- Xiaomi akan meluncurkan Mi 11 Pro, Mi 11 Ultra dan Mi MIX terbaru pada event 29 Maret mendatang. Tidak hanya itu, Xiaomi juga menyiapkan kejutan lain yaitu chip custom baru buatannya sendiri.
Xiaomi mengungkap kehadiran chip ini lewat poster di Weibo yang menyebutkan 'chip kecil yang dikembangkan sendiri'. Postingan lain dari beberapa bos Xiaomi juga menyebutkan istilah 'surge' atau 'surging'.
Istilah ini mengacu pada Surge S1, system-on-chip (SoC) pertama yang diluncurkan Xiaomi pada tahun 2017. Chip tersebut digunakan di Mi 5C dan diklaim lebih bertenaga ketimbang Snapdragon 625, seperti dikutip dari Android Authority, Senin (29/3/2021).
Sepertinya Xiaomi tetap akan menggunakan skema nama Surge untuk chip terbarunya. Tapi vendor asal China ini tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang prosesor tersebut.
Tidak diketahui apakah chip terbaru dari Xiaomi ini akan menjadi SoC lengkap atau hanya chip pelengkap yang disandingkan dengan prosesor yang sudah ada.
Rumor lain menyebutkan chip yang dikembangkan Xiaomi adlaah image processing processor (ISP). SoC yang digunakan smartphone saat ini biasanya memiliki komponen seperti CPU, GPU, ISP, NPU dan lain-lain.
ISP ini akan menjadi prosesor mandiri yang bertugas memproses data untuk kamera. Prosesor ini akan memproses informasi tentang warna, pencahayaan, dan informasi lainnya yang dikumpulkan oleh sensor kamera untuk memproduksi foto berkualitas tinggi.
Strategi seperti ini sebelumnya telah dilakukan Google dengan Pixel Neural Core dan Pixel Visual Core yang bisa mendongkrak performa machine learning dan pemrosesan gambar saat disandingkan SoC dari Qualcomm.
Setidaknya kita tidak perlu menunggu lama untuk melihat kejutan terbaru dari Xiaomi. Mereka sudah mempersiapkan event pada 29 Maret untuk mengumumkan Mi 11 Pro, Mi 11 Ultra dan kemungkinan Mi 11 Lite. Mi MIX model terbaru juga akan dipamerkan di event ini yang diprediksi akan menjadi ponsel layar lipat perdana dari Xiaomi.
https://nonton08.com/movies/the-infiltrator-2/
Facebook Cekal Akun Presiden Venezuela yang Promo Obat Ajaib Corona
Facebook membekukan akun Presiden Venezuela Nicolas Maduro selama 30 hari setelah dia memposting informasi salah tentang COVID-19. Maduro memposting klaim tidak berdasar bahwa obat berbasis thyme, Carvativir, dapat menyembuhkan COVID-19.
Dikutip dari Reuters, tindakan Facebook tersebut merupakan teguran keras dari raksasa jejaring sosial tersebut untuk meminta para pemimpin politik dan orang berpengaruh agar bertanggung jawab atas penyebaran informasi yang salah tentang COVID-19.
Dalam sebuah postingan video, Maduro secara keliru mengklaim bahwa Carvativir sama dengan "obat tetes ajaib" dan dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati COVID-19 tanpa efek samping.
Menanggapi postingan ini, juru bicara Facebook mengatakan pihaknya patuh pada pedoman organisasi kesehatan dunia WHO yang menunjukkan klaim tersebut menyesatkan karena tidak ada bukti ilmiah terkait penyembuhan untuk penyakit tersebut menggunakan obat yang disebutkan.
Juru bicara itu juga menambahkan bahwa Facebook harus membekukan akun Maduro karena pelanggaran berulang terhadap kebijakan di platformnya. Sebelumnya, Maduro menuduh Facebook sengaja melakukan sensor pada Februari lalu setelah dirinya memposting video lain tentang Carvativir yang juga tidak dapat dipertanggungjawabkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar