Rabu, 17 Juni 2020

Ilmuwan China Olah Ragi Roti Jadi Vaksin Antivirus Corona

Media pemerintah China umumkan para ilmuwan mereka sedang mengembangkan vaksin oral virus corona baru Covid-19. Vaksin tersebut menggunakan ragi roti.
Meski begitu, para ahli yang terlibat dalam penelitian tersebut menjelaskan vaksin ini belum bisa dipasarkan karena masih harus melakukan uji klinis pada hewan dan manusia. Hal ini diumumkan oleh Profesor Huang Jinhai dari School of Life Sciences di Universitas Tianjin.

Mengutip Daily Mail, (5/2/2020) vaksin tersebut dibuat menggunakan food grade saccharomyces cerevisae atau ragi roti. Ragi roti berfungsi sebagai penghantar yang ditujukan ke protein Spike pada virus. Hal ini dapat membantu menghasilkan antibodi terhadap virus yang mematikan.

Protein Spike atau protein S bertanggung jawab untuk menginduksi virus ke dalam sel inang di dalam pasien dan merupakan kunci untuk menanggulangi infeksi. Prof Huang mengaku sedang mencari mitra untuk membantu timnya menyelesaikan proyek tersebut.

Setelah itu, otoritas China akan menjalankan uji klinis dan evaluasi produk sebelum masuk ke pasaran. Para ilmuwan memperkirakan dibutuhkan waktu setidaknya enam bulan untuk penemuan ini digunakan oleh rumah sakit dalam jumlah besar.

Wali Kota Depok Sebut Wudu Bisa Tangkal Virus, Ini Faktanya

Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad meminta masyarakat tidak panik terkait wabah virus corona. Idris mengajak masyarakat rajin berdoa dan menyebut sebetulnya wudu bagi umat muslim bisa jadi cara untuk menangkal segala macam virus.
"Untuk menangkal sebenarnya kalau umat Islam sudah biasa menangkal suatu virus. Virus apa pun ya dengan kita berwudu, dengan kita memelihara wudu itu penangkalan virus-virus apa saja," kata Idris saat memberi sambutan di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Kamis (5/2/2020).

Terkait wudu jadi penangkal virus, sebelumnya pernah beredar juga informasi di media sosial yang menyebut air dapat menghancurkan virus corona.

"Mengenai virus corona kita di Indonesia tidak perlu terlalu was-was, pertama kita kaya dengan air. Virus-virus itu akan cepat hancur dengan air apalagi kaum muslimin berwudhu 5 kali sehari semalam. Virus virus itu akan mati ketika kita berwudhu," tulis satu pengguna Facebook yang pesannya sudah dibagikan lebih dari 11 ribu kali.

Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, dari OMNI Hospitals Pulomas menegaskan informasi tersebut keliru. Menurut dr Dirga virus corona sejauh ini bisa 'dibunuh' dengan menggunakan disinfektan bukan air biasa.

"Tidak benar. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus corona bisa mati dengan air biasa," kata dr Dirga pada detikcom beberapa waktu lalu.

"Disinfektan yang dapat membunuhnya: alkohol dengan kadar minimal 70%, klorin, hidrogen peroksida, dan kloroform. Virus ini juga mati pada pemanasan dengan suhu 56 C minimal selama 30 menit," pungkasnya.

Beda Dengan Negara Lain, Ini Cara Penanganan Pasien COVID-19 di RSPI-SS

 Wabah virus corona COVID-19 saat ini semakin merebak di beberapa negara termasuk Indonesia. Namun, hingga saat ini obat maupun vaksin untuk mengatasi virus tersebut belum ditemukan.
Di beberapa negara, pasien yang positif ataupun yang belum bisa dipastikan diberikan obat seperti obat HIV, flu, hingga campuran dari keduanya. Hasilnya ada yang terbukti bisa menyembuhkan.

Menanggapi hal ini, Direktur Medik dan Keperawatan, dr Dyani Kusumowardhani, SpA, mengatakan karena COVID-19 termasuk penyakit baru jadi harus dipahami polanya. Baik dari segi penyakit maupun proses pengobatannya.

"Jadi gini, penyakit ini kan baru ya, emerging, jadi pola penyakitnya saja kita belum paham betul, apalagi pengobatannya," kata dr Dyani di RSPI Sulianti Saroso, Kamis (5/3/2020).

"Saya tidak akan menanggapi yang dari China, tetapi standarnya ini kan virus ya, nah itu adalah self limited disease, jadi dia sembuh sendiri," imbuhnya.

Ada beberapa hal yang dilakukan pihak RSPI Sulianti Saroso terhadap para pasien virus corona COVID-19, yaitu:

1. Menjaga pasien agar tidak kontak dengan orang atau pasien lainnya. Dalam hal ini, seperti dikarantina agar tidak menular.

2. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh pasien. Seperti memberikan vitamin dan suplemen untuk imunitas. Perlu diingat, pasien tidak diberikan antibiotik, karena itu hanya untuk bakteri bukan virus.

3. Memberikan obat sesuai dengan gejalanya. Misalnya obat penurun panas untuk demam, obat flu untuk pilek, dan gejala lain yang muncul.
https://cinemamovie28.com/knight-of-cups/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar