Kamis, 09 Juli 2020

Riset Ini Ingatkan Adanya Kerusakan Otak Akibat COVID-19

Para ilmuwan memperingatkan kemungkinan adanya gelombang kerusakan otak yang disebabkan oleh virus Corona COVID-19. Hal ini diungkapkan lewat hasil riset dari University College London (UCL).
Penyakit akibat virus SARS-CoV-2 ini disebut bisa menyebabkan komplikasi neurologis yang parah, termasuk peradangan, psikosis (gangguan realita), serta delirium (gangguan mental yang menyebabkan kebingungan). UCL menunjukkan 43 kasus pasien COVID mengalami disfungsi otak sementara, stroke, sampai kerusakan saraf dan dampak serius pada otak lainnya.

Hal ini memperkuat pernyataan sejumlah ahli saraf dan dokter spesialis sebelumnya, bahwa ada bukti dampak COVID-19 pada otak. Tetapi, dampak terbesar karena pademi Corona ini masih terkait pada gangguan pernapasan.

"Kekhawatiran saya. saat ini kita punya jutaan orang yang terinfeksi COVID-19. Jika dalam satu tahun ada 10 juta orang yang sembuh, orang-orang itu akan memiliki defisit kognitif," jelas ahli saraf di Western University di Kanada, Adrian Owen, yang dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2020).

"Itu akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari," lanjutnya.

Meski begitu, salah satu pemimpin penelitian ini, Michael Zandi, dari UCL's Institute Neurologi mengatakan masih perlu pembuktian lebih lanjut terkait hal ini.

"Apakah kita akan benar-benar melihat adanya kerusakan dalam skala besar pada otak? Ini masih harus diteliti lagi," katanya.

CEO Panasonic Puji Elon Musk: Dia Genius

Memang tak banyak yang dapat menandingi prestasi Elon Musk, CEO perusahaan pesawat antariksa SpaceX dan kendaraan listrik Tesla. CEO Panasonic pun tak ragu memuji pria kelahiran Afrika Selatan itu.
Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kazuhiro Tsuga menilai Musk sebagai seorang genius yang menantang akal sehat dan terkadang bisa terlalu optimistis dalam mencapai ambisinya.

"Saya percaya bahwa hanya para genius bisa mempunyai visi-visi besar dan seorang genius yang saya tahu adalah Elon Musk," katanya dalam sebuah event di Tokyo untuk entrepreneur muda.

Dengan optimisme berlebih, seorang genius seperti Elon Musk akan terus berusaha mengejar visinya dan tak mempedulikan hal lain. "Dibandingkan visinya, kebanyakan hal jadi tidak berarti," sebut Tsuga.

"Saya tidak bisa meniru dia," lanjutnya, menambahkan bahwa kebanyakan orang pun juga tak bisa menyamai pencapaian seorang Elon Musk.

Mungkin ada udang di balik batu terkait pujian tersebut. Kebetulan saat ini, Panasonic sedang berdiskusi untuk mengembangkan kemitraan mereka dalam memproduksi baterai untuk mobil Tesla.

Di bawah kepemimpinan Elon Musk, Tesla sedang sangat moncer penjualannya dan harga sahamnya melambung sangat tinggi, mengalahkan Toyota. Padahal Toyota menjual jauh lebih banyak mobil dibandingkan Tesla.

Wujud Samsung Galaxy Note 20 Ultra Bocor Lewat Video Hands On

 Samsung sudah menyebar undangan untuk peluncuran Galaxy Note 20 pada 5 Agustus mendatang. Sebulan sebelum peluncuran, wujud Galaxy Note 20 Ultra sudah terungkap sepenuhnya lewat video hands on.
Dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (9/7/2020) video ini datang dari channel YouTube Jimmy Is Promo, yang sebelumnya mengunggah foto Galaxy Note 20 Ultra dari berbagai sisi. Dalam video tersebut terlihat Galaxy Note 20 Ultra berwarna hitam yang glossy.

Durasi video ini cukup pendek, kurang dari 90 detik, jadi tidak banyak detail atau informasi baru kecuali wujud ponsel secara utuh. Selain itu tidak ada juga konfirmasi apakah ponsel flagship ini akan memiliki display 120 Hz.

Tapi video ini mengungkap perubahan minor dari segi desain Galaxy Note 20 Ultra dibanding pendahulunya. Samsung sepertinya memindahkan lokasi S Pen dan speaker yang tadinya di sisi kanan ponsel ke sisi kiri.

Tombol volume dan power-nya juga berpindah, dari sisi kiri di Galaxy Note 10 beralih ke sisi kanan di Galaxy Note 20. Modul kameranya juga terlihat lebih besar yang tidak begitu mengejutkan mengingat ponsel zaman sekarang mulai mengadopsi sensor yang lebih besar.

Stylus S Pen yang ada di Galaxy Note 20 juga sepertinya memiliki fungsi baru untuk pointernya. Jika pengguna menekan tombol yang ada di S Pen dan mengarahkannya ke arah ponsel, akan ada indikator yang muncul di layar.

Pengguna bisa memilih warna yang bisa membuat fitur ini terlihat seperti pointer laser. Pengguna juga bisa memilih ikon yang ada di layar dan memilih area untuk di-highlight menggunakan S Pen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar