Akhir 2020 lalu muncul rumor mengenai ponsel baru Xiaomi bernama Redmi Note 9T, dan kini terungkap kalau ponsel tersebut bakal meluncur pada 8 Januari 2020.
Informasi ini berasal dari akun Twitter Xiaomi Spanyol, yang memposting kicauan soal peluncuran ponsel tersebut, yaitu pada 8 Januari pada pukul 10 pagi GMT, yang tak lama kemudian kicauan itu pun dihapus.
Namun akun yang sama kemudian memposting ulang kicauan itu, dengan sedikit koreksi. Yaitu jamnya berubah dari 10 menjadi 12 siang GMT, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Selasa (5/1/2021).
Sejauh ini, bocoran spesifikasi Redmi Note 9T terbilang minim. Contohnya adalah koneksi 5G, yang tampaknya menjadi fitur utama ponsel tersebut. Sementara spesifikasi lainnya adalah system on a chip (SoC) Mediatek Dimensity 800U dan RAM 4GB.
Bocoran tersebut berasal dari laman Geekbench yang sudah menunjukkan hasil benchmark ponsel tersebut. Sayangnya, sistem operasi bawaan Redmi Note 9T masih Android 10, bukan Android 11.
Informasi lain mengenai ponsel ini adalah bentuk modul kamera belakang, yang membulat. Mirip dengan Redmi Note 9 Pro 5G. Namun bedanya, di Redmi Note 9T, jumlah kameranya ada tiga.
Namun untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ponsel tersebut, kita harus menunggu sampai Jumat mendatang, saat ponsel tersebut dirilis secara resmi.
Sebelumnya, Xiaomi juga merilis ponsel lain, yaitu Mi 11, yang diluncurkan pada akhir 2020. Kemudian pada 1 Januari lalu, Xiaomi menjual 350 ribu unit Mi 11 dalam waktu lima menit di China. Transaksi penjualan tersebut nilainya mencapai 1,5 miliar yuan, atau sekitar Rp 3,2 triliun.
Mungkin perbandingan antara harga dan spesifikasi Mi 11 menjadi daya tarik utama para pembeli ponsel flagship Xiaomi tersebut.
Mi 11 adalah ponsel dengan layar 6,81 inch 1440p dengan panel AMOLED yang punya refresh rate 120Hz. Layar ini mendapat rating A+ dari DisplayMate.
https://kamumovie28.com/movies/the-island/
PeduliLindungi Dituding Curi Data Pengguna, Kominfo: Sudah Update
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan bahwa aplikasi PeduliLindungi telah dilakukan penyempurnaan. Pemerintah pun menjamin keamanan PeduliLindungi.
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, saat ini aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android telah dikembangkan sampai versi 3.1.1. Menurutnya, versi terkini telah mengalami banyak penyempurnaan fitur dan izin akses.
"Saat ini versi PeduliLindungi Android adalah 3.1.1 di mana sudah banyak perbedaan fitur aplikasi dan izin akses yang tidak digunakan di versi terbaru. Pada versi 3.1.1 tidak ada lagi penggunakan fitur Bluetooth, WiFi, kamera, dan file access untuk penyimpanan," jelasya seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/1/2021).
Merespons informasi yang tersebar mengenai fitur dan izin akses Aplikasi PeduliLindungi yang dinilai berlebihan, Dedy mengatakan informasi itu karena berdasarkan pada versi terdahulu aplikasi.
"Versi PeduliLindungi Android yang dibahas dan dijadikan isu adalah versi 2.2.2 yang dirilis tanggal 25 Juni 2020," tandasnya.
Kominfo mengklaim, seperti dikatakan Dedy, izin akses yang dipakai dalam aplikasi PeduliLindungi sepenuhnya telah melalui persetujuan dari pengguna saat instalasi aplikasi.
"Izin akses yang digunakan pada aplikasi semata-mata untuk meningkatkan user experience dan benefit bagi user saat menggunakan aplikasi PeduliLindungi," tegasnya.
Lebih lanjut lagi, Dedy menuturkan bahwa PeduliLindungi tidak hanya menyediakan fitur contact tracing, tapi juga fitur informasi lokasi terdampak yang bermanfaat bagi user untuk waspada dan menghindari saat berada di lokasi tersebut. Disampaikannya juga, aplikasi besutan pemerintah ini telah mendapat persetujuan dari Play Store soal kebijakan privasi yang diminta PeduliLindungi.
"Untuk itu akses geolokasi pada telepon seluler diperlukan untuk memberikan informasi berharga ini. Termasuk tidak akan menggunakan data dan informasi untuk keperluan komersial dan perlakukan aplikasi terhadap data sensitif," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar