Kamis, 09 Juli 2020

Wujud Samsung Galaxy Note 20 Ultra Bocor Lewat Video Hands On

 Samsung sudah menyebar undangan untuk peluncuran Galaxy Note 20 pada 5 Agustus mendatang. Sebulan sebelum peluncuran, wujud Galaxy Note 20 Ultra sudah terungkap sepenuhnya lewat video hands on.
Dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (9/7/2020) video ini datang dari channel YouTube Jimmy Is Promo, yang sebelumnya mengunggah foto Galaxy Note 20 Ultra dari berbagai sisi. Dalam video tersebut terlihat Galaxy Note 20 Ultra berwarna hitam yang glossy.

Durasi video ini cukup pendek, kurang dari 90 detik, jadi tidak banyak detail atau informasi baru kecuali wujud ponsel secara utuh. Selain itu tidak ada juga konfirmasi apakah ponsel flagship ini akan memiliki display 120 Hz.

Tapi video ini mengungkap perubahan minor dari segi desain Galaxy Note 20 Ultra dibanding pendahulunya. Samsung sepertinya memindahkan lokasi S Pen dan speaker yang tadinya di sisi kanan ponsel ke sisi kiri.

Tombol volume dan power-nya juga berpindah, dari sisi kiri di Galaxy Note 10 beralih ke sisi kanan di Galaxy Note 20. Modul kameranya juga terlihat lebih besar yang tidak begitu mengejutkan mengingat ponsel zaman sekarang mulai mengadopsi sensor yang lebih besar.

Stylus S Pen yang ada di Galaxy Note 20 juga sepertinya memiliki fungsi baru untuk pointernya. Jika pengguna menekan tombol yang ada di S Pen dan mengarahkannya ke arah ponsel, akan ada indikator yang muncul di layar.

Pengguna bisa memilih warna yang bisa membuat fitur ini terlihat seperti pointer laser. Pengguna juga bisa memilih ikon yang ada di layar dan memilih area untuk di-highlight menggunakan S Pen.

Samsung sendiri akan memamerkan Galaxy Note 20 pada 5 Agustus 2020 mendatang lewat event Galaxy Unpacked yang sepertinya digelar online. Pasalnya tidak tercantum lokasi peluncuran, hanya tertulis disiarkan langsung di situs Samsung.

Edan, Bos Teknologi Ini Rasis Banget Pada Orang Asia

 Tingkah seorang bos perusahaan teknologi jadi viral di media sosial karena ucapannya yang begitu rasis pada sebuah keluarga Asia. Padahal, ia tidak diprovokasi apa-apa.
Awalnya, pria bernama Jordan Chan merayakan ulang tahun tantenya bersama keluarga di restoran bernama Lucia di California, AS. Mendadak, seorang tamu di meja dekat mereka mengucapkan perkataan rasis dan sumpah serapah.

Keluarga itu merekam perkataan kotor sang pria. "Trump's going to f**k you. You f**kers need to leave ... You f***ing Asian piece of sh*t," begitu kata dia. Ini sungguh sebuah perkataan kasar yang mengagetkan.

Pelayan restoran langsung mendekati dan menegurnya. Pria itu kemudian memakai jasnya dan bertanya "Siapa keparat itu?" tanyanya.

"Mereka tamu yang terhormat," jawab si pelayan. "Begitukah? Mereka tamu terhormat di Amerika?" kata pria itu. Sang pelayan habis kesabaran dan berteriak mengusirnya sembari mengatakan sang pria tidak akan diizinkan masuk ke sana lagi.

Dikutip detikINET dari News.com.au, pria itu kemudian teridentifikasi sebagai Michael Lofthouse, CEO perusahaan teknologi cloud bernama Solid8 yang berbasis di Silicon Valley. Dia diketahui berkebangsaan Inggris.

Sungguh tidak disangka sebuah CEO perusahaan teknologi bisa bersikap rasis semacam itu. Apalagi di era media sosial seperti sekarang, video ucapan rasisnya pun dengan cepat beredar. Tak ayal, ucapan rasisnya menjadi viral dan mendapatkan kecaman dari banyak netizen. Mereka bereaksi negatif terhadap ucapan Lofthouse, apalagi itu dikaitkan dengan situasi politik di Amerika dan Presiden AS Donald Trump.

Setelah videonya berkata rasis viral, Lofthouse dikecam banyak pihak termasuk kalangan selebriti dan dia meminta maaf. Akun media sosialnya terpantau sudah dihapus.
https://nonton08.com/star/nimrat-kaur/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar