Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti bahwa virus Corona COVID-19 bisa menular lewat udara atau airborne. Selama ini virus dianggap bisa menginfeksi lewat paparan langsung droplet (percikan liur) dari orang sakit atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.
Dalam dokumen yang diunggah pada Kamis (9/72020), WHO memperbarui pedoman mode transmisi COVID-19. Disebutkan bahwa beberapa studi melihat bahwa ada kemungkinan droplet berukuran ekstra kecil (mikrodroplet) yang dihasilkan saat batuk atau bersin dapat membuat virus bertahan lama di udara.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menekankan penularan virus Corona secara airborne ini dapat terjadi terutama di ruangan tertutup. PDPI mengimbau agar masyarakat tidak panik dan mengikuti protokol kesehatan tambahan.
Berikut imbauan PDPI dalam rilis yang diterima detikcom Minggu (12/7/2020). Apa saja?
Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan tidak panik.
Hindari pergi ke tempat keramaian baik itu tempat tertutup maupun tempat terbuka.
Pakai masker di mana saja dan kapan saja bahkan dalam ruangan.
Ciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik seperti, membuka jendela sesering mungkin.
Selalu jaga kebersihan tangan serta hindari menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan.
Tetap terapkan jaga jarak pada aktivitas sehari-hari.
Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Ini Penyebabnya
Benjolan di leher dapat mengkhawatirkan, terutama jika tidak terlihat. Namun beberapa kondisi dapat menyebabkan benjolan bengkak di bagian belakang leher.
Bisa dikatakan 'jinak' jika benjolan tersebut disebabkan karena jerawat dan istirahat. Benjolan di leher juga bisa menyebabkan nyeri, namun bisa juga tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali ketika dipegang.
Dikutip dalam Medical News Today dan Healthline, berikut beberapa benjolan di leher:
1. Pembengkakan kelenjar getah bening
Penyebab benjolan di leher yang sakit bila ditekan bisa saja karena pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah sistem drainase tubuh. Mereka membantu sistem kekebalan tubuh menyingkirkan bakteri, virus dan sel-sel mati. Kelenjar getah bening kadang membengkak, terutama jika tubuh melawan infeksi.
Beberapa kelenjar getah bening ada di sepanjang bagian belakang leher di kedua sisi tulang belakang. Ada juga kelenjar getah bening di belakang telinga. Benjolan lunak berukuran sekitar kelereng dan bergerak sedikit ketika seseorang menyentuhnya mungkin merupakan kelenjar getah bening yang membengkak.
Benjolan di leher yang diakibatkan karena membengkaknya kelenjar getah bening bisa terjadi karena tanda infeksi telinga atau kista yang terinfeksi.
2. Jerawat
Penyebab benjolan di leher belakang adalah jerawat. Komedo dan jerawat yang meradang bisa menyebabkan benjolan dan pembengkakan di bagian belakang leher. Jerawat yang berkembang ketika ada keringat dan bakteri serta minyak yang menutupi pori-pori.
Jika benjolan di leher terjadi karena jerawat, sebaiknya gantilah shampo dan menjaga leher tetap bersih dan kering serta menjaga kebersihan rambut. Jerawat termasuk benjolan di leher yang tidak berbahaya.
https://kamumovie28.com/bleach-episode-12-subtitle-indonesia/feed/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar