Rabu, 17 Juni 2020

Semakin Waspada, Penumpang KRL Bekasi-Kota Pakai Sarung Tangan untuk Pegangan

Sejak pasien positif virus corona COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia, tepatnya di Depok, masyarakat semakin ketat menjaga kesehatan. Hal ini juga dilakukan saat menaiki transportasi umum commuter line atau KRL yang memang selalu dipadati penumpang, baik pagi maupun malam hari.
Sampai saat ini, hasil pantauan detikcom penumpang di KRL rute Bekasi - Jakarta Kota via Manggarai masih banyak yang terlihat 'santuy', bahkan tanpa masker. Saat berpegangan pun mereka terlihat santai dan biasa saja.

Tapi, salah satu penumpang wanita cukup menarik perhatian. Ia terlihat menggunakan sarung tangan kain yang biasanya digunakan untuk mengendari motor atau saat kedinginan, dan turun di Stasiun Gondangdia.

Saat berpegangan, ia hanya menggunakan tangan kanan yang tertutup sarung tangan dan masker yang menutupi hidung serta mulutnya. Tangan kiri yang tidak tertutup sama sekali tidak digunakan untuk berpegangan.

Lain halnya dengan penumpang lainnya, Juki. Ia dan sejumlah penumpang lain sama sekali tidak menggunakan masker ataupun alat pelindung yang banyak digunakan saat ini.

"Jauh itu di sana (Depok). Lah kita mah nggak ke sana-sana. Lagi harganya (masker) sekarang mahal banget kan, bisa buat bayar kontrakan sebulan malah," jawabnya padadetikcom sambil tertawa, Kamis (5/3/2020).

Bukan Panic Buying, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Cegah Virus Corona

Munculnya kasus virus corona baru di Indonesia banyak membuat sebagian warga panik. Beberapa di antaranya bahkan ada yang sampai membeli masker, hand sanitizer, dan kebutuhan lainnya dengan jumlah yang begitu banyak.
Sebenarnya bukan itu langkah yang tepat untuk cegah penularan COVID-19. Berikut 5 langkah yang perlu kamu perhatikan untuk cegah virus corona baru, dikutip dari Health:

1. Kenali gejala virus corona COVID-19
Gejala COVID-19 sangat mirip dengan pilek atau flu. Menurut Pusat Pengendalian dan Pecegahan Penyakit AS (CDC), gejala dari virus corona baru meliputi demam, batuk, dan sesak napas. Namun di sebagian kasus ditemukan kalau mereka yang terinfeksi COVID-19 mengalami diare dan muntah satu atau dua hari sebelum muncul demam dan kesulitan bernapas.

COVID-19 memiliki masa inkubasi yang lebih lama, mirip dengan virus corona mematikan lainnya yaitu MERS-CoV. CDC mengatakan bahwa gejala COVID-19 dapat muncul hanya dalam dua hari, atau selama 14 hari, setelah terpapar virus. Bahkan di beberapa kasus ada yang sama sekali tidak menunjukkan gejala yaitu disebut asimtomatik.

2. Waspada bagaimana virus menyebar
Menurut CDC, COVID-19 menyebar antarmanusia melalui droplet atau tetesan yang keluar saat batuk dan bersin dari orang yang terinfeksi. Perlu diingat kalau kontak dekat ini diartikan berada dalam jarak kurang lebih enam kaki. Penelitian baru juga menunjukkan kalau COVID-19 ini dapat menyebar melalui penularan tinja, serta melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi.

3. Batasi perjalanan
COVID-19 telah dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional oleh WHO. Baiknya hindari perjalanan ke tempat di mana pasien COVID-19 terinfeksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar