Tokopedia masuk dalam jajaran 10 perusahaan ritel teratas di Asia Tenggara. e-Commerce dari Indonesia ini mengungguli SM Retail, perusahaan konglomerat SM Investment Corporation dari Filipina hingga Central Group, konglomerasi ritel terbesar di Thailand.
Dalam laporan 'Top 100 Retail Retails in Southeast Asia' yang dirilis firma riset global Euromonitor International pada Mei 2020 itu, Tokopedia berada di urutan ke 3 di kategori 'Top 50 Companies within Retailing in South-East Asia' pada tahun 2019.
Tokopedia yang naik peringkat disebut mampu mendorong penjualan dan membangun keterlibatan pelanggan. Salah satunya, dengan memanfaatkan konektivitas digital dan penetrasi seluler di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, e-Commerce yang identik dengan warna hijau itu juga memperkenalkan layanan untuk membantu pelanggannya dengan mudah tanpa harus mendirikan gudang sendiri. Layanan tersebut dikenal sebagai TokoCabang yang berguna bagi pedagang untuk menyimpan produknya di daerah dengan permintaan tinggi. Dengan demikian, pelanggan dapat menerima produk mereka dengan cara yang lebih hemat biaya dan tepat waktu.
Selain itu data per negara ditampilkan situs Seasia yang dikutip Rabu (6/1/2021), di mana Tokopedia berada di urutan pertama. Selain itu ada juga perusahaan asal Indonesia lainnya yakni Salim Group dan Alfamart yang berada di posisi empat dan lima. Salim Group merupakan perusahaan konglomerat yang memiliki beberapa anak perusahaan termasuk Indofood, produsen mi instan terbesar dan Bogasari, perusahaan operasi tepung.
https://nonton08.com/movies/violence-in-a-womens-prison/
Baru Setahun, Microsoft Akan Matikan Minecraft Earth
Pada Mei 2019 Microsoft meluncurkan Minecraft Earth sebuah game yang mirip dengan Pokemon Go. Disebut mirip karena game ini sama-sama menggunakan teknologi augmented reality (AR) di mana dunia virtual bisa digabungkan dengan dunia nyata.
Namun sayangnya game yang bisa dimainkan di iOS dan Android pada tahun ini Microsoft telah memutuskan akan menutup game Minecraft Earth pada tanggal 30 Juni 2021 sebagaimana dilansir detiKINET dari Ubergizmo, Rabu (6/1/2021).
Microsoft mengatakan bahwa game ini ditujukan agar para gamer dapat memainkan Minecraft di dunia nyata. Namun, adanya pandemi membatasi aktivitas di luar dan hal tersebut tentu akan sulit.
"Minecraft Earth dirancang dengan gerakan bebas dan permainan kolaboratif - dua hal yang hampir mustahil dalam situasi global saat ini. Akibatnya, kami membuat keputusan sulit untuk mengalokasikan kembali sumber daya kami ke area lain yang memberikan nilai bagi komunitas Minecraft dan menghentikan dukungan untuk Minecraft Earth pada Juni 2021," kata Microsoft.
Microsoft juga telah mengumumkan bahwa sebelum Minecraft Earth ditutup, mereka akan merilis satu pembaruan terakhir. Pembaruan ini telah dirancang untuk membuat game semakin menarik yang mencakup penghapusan transaksi mikro, mengurangi biaya ruby, mengurangi persyaratan waktu, dan banyak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar