Pada umumnya, obat kumur seringkali menjadi opsi pertama dalam upaya membersihkan area dalam mulut. Obat kumur pun dipercaya dapat membunuh berbagai jenis kuman yang terdapat di dalam mulut.
Akan tetapi, seringkali kita tidak sengaja menelan obat kumur. Hal ini membuat rasa tidak nyaman di tenggorokan dan menimbulkan kecemasan tersendiri mengenai dampak dari sering menelan obat kumur.
Menurut Dr dr Rustamadji, MKes, menelan obat kumur tidak memiliki efek berbahaya jika hanya 1-2 ml saja. Hal ini dikarenakan dosis yang sedikit tidak akan mempengaruhi kondisi tubuh.
"Jika hanya tertelan 1-2 ml, tidak mempengaruhi. Iodin yang dikeluarkan oleh tubuh dan tidak menyebabkan gangguan", ujar dr Rustamadji via Zoom, Rabu (9/8/2020).
Akan tetapi, ia tetap mengingatkan untuk berhati-hati. Bagaimanapun kalau terus-terusan tertelan dapat berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh. Hal ini bisa memberikan efek pada kenaikan gangguan natrium, dan gagal ginjal.
Riset Ini Ingatkan Adanya Kerusakan Otak Akibat COVID-19
Para ilmuwan memperingatkan kemungkinan adanya gelombang kerusakan otak yang disebabkan oleh virus Corona COVID-19. Hal ini diungkapkan lewat hasil riset dari University College London (UCL).
Penyakit akibat virus SARS-CoV-2 ini disebut bisa menyebabkan komplikasi neurologis yang parah, termasuk peradangan, psikosis (gangguan realita), serta delirium (gangguan mental yang menyebabkan kebingungan). UCL menunjukkan 43 kasus pasien COVID mengalami disfungsi otak sementara, stroke, sampai kerusakan saraf dan dampak serius pada otak lainnya.
Hal ini memperkuat pernyataan sejumlah ahli saraf dan dokter spesialis sebelumnya, bahwa ada bukti dampak COVID-19 pada otak. Tetapi, dampak terbesar karena pademi Corona ini masih terkait pada gangguan pernapasan.
"Kekhawatiran saya. saat ini kita punya jutaan orang yang terinfeksi COVID-19. Jika dalam satu tahun ada 10 juta orang yang sembuh, orang-orang itu akan memiliki defisit kognitif," jelas ahli saraf di Western University di Kanada, Adrian Owen, yang dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2020).
"Itu akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari," lanjutnya.
Meski begitu, salah satu pemimpin penelitian ini, Michael Zandi, dari UCL's Institute Neurologi mengatakan masih perlu pembuktian lebih lanjut terkait hal ini.
"Apakah kita akan benar-benar melihat adanya kerusakan dalam skala besar pada otak? Ini masih harus diteliti lagi," katanya.
CEO Panasonic Puji Elon Musk: Dia Genius
Memang tak banyak yang dapat menandingi prestasi Elon Musk, CEO perusahaan pesawat antariksa SpaceX dan kendaraan listrik Tesla. CEO Panasonic pun tak ragu memuji pria kelahiran Afrika Selatan itu.
Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kazuhiro Tsuga menilai Musk sebagai seorang genius yang menantang akal sehat dan terkadang bisa terlalu optimistis dalam mencapai ambisinya.
"Saya percaya bahwa hanya para genius bisa mempunyai visi-visi besar dan seorang genius yang saya tahu adalah Elon Musk," katanya dalam sebuah event di Tokyo untuk entrepreneur muda.
Dengan optimisme berlebih, seorang genius seperti Elon Musk akan terus berusaha mengejar visinya dan tak mempedulikan hal lain. "Dibandingkan visinya, kebanyakan hal jadi tidak berarti," sebut Tsuga.
"Saya tidak bisa meniru dia," lanjutnya, menambahkan bahwa kebanyakan orang pun juga tak bisa menyamai pencapaian seorang Elon Musk.
Mungkin ada udang di balik batu terkait pujian tersebut. Kebetulan saat ini, Panasonic sedang berdiskusi untuk mengembangkan kemitraan mereka dalam memproduksi baterai untuk mobil Tesla.
Di bawah kepemimpinan Elon Musk, Tesla sedang sangat moncer penjualannya dan harga sahamnya melambung sangat tinggi, mengalahkan Toyota. Padahal Toyota menjual jauh lebih banyak mobil dibandingkan Tesla.
https://nonton08.com/cast/holly-jian/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar