Komika Bintang Emon baru-baru ini dituduh sebagai pemakai narkoba oleh dua akun anonim di media sosial. Tidak terima dinyatakan seperti itu, Bintang membuktikan dirinya negatif narkoba dengan menunjukkan hasil tes dari rumah sakit.
"Pasien diperiksa di RS Pondok Indah Puri Indah dan dilakukan pemeriksaan urin tes Amphetamine, Opiates Coccaine, zmarijuana (THC), dan Benzodiapine hasilnya dinyatakan negatif," begitu jelas surat keterangan dari rumah sakit untuk Bintang.
Ada beberapa ciri seseorang adalah pemakai atau pemadat narkoba. Berikut ciri-cirinya dikutip dari Mayo Clinic:
Masalah di sekolah atau di tempat kerja
Para pemakai sering absen di sekolah atau di tempat kerja. Kegiatan sosial di lingkungan sekolah atau kinerja di pekerjaan pun menurun.
Masalah kesehatan fisik
Para pemakai kurang memiliki energi dan motivasi. Mereka juga mengalami penurunan atau kenaikan berat badan disertai mata memerah.
Penampilan yang terabaikan
Para pemakai tidak memiliki penampilan yang rapih. Terkesan tidak terawat dan tidak terlalu memperdulikan penampilan seperti sebelumnya.
Perubahan perilaku
Adanya perilaku yang berbeda misalnya anggota keluarga dilarang masuk ke kamar. Ada rahasia yang disembunyikan dari teman-teman terdekat termasuk keluarga sehingga hubungan menjadi terganggu.
Masalah uang
Para pemakai sering tiba-tiba meminjam uang tanpa alasan yang masuk akal. Barang-barang keluarga dan teman terdekat bisa jadi telah dicuri untuk membeli narkoba.
Tentunya, seseorang tidak bisa dinyatakan memakai narkoba hanya dengan melihat ciri fisik dan perubahan perilaku. Diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan ada tidaknya jejak bahan terlarang di tubuhnya.
Disebut Menular Saat Berbicara, Berapa lama Virus Corona Bertahan di Udara?
Sebuah penelitian dari National Institute of Health menemukan partikel virus Corona COVID-19 yang dilepaskan saat berbicara, bisa bertahan di udara selama 8-14 menit. Hal ini menjadi peringatan bahwa penularan virus ini bisa terjadi melalui udara.
Sebelumnya, virus Corona diketahui hanya bisa menular dari droplet yang keluar dari sistem pernapasan saat batuk dan bersin saja. Tetapi, kini para ilmuwan dalam penelitian ini membuktikan dengan bicara saja bisa mengeluarkan ribuan droplet.
"Ada kemungkinan besar dengan berbicara normal saja bisa menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan yang terbatas," kata penelitian tersebut yang dikutip dari CNBC, Selasa (16/6/2020).
Droplet yang keluar saat berbicara dan bisa menularkan virus juga bisa berasal dari orang tanpa gejala (OTG) atau asimptomatik virus Corona. Ini membuat droplet yang mereka keluarkan juga berpotensi menularkan virus tanpa disadari.
"Hasil pengamatan menggunakan laser juga melihat, berbicara dengan suara keras bisa mengeluarkan lebih banyak droplet dari pernapasan tubuh, sekitar ribuan droplet per detik," jelasnya.
Hingga kini, para ilmuwan masih berusaha untuk memahami sejauh mana droplet ini bisa menyebar dan berapa lama bisa bertahan di udara. Di ruang tertutup dan stagnan, para peneliti juga meneliti percobaan yang sama. Hasilnya, pada ruangan tertutup droplet yang keluar saat berbicara bisa bertahan hidup di udara selama 8-14 menit.
Namun, lamanya droplet bertahan di udara tergantung pada berbagai faktor. Ini termasuk volumenya saat berbicara, usia, dan seberapa kering kondisi mulutnya.
https://nonton08.com/juuni-taisen-juuni-taisen-zodiac-war-episode-8/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar