lama di sana karena jalanan yang sepi, aspal halus dan pemandangan yg alami membuat terbuai sehingga perjalanan tidak berasa lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar