Jumat, 10 Juli 2020

Teknologi VAR di Premier League, Canggih Tapi Bisa Salah

Premier League akui ada kekeliruan dari keputusan VAR untuk penalti Manchester United ke gawang Aston. Premier League bahkan mengakui kekeliruan terjadi di seluruh tiga laga Liga Inggris, Jumat (10/7) dini hari WIB.
Sebenarnya apa itu VAR dan mengapa bisa terjadi kekeliruan? VAR atau Video Assistant Referee sejak awal munculnya sudah membawa kontroversi. Teknologi hasil dari inovasi yang dilakukan oleh International Football Association Board (IFAB) yang sudah melakukan uji coba selama 7 tahun lamanya ini dirasa mengurangi drama dari sepak bola.

VAR adalah alat pembantu kinerja wasit, VAR digunakan untuk memutuskan beberapa peristiwa di sebuah laga sepak bola. Dikutip dari CNN, teknologi ini menentukan dalam terjadi gol, keputusan penalti, pemberian kartu kepada pemain, dan hingga menjatuhkan sanksi ke pemain.

Teknologi VAR dipasangkan di beberapa area lapangan. Namun tetap dibutuhkan wasit-wasit yang ahli di bidang VAR ini. Tanggung jawab tersebut terbagi atas tim yang ada di lapangan dan tim yang ada di ruangan. Tim VAR akan berkomunikasi dengan wasit untuk memutuskan suatu keputusan yang paling akurat. Ada juga ruangan khusus untuk mengamati hasil VAR yakni VOR atau Video Operation Room.

Hmm, harusnya tidak ada kesalahan dong kalau sudah pakai teknologi tinggi? VAR pada dasarnya adalah rekaman ulang video. Cuma, karena sistem VAR ini terlalu fokus dalam banyak hal sehingga tidak bisa fokus pada satu insiden saja.

Wasit juga masih bisa memberikan keputusan yang kurang tepat. Namanya manusia, selalu ada khilaf yang terjadi. Pun dengan teknologi, tetap ada persentase error meski sedikit -- tetapi bisa mempengaruhi tim di lapangan.

Seperti kekeliruan pada keputusan menghadiahi Manchester United penalti setelah Bruno Fernandes jatuh di kotak terlarang. Penalti itu berujung pada gol pertama di laga Aston Villa vs MU.

Papa T Bob Meninggal, Masyarakat Berduka Cita di Twitter

 Papa T Bob, sang maestro pencipta lagu anak meninggal dunia. Masyarakat menyampaikan duka citanya di media sosial.
Erwanda Lukas atau yang dikenal dengan nama Papa T Bob meninggal dunia di umur 59 tahun pada Jumat, 10 Juli 2020 pukul 10.35 WIB. Jenazah Papa T Bob akan dikebumikan di daerah Bintaro, Tangerang Selatan.

Semasa hidup, Papa T Bob dikenal sebagai pencipta lagu anak. Ratusan lagu anak sukses ia ciptakan dan sebagiannya sukses menjadi hits, bahkan dikenal hingga kini.

Papa T Bob merupakan sosok di balik lagu Diobok-Obok dari Joshua, Bolo-Bolo dari Tina Toon, Jangan Marah dan Tanteku dari Trio Kwek Kwek dan lain-lain. Itu sebabnya, banyak masyarakat yang punya kenangan dengannya.

Dilihat detikINET, Papa T Bob pun menjadi trending topic Twitter, Jumat (10/7/2020). Ada 4.330 tweet dari netizen menyampaikan duka cita untuknya.

Para penyanyi cilik yang dulu dibina Papa T Bob seperti Joshua Suherman sampai para penggemar musik-musiknya semasa anak-anak sedih dan berterima kasih untuk jasa-jasanya. Bahkan sampai akun resmi Twitter Indonesia pun berbela sungkawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar