Rabu, 08 Juli 2020

Ada Indikasi Messenger Mulai Diintegrasikan ke WhatsApp

Seperti diketahui Facebook sudah lama merencanakan untuk aplikasinya saling terintegrasi. Dan yang terbaru kini beredar bukti bahwa Messenger akan bisa kirim lintas pesan ke WhatsApp.
Melansir dari WABetaInfo, reverse engineer @Alex193a membagikan tangkapan gambar versi terbaru Facebook Messenger di mana ditunjukkan adanya referensi 'whats_app'

Hal ini tentu bisa jadi salah satu pra-kursor ke proses panjang yang akan mengintegrasikan pengguna Facebook Messenger dan WhatsApp.

Dilansir detikINET dari GSM Arena, perbedaan utama antara kedua platform perpesanan ini adalah bahwa WhatsApp menyimpan informasi obrolan di perangkat selain enkripsi end-to-end. Inilah sebabnya mengapa WhatsApp hanya diperbolehkan untuk digunakan pada satu perangkat.

Referensi menunjuk ke pembuatan tabel dalam database lokal di Facebook messenger yang diperlukan untuk mengelola pesan dan layanan.

Ada juga yang menyebutkan elemen lain yang memungkinkan Facebook Messenger untuk mengetahui pengguna WhatsApp mana yang diblokir, mendorong pemberitahuan dari WhatsApp, dan detail penerima obrolan.

Konten pesan tidak akan dibagikan dengan server Facebook. Dengan demikian, aplikasi Messenger perlu memasukkan protokol baru untuk melakukan obrolan silang antara Facebook Messenger dan WhatsApp.

Tidak diketahui apakah Facebook akan mengunggah basis data lokal ini untuk menyinkronkannya di berbagai perangkat - salah satu ciri dari Facebook Messenger adalah pengguna dapat mengirim dan menerima obrolan dari beberapa perangkat secara bersamaan.

Perlu dicatat hal ini masih kemungkinan karena bisa saja Facebook dapat mengubah rencananya.

Fujitsu Terapkan New Normal dengan WFH Secara Permanen

Perusahaan teknologi Fujitsu akan membagi dua ruang kantor pusatnya di Jepang beradaptasi dengan new normal alias kebiasaan normal baru di tengah pandemi virus Corona.
Disebutkan Fujitsu, program 'Work Life Shift' yang dirancangnya menawarkan fleksibilitas bekerja yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi 80.000 pekerjanya di kantor ini.

Seperti dikutip dari BBC, staf nantinya bisa bekerja dengan jam kerja yang fleksibel, dan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah menjadi standar jika memungkinkan.

"Kami akan memperkenalkan cara baru bekerja yang menjanjikan pengalaman bekerja yang lebih memberdayakan, produktif, dan kreatif bagi karyawan, sehingga memotivasi serta mendorong inovasi dan memberikan nilai baru bagi pelanggan dan masyarakat," demikian pernyataan Fujitsu.

Di bawah rencana ini, karyawan akan mulai bekerja jarak jauh untuk menerapkan gaya bekerja yang memungkinkan mereka secara fleksibel menggunakan waktu sesuai dengan isi pekerjaan, peran bisnis, dan gaya hidup mereka.

Program tersebut juga akan memungkinkan staf memilih tempat mereka bekerja, apakah dari rumah, kantor pusat, atau kantor cabang.

Fujitsu yakin bahwa peningkatan otonomi yang ditawarkan kepada para pekerjanya akan membantu meningkatkan kinerja tim dan meningkatkan produktivitas.

Sree Sreenivasan, profesor tamu inovasi digital dari Stony Brook University School of Journalism mengatakan langkah yang dilakukan Fujitsu dan banyak perusahaan lain untuk jam kerja fleksibel menggarisbawahi dampak jangka panjang pandemi pada cara kita bekerja.

"Ini adalah pertanda lain bahwa semua yang kita ketahui tentang dunia perkantoran dan masa depan pekerjaan sedang diuji. Ribuan pengusaha dan jutaan karyawan sedang mempelajari pro dan kontra dari new normal," sebutnya.

"Jika mereka dapat menggabungkan yang terbaik dari hal-hal pro (berkurangnya komuter, meningkatkan produktivitas, lebih sedikit biaya, dll), sambil meminimalkan kontra (kurangnya bonding secara langsung, kerja over time, dll), jutaan orang akan berterima kasih, sementara ribuan lainnya mungkin frustrasi karena lebih suka cara hidup lama," tambahnya.
https://indomovie28.net/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-23/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar