Selasa, 07 Juli 2020

Galaxy A42 Bakal Jadi Ponsel 5G Samsung Termurah

 Bukan rahasia lagi jika Samsung berambisi menguasai ranah 5G. Secara bertahap, Samsung mulai memperkenalkan deretan ponsel 5G-nya dari yang mahal sampai yang murah.
Ponsel 5G pertama perusahaan asal Korea Selatan ini adalah Galaxy S10 5G. Setelahnya, Samsung rutin merilis versi 5G lainnya seperti Galaxy Note 10 dan lineup Galaxy 20.

Tak cuma seri high end, Samsung juga memperkenalkan varian mid-range Galaxy A51 dan Galaxy A71 yang mendukung jaringan mobile generasi kelima. Upaya ini dilakukan Samsung untuk membuat teknologi 5G semakin terjangkau.

Dikutip dari SamMobile, Samsung akan membuatnya lebih terjangkau lagi dengan seri Galaxy A terbaru. Raksasa elektronik tersebut berencana memboyong Galaxy A42 5G pada awal 2021.

Memang sejauh ini belum ada bocoran lebih banyak mengenai ponsel tersebut. Namun yang jelas, Galaxy A42 akan dipersiapkan sebagai ponsel 5G termurah dari Samsung.

Untuk tetap merangkul konsumen yang belum tersedia 5G di wilayahnya, kabarnya Samsung juga akan menghadirkan varian 4G dari Galaxy A42. Smartphone ini akan dibekali memori internal 128GB. Untuk detail lainnya, kita masih harus bersabar menunggu bocoran berikutnya.

Nyaris Seluruh Data Pengguna Bocor, Tokopedia Dinilai Cuek

Kebocoran data pengguna seperti yang dialami Tokopedia bukan pertama kalinya terjadi. Platform besar seperti tidak belajar dari insiden serupa yang terjadi sebelumnya. Terkesan meremehkan perlindungan data?
Untuk diketahui, 91 juta data pengguna Tokopedia bocor pada Mei 2020. Data tersebut kini disebar dan bisa didownload secara bebas. Pakar keamanan cyber Ruby Alamsyah menilai insiden ini adalah sebuah kebocoran data pengguna yang masif, mengenai nyaris seluruh pengguna platformnya.

"Pengguna mereka kan berdasarkan data akhir tahun lalu 90 juta. Penambahan pengguna dari akhir tahun lalu ke sekarang tidak akan besar. Sekarang yang bocor 91 juta lebih. Ya menurut saya itu seluruh data pengguna Tokopedia," komentarnya.

Berdasarkan data yang dirilis Tokopedia Agustus 2019, saat e-commerce ini baru merayakan ulang tahun ke-10, memang disebutkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan Tokopedia mencapai 90 juta.

Ruby menyebutkan, rendahnya perhatian akan perlindungan data pengguna salah satunya dikarenakan belum adanya UU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

"Kenapa mereka terkesan cuek, menurut saya, pertama, belum adanya UU PDP khususnya, sehingga mereka merasa kalau ada kejadian seperti ini, toh yang sebelum-sebelumnya juga gak di-sanksi, tuntutan pidana dan segala macam," sebutnya.

Alasan kedua, menurut Ruby, Tokopedia merasa superior dengan berdalih bahwa yang bocor 'hanya' data pribadi berupa nama lengkap, nama akun, email, tanggal lahir, dan nomor ponsel. Sedangkan password pengguna diklaim aman.

"Tidak membahayakan bagi mereka (Tokopedia), jadi mereka merasa superior. 'Yang bocor cuma data lain, password akun pelanggan tetap aman, nggak bisa diakses', seperti itu," jelas Ruby.

Yang ketiga, berdasarkan pengamatannya, ada kesan perlindungan berlebihan terhadap platform digital besar Indonesia, sehingga masih mengutamakan keuntungan dari berjalannya penggerak ekonomi digital nasional dan sedikit mengabaikan pentingnya UU PDP.

"Penegak hukum harus tetap memastikan kasus serupa tidak terjadi. Sebenarnya UU ITE bisa digunakan jika ada laporan dari pihak platform yang merasa dirugikan," sebutnya.
https://kamumovie28.com/kalank/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar