Minggu, 17 Mei 2020

Dahlan Iskan Bicara 'Penumpang Gelap' Cetak Uang Vs Cetak Utang

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan buka suara mengenai polemik cetak uang dan utang dalam web pribadinya disway.id. Dahlan mengutarakan pandangannya tersebut melalui tulisan berjudul 'Kuda Gelap'.
Seperti dikutip detikcom, Minggu (17/5/2020), mengawali tulisannya Dahlan menyinggung yang ingin cetak uang akan mengajak penumpang gelap. Sementara, yang ingin mencari utang global dituduh sebagai kuda troya modal asing.

"Cetak uang vs utang itu ternyata bukan lagi urusan perbedaan mazhab. Tapi sudah menjadi urusan saling curiga," kata Dahlan dalam tulisannya tersebut.

Hal itu dilihat Dahlan saat melakukan forum Zoom yang diselenggarakan oleh Narasi Institute. Kata Dahlan, penumpang gelap yang dimaksud ialah pengusaha besar yang bekerja sama dengan politisi, atau sebaliknya.

"Si penumpang gelap bisa ikut mendapat guyuran kredit khusus. Dengan jumlah yang khusus. Dengan bunga khusus," ujarnya.

"Karena itu kubu teknokrat tidak mau cetak uang. Kalau pun harus terjadi penyalurannya tidak boleh berbentuk kredit khusus. Bentuknya harus kredit komersial. Bunga harus sesuai dengan yang berlaku di pasar. Agar tidak dimanfaatkan oleh penumpang gelap," sambungnya.

Kelompok 'cetak uang' pun punya kecurigaan terhadap kelompok 'hobi utang'. Kelompok itu dituding sebagai kuda troya modal asing.

"Mereka tidak rela kalau ekonomi bangkit segera. Mereka itu mengharapkan ekonomi semakin hancur. Biar nilai perusahaan-perusahaan besar di Indonesia jatuh. Setelah saham mereka menjadi murah modal asing berebut membeli. Terjadilah gelombang peralihan kepemilikan dari nasional ke asing," jelasnya.

"Para panelis kubu ini juga mempersoalkan global bond yang hanya lebih banyak menguntungkan fund manager global. Kalau cetak uang kan tidak perlu jasa fund manager asing," terangnya.

Dahlan mengatakan, penumpang gelap itu sendiri belum ada, entah sedang disiapkan. Begitu juga kuda troya.

Saling curiga pun terus menguat, hingga Anggota DPR dari Golkar Mukhamad Misbakhun yang memperjuangkan cetak uang lebih hati-hati. Ia perlu menyampaikan disclaimer dulu sebelum bicara. Kehadirannya di forum itu sebagai pribadi.

Rupanya pernyataan-pernyataan Misbakhun di forum sebelumnya bikin 'meriang' para politisi. Golkar pun lantas seperti ingin cuci tangan dari apa yang dikatakan Misbakhun.

Sementara, Sutrisno Bachir melihat 'cuci-mencuci' seperti itu bagian dari sandiwara Golkar. "Biasalah Golkar begitu," ujar Sutrisno Bachir seperti ditulis Dahlan.

Dahlan sendiri menyayangkan tidak ada anggota aliran teknokrat yang melawan Misbakhun di forum Zoom yang di moderator Ahmad Nur Hidayat dari Narasi tersebut. Sayangnya lagi, lanjutnya, tidak ada Rizal Ramli, ekonom yang tetap tidak setuju cetak uang namun juga bertentangan dengan kebijakan pemerintah.

Italia Kembali Izinkan Kunjungan Turis Asing Awal Juni

Pemerintah Italia dilaporkan akan mulai menerima kembali kunjungan wisatawan asing dari Eropa pada awal Juni 2020, usai melonggarkan penguncian wilayah (lockdown) akibat wabah virus corona (Covid-19).

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengatakan hal itu dilakukan sebagai percepatan pemulihan sektor ekonomi setelah memberlakukan lockdown dalam beberapa bulan terakhir.

"Kami menghadapi risiko di mana kurva infeksi bisa meningkat lagi. Tapi, kami harus bisa menerima itu atau tidak akan pernah bisa bangkit kembali," kata PM Giuseppe Conte.


Oleh sebab itu, seluruh turis dari kawasan Schengen diperbolehkan kembali berkunjung Italia pada 3 ke Juni tanpa harus menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu.

Selain itu, warga Italia juga diizinkan berkunjung ke kawasan lain meski pemerintah setempat bisa membatasi kunjungan apabila jumlah kasus infeksi Covid-19 meningkat.

PM Conte mengatakan idealnya sebuah negara baru bisa menjalankan sektor ekonomi apabila vaksin untuk wabah ditemukan. Namun, ia menegaskan Italia tak bisa menunggu karena hal tersebut akan memperburuk struktur ekonomi dan sosial.

Apalagi, Italia selama ini sangat bergantung pada industri pariwisata. Sektor pertaniannya juga mengandalkan sekitar 350 ribu pekerja dari luar negeri seperti Rumania, Polandia dan Bulgaria.

Keputusan tersebut diambil setelah Uni Eropa menetapkan rencana memulai kembali perjalanan musim panas pada Rabu (13/5). Mereka meminta negara-negara anggota mulai membuka kawasan perbatasan internal meski perbatasan di luar negara-negara Uni Eropa harus ditutup hingga pertengahan Juni.

Melansir AFP, Minggu (17/5), PM Giuseppe Conte juga menyatakan restoran, bar, dan salon juga sudah bisa beroperasi lagi pada Senin (18/5) atau dua pekan lebih awal dari yang direncanakan.

Sementara itu, pusat kebugaran dan kolam renang akan dibuka kembali pada 25 Mei, dengan syarat semua pengunjung harus mengikuti protokol keamanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar