Keramaian di Twitter memang ada-ada saja penyebabnya. Kali ini netizen diramaikan oleh kicauan seseorang yang marah karena dipanggil 'Kak' oleh driver ojol yang mengantarkan pesanan makanannya.
Dari pantauan detikINET, pengguna yang marah itu akun Twitternya sudah tak bisa diakses. Namun hasil tangkapan layar yang berisi kicauan kemarahannya itu sudah terlanjur tersebar, yang terlihat dari balasan akun @GrabID yang meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Mayoritas netizen punya komentar senada terhadap kicauan tersebut, yang kira-kira mempertanyakan kenapa dia harus marah hanya karena dipanggil 'kak. Tak sedikit juga yang meminta Grab untuk tidak menindaklanjuti laporan tersebut karena dianggap tak ada yang salah dengan panggilan 'kak' tersebut.
"Someone is angry just because mamang Grab called em "Kak", seriously where did you learn manners?" tulis @kekal***
"Jangan disuspend ya drivernya! Manggil "kak" is totally acceptable kok, mau lelaki mau perempuan harusnya fine-fine aja. Aneh banget ada customer tersinggung di panggil kak, maunya apa? Yang Mulia?" tulis @cesar***
Tak sedikit juga yang menyarankan pengguna itu untuk membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk mencari tahu arti kata 'kak' atau kakak.
"Kak Andi main-main dulu deh ke kamus, KBBI (Kamus Besar Bhs Indonesia) gitu, cari arti kata "kakak", disingkat "kak". Malas? Ga tau caranya? Ni skrinsyutnya. Siapa bilang kakak cuma buat cewek?" tulis akun @kusuma***
Sekilas soal Pandemi Flu Spanyol yang Pengaruhi Perang Dunia I
Pada 1918, influenza yang kini dikenal sebagai Flu Spanyol menjadi pandemi global yang dengan cepat menyebar dan mempengaruhi perang dunia I yang terjadi. Malahan, ada yang menduga virus ini adalah senjata biologis (bioweapon) dalam perang. Apa faktanya?
Mengutip Live Science, kita akan mengupas terkait virus Flu Spanyol. Pertama mengenai teori asal-usul dari mana virus ini berasal. Sebuah teori terbaru dari ahli sejarah Mark Humphries dari Canada's Memorial University of Newfoundland mengatakan kemungkinan virus ini bermula dari pekerja China yang berada di barisan belakang Inggris dan Prancis. Kendati demikian, banyak yang menuduh virus ini bermula dari sekutu di Eropa atau sebagian menunjukkan jari ke arah Amerika Serikat.
Berdasarkan tulisan di Centers for Disease Control and Prevention, pada musim semi 1918 mulai dilaporkan beberapa pasukan Amerika Serikat yang mengalami penyakit misterius di basecamp pasukan. Minimnya kecanggihan teknologi membuat perlawanan dengan informasi masif terkait Flu Spanyol menjadi terhambat.
Ditambah lagi anggapan remeh mengenai virus ini yang membuatnya menyebar semakin cepat. Diperkirakan, korban jiwa mencapai 100 juta di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri dikabarkan memakan hingga 4 juta korban jiwa.
Apakah benar senjata biologis?
Sejarah mencatat penggunaan senjata biologis dan kimia pernah ada. Namun, terkait Flu Spanyol, referensi untuk menuduhnya sebagai bioweapon masih minim data dan informasi.
Ketika disebut pandemi ini merupakan senjata biologis pertama Amerika dalam WWI (World War I), nyatanya angka kematian di Negeri Paman Sam ini makan ratusan ribu nyawa. Yang pasti, disebutkan jumlah korban akibat Flu Spanyol lebih banyak dibandingkan dari korban Perang Dunia I.
https://indomovie28.net/lan-kwai-fong-2-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar