Sabtu, 11 Juli 2020

DC Comics Rilis Perhiasan Terinspirasi Wonder Woman, Dijual Rp 3 Jutaan

Film 'Wonder Woman 1984' dijadwalkan rilis pada 12 Agustus 2020 di Belgia. Untuk merayakan penayangannya, DC Comics merilis koleksi perhiasan terinspirasi dari karakter wanita perkasa asal negeri Themyscira itu.
Seperti dikutip dari Comic Book, DC Comics berkolaborasi dengan Zales, retailer perhiasan asal Amerika Serikat, untuk menciptakan lini perhiasan yang diberi nama WW84. Koleksinya sendiri akan diluncurkan bersamaan dengan San Diego Comic-Con 2020 yang diadakan secara virtual pada 22 - 26 Juli 2020.

Koleksi perhiasan Wonder Woman 1984 terdiri dari bros, kalung, cincin, liontin, gelang hingga anting. Rancangan perhiasan terinspirasi dari benda-benda yang dikenakan Wonder Woman seperti tiara, emblem, tali laso, bahkan Cheetah, karakter villain dalam cerita tersebut.

Perhiasan terbuat dari emas, perak, berlian, batu garnet dan safir. Bebatuan mulia merah dan biru merepresentasikan warna ikonik dari kostum Wonder Woman sehingga bisa dijadikan benda koleksi yang cantik bagi penggemar karakter yang versi live-action nya diperankan oleh Gal Gadot ini.

Perhiasan Wonder WomanPerhiasan Wonder Woman Foto: Dok. Zales
Perhiasan WW84 bisa dibeli di situs resmi Zales. Harganya dibanderol mulai dari USD 249.99 - USD 749.99 atau sekitar Rp 3,6 juta - Rp 10,8 jutaan.

Pengusaha Ini Tak Mau Kerjasama dengan Orang Gemuk, Alasannya Menohok

Seorang pengusaha wanita mengklaim bahwa dirinya tidak akan pernah bekerjasama dengan orang-orang gemuk. Menurutnya, kegemukan atau kelebihan berat badan itu menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki pemikiran yang bermasalah dan kurang bisa mengontrol dirinya sendiri.
Seperti dikutip dari Daily Mail, pengusaha wanita bernama Samantha Yardley yang berasal dari Coventry, Inggris, mengatakan bahwa bentuk tubuh apapun harus tetap dihormati, namun masyarakat tidak seharusnya membenarkan seseorang yang memiliki kelebihan berat badan dengan mengatakan 'besar itu cantik'. Dirinya menambahkan bahwa bagaimana cara seseorang berpenampilan itu menunjukkan apa yang mereka percayai.

"Buatku itu (kegemukkan) menunjukkan pemikiran yang bermasalah, kurangnya kontrol diri, dan terburuknya menunjukkan individu yang kekurangan energi dan memiliki masalah kesehatan," ujarnya.

Samantha yang bekerja sebagai penulis kebugaran paruh waktu dan sub-editor majalah Muscle & Health bersikeras mengatakan kepada FEMAIL bahwa kata-katanya mengenai orang gemuk tersebut bukanlah 'fat-shaming' melainkan motivasi untuk menginspirasi agar orang-orang bisa berubah ke arah yang lebih positif. Dia juga mengatakan bahwa kita memang tidak seharusnya menilai seseorang berdasarkan penampilan fisiknya, tetapi menurutnya orang-orang gemuk adalah tanda bahwa mereka tidak dapat menyembunyikan kerakusannya.

Samantha YardleySamantha Yardley Foto: dok. Samantha Yardley
"Sebagai pengusaha dan mantan majikan; Apakah saya akan bekerja dengan orang yang (sangat) gemuk? Tidak, tidak akan. Kasar tapi benar (maaf)," kata Samantha.

Samantha juga mengakui bahwa memang benar sebagian besar dari kita pasti memiliki kecenderungan untuk mendapatkan peningkatan berat badan. Namun hal itu tidak bisa dipertahankan selama bertahun-tahun karena tidak sehat. Menurutnya, jika seseorang tidak dapat menyelesaikan aktivitas hariannya, seperti berjalan kaki atau menaiki tangga tanpa kehabisan napas, maka orang tersebut memiliki masalah besar.

"Ya, tipe tubuh yang berbeda harus dihormati dan besar itu indah - sampai batas tertentu - tetapi jika terlalu ekstrim, kekurangan atau kelebihan berat badan, harus diperlakukan sebagai kondisi yang memerlukan bantuan, tidak dipuji atau dimaafkan," katanya.

Menurut Samantha saat ini masyarakat menganggap bahwa orang dengan kelebihan berat badan itu normal dan menerima orang-orang tersebut. Anggapan itulah yang coba diubah oleh Samantha.
https://kamumovie28.com/cast/candice-michele-barley/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar