Selasa, 16 Juni 2020

WhatsApp Luncurkan Layanan Kirim Uang di Brasil

Setelah uji coba beta di India, WhatsApp akhirnya meluncurkan layanan pembayaran digital di Brasil. Layanan pembayaran ini memanfaatkan Facebook Pay yang diumumkan Facebook pada tahun lalu.
"Pembayaran di WhatsApp mulai digulirkan untuk pengguna di seluruh Brasil hari ini dan kami berharap dapat membawanya ke semua orang," tulis WhatsApp dalam blog post, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (16/6/2020).

"Kami membuat mengirimkan uang kepada orang tercinta semudah mengirimkan pesan, yang sangat penting karena orang-orang harus menjaga jarak fisik satu dengan lainnya," sambungnya.

Pengguna WhatsApp bisa menggunakan fitur ini untuk mengirimkan uang ke akun individu atau bisnis. Tidak ada biaya tambahan untuk konsumen yang menggunakan layanan ini, tapi bagi bisnis akan dikenakan biaya tambahan 3,99% untuk menerima pembayaran dari konsumen.

Untuk melakukan pembayaran, pengguna harus menghubungkan akun WhatsApp mereka dengan kartu debit atau kartu kredit. Untuk mencegah penyalahgunaan, pengguna bisa melindungi transaksi dengan pin enam digit atau dengan sidik jari.

WhatsApp mengatakan fitur pembayaran digital ini menggunakan sistem terbuka, jadi mereka bisa menambahkan mitra baru di masa depan. Saat ini di Brasil, WhatsApp bekerjasama dengan bank lokal Banco do Brasil, Nubank dan Sicredi, serta Cielo untuk memproses pembayaran.

Saat ini pembayaran di WhatsApp baru tersedia di Brasil, tapi jika sukses fitur ini akan digulirkan ke lebih banyak negara dan menjangkau 2 miliar pengguna WhatsApp.

Fitur pembayaran di WhatsApp sebenarnya telah dikembangkan sejak lama dan telah meluncurkan uji coba closed beta di India pada tahun 2018. Banyak yang mengira layanan ini akan diluncurkan secara resmi di India, tapi Facebook sebagai induk WhatsApp terus terganjal masalah regulasi di sana.

Padahal India merupakan pasar terbesar bagi Facebook dari segi jumlah pengguna. India memiliki 400 juta pengguna bulanan aktif, sedangkan Brasil berada di posisi kedua dengan 120 juta pengguna bulanan aktif.

Eropa Pesan 400 Juta Vaksin COVID-19 yang Ikut Didanai Bill Gates

 Negara-negara Uni Eropa menandatangani kontrak dengan perusahaan farmasi AstraZeneca untuk memproduksi 400 juta dosis vaksin COVID-19. Vaksin ini adalah hasil riset Universitas Oxford.

Menurut CGTN seperti dilihat Selasa (16/6/2020) AstraZeneca mengklaim tidak mengambil keuntungan komersial selama pandemi Corona. Sejauh ini vaksin tersebut sedang dalam uji klinik tahap akhir yang ditargetkan selesai musim gugur.

Jika sukses, vaksin ini akan tersedia akhir 2020. Deal ini dilakukan AstraZeneca dengan Inclusive Vaccines Alliance (IVA) yang beranggotakan Prancis, Jerman, Italia dan Belanda.

"Aliansi ini bekerja bersama Komisi Eropa dan negara-negara Eropa untuk memastikan semua orang di Eropa bisa diberikan vaksin," kata CEO AstraZeneca kepada wartawan.

Sumber Kemenkes Italia kepada Reuters memastikan, vaksin ini bukan cuma untuk 4 negara anggota IVA, namun untuk seluruh negara anggota Uni Eropa. China, Brasil, Jepang dan Rusia juga berminat.

Meskipun CGTN menulis AstraZeneca tidak mengambil keuntungan komersial, Reuters memberitakan biaya ditanggung 4 negara anggota IVA.


Kucuran dana Bill Gates

Kerja sama ini adalah gebrakan terbaru dari AstraZeneca yang semakin moncer. Sejak mendapatkan kucuran dana dari Bill Gates, AstraZeneca menargetkan produksi 2 miliar dosis vaksin.

Urutan kronologisnya, AstraZeneca menjadi pabrik resmi untuk memproduksi vaksin ChAdOx1 buatan Universitas Oxford, sekarang namanya vaksin AZD1222. Lalu AstraZeneca dikucuri duit oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Gavi Vaccine Alliance pada 7 Juni 2020.

CEPI dan Gavi didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation dan didukung WHO. CEPI dan Gavi mendukung dana sebesar USD 750 juta (Rp 10,5 triliun) untuk memproduksi, pengadaan dan distribusi 300 juta dari 2 miliar dosis yang ada.

AstraZeneca juga sudah berkongsi dengan Emergent BioSolution untuk rekanan pabrik di Amerika. AstraZeneca pun membuat partnership lisensi dengan Serum Institute of India (SII). Mereka akan membuat 1 miliar vaksin virus Corona untuk negara miskin dan menengah.
https://nonton08.com/juuni-taisen-juuni-taisen-zodiac-war-episode-9/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar