Rabu, 17 Juni 2020

Beda Dengan Negara Lain, Ini Cara Penanganan Pasien COVID-19 di RSPI-SS

 Wabah virus corona COVID-19 saat ini semakin merebak di beberapa negara termasuk Indonesia. Namun, hingga saat ini obat maupun vaksin untuk mengatasi virus tersebut belum ditemukan.
Di beberapa negara, pasien yang positif ataupun yang belum bisa dipastikan diberikan obat seperti obat HIV, flu, hingga campuran dari keduanya. Hasilnya ada yang terbukti bisa menyembuhkan.

Menanggapi hal ini, Direktur Medik dan Keperawatan, dr Dyani Kusumowardhani, SpA, mengatakan karena COVID-19 termasuk penyakit baru jadi harus dipahami polanya. Baik dari segi penyakit maupun proses pengobatannya.

"Jadi gini, penyakit ini kan baru ya, emerging, jadi pola penyakitnya saja kita belum paham betul, apalagi pengobatannya," kata dr Dyani di RSPI Sulianti Saroso, Kamis (5/3/2020).

"Saya tidak akan menanggapi yang dari China, tetapi standarnya ini kan virus ya, nah itu adalah self limited disease, jadi dia sembuh sendiri," imbuhnya.

Ada beberapa hal yang dilakukan pihak RSPI Sulianti Saroso terhadap para pasien virus corona COVID-19, yaitu:

1. Menjaga pasien agar tidak kontak dengan orang atau pasien lainnya. Dalam hal ini, seperti dikarantina agar tidak menular.

2. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh pasien. Seperti memberikan vitamin dan suplemen untuk imunitas. Perlu diingat, pasien tidak diberikan antibiotik, karena itu hanya untuk bakteri bukan virus.

3. Memberikan obat sesuai dengan gejalanya. Misalnya obat penurun panas untuk demam, obat flu untuk pilek, dan gejala lain yang muncul.

Ruang Isolasi Penuh, RSPI Sulianti Saroso Alihkan Pasien ke RS Lain

Jumlah pasien COVID-19 yang saat ini dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso sudah berjumlah 9 orang. Itu terdiri dari 2 pasien positif dan 7 lainnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Dengan jumlah itu, ruangan isolasi yang dimiliki RSPI sudah hampir terisi seluruhnya. Untuk mengantisipasi penumpukkan, pihak RS mulai mengalihkan pasien ke rumah sakit lain.

"Pemerintah sudah menyebutkan DKI ini ada 8 RS rujukan, memang ternyata kita kan kondisikan ada 11 ruangan, yang sudah terisi 10 kemarin bahkan 11. Nah saat itu pasien sudah kita alihkan ke RS rujukan lain," jelas Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, pada wartawan, Kamis (5/3/2020).

dr Syahril menyebutkan beberapa rumah sakit lain yang bisa dijadikan rujukan untuk pasien COVID-19 lainnya. Beberapa lainnya yaitu RS Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RSUD Pasar Minggu, RSUD Cengkareng, Mintohardjo, RS Sukamto Bhayangkara di Kramat Djati dan RSUP Fatmawati.

Oleh karena itu, pihak RSPI kini sudah tidak bisa menerima pasien yang diduga terinfeksi COVID-19. Semua pasien rujukan yang datang akan dialihkan ke rumah sakit lain.

"Jadi mohon disampaikan kalau ada RS swasta yang ingin dirujuk dan di sini penuh. Tetapi, kalau nanti ada pasien di sini pulang dan ada yang kosong, bisa lagi masuk sini," katanya.

Meskipun masih tersisa 2 ruangan isolasi yang kosong, pihak rumah sakit menyediakan sebagai cadangan. Hal ini bertujuan agar bisa berbagi ke orang lain yang membutuhkan.

"Iya kita harus cadangkan, artinya cadangan ya. Kita harus berbagi juga ya kepada yang lain. Jadi begitu mereka kontak ke kita, kita sampaikan kondisi kita begini dan sampaikan kita kerja sama dengan rumah sakit lain," tuturnya.
https://cinemamovie28.com/love-each-other-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar