Jumat, 08 Januari 2021

Kasus Baru, Kematian, dan Kasus Aktif Corona di Indonesia Tertinggi se-ASEAN

 Kasus Corona di Indonesia per Kamis (7/1/2021) mencatat rekor, nyaris 10 ribu kasus COVID-19. Tertinggi sejak pandemi Corona merebak, Indonesia mencatatkan penambahan tertinggi sebanyak 9.321 kasus.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, lonjakan kasus COVID-19 terjadi imbas libur panjang. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga diterapkan Indonesia mencegah dampak kasus Corona yang terus meningka pada fasilitas rumah sakit dan tenaga medis.


"Berat bagi saya untuk menyampaikan data ini, penambahan kasus positif harian per hari ini adalah yang tertinggi sejak awal pandemi, mencapai 9 ribu, bahkan angka ini meningkat hampir 500 hanya dalam waktu satu hari ini," kata Wiku di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1/2021).


Berdasarkan data Worldometers, per Kamis (9/1/2021), Indonesia juga mencatat penambahan tertinggi kasus Corona baru, kasus kematian baru, hingga kasus aktif COVID-19. Berikut data detailnya.


Brunei Darussalam

Kasus baru: 173 kasus

Kasus aktif: 1 kasus

Kematian: -


Indonesia

Kasus baru: 9.321 kasus

Kasus aktif: 114.766 kasus

Kematian: 224 kasus


Kamboja

Kasus baru: 2 kasus

Kasus aktif: 23 kasus

Kematian: -


Laos

Kasus baru: -

Kasus aktif: 1 kasus

Kematian: -


Malaysia

Kasus baru: 3.027 kasus

Kasus aktif: 25.221 kasus

Kematian: 8 kasus


Myanmar

Kasus baru: 594 kasus

Kasus aktif: 13.925 kasus

Kematian: 14 kasus


Filipina

Kasus baru: 1.353 kasus

Kasus aktif: 23.675 kasus

Kematian: 9 kasus


Singapura

Kasus baru: 33 kasus

Kasus aktif: 222 kasus

Kematian: -


Thailand

Kasus baru: 9.636 kasus

Kasus aktif: 5.048 kasus

Kematian: 1 kasus


Vietnam

Kasus baru: 4 kasus

Kasus aktif: 121 kasus

Kematian: -


Timor Leste

Kasus baru: -

Kasus aktif: 9 kasus

Kematian: -

https://trimay98.com/movies/friend-request/


Kata BPOM Soal Beda Hasil Uji Efektivitas Vaksin Sinovac Turki-Brasil


 Vaksin COVID-19 buatan Sinovac mendapat perhatian karena jadi vaksin Corona pertama yang rencananya digunakan di Indonesia. Vaksin akan mulai disuntikkan ketika mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito, menjelaskan EUA bisa diberikan setelah ada data uji klinis tingkat tiga yang menilai efikasi vaksin. Turki dan Brasil diketahui sudah melaporkan hasil uji klinis tersebut dengan data efikasi sekitar 78-91 persen.


Turki menyebut efikasi vaksin COVID-19 sinovac mencapai 91 persen, sementara Brasil menyebut efikasi vaksin COVID-19 Sinovac mencapai 78 persen.


Menurut Penny, perbedaan hasil uji nilai efikasi tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor yang unik di tiap negara. Oleh karenanya hasil pengujian tidak bisa dibandingkan secara langsung.


"Perbedaan efikasi antara uji klinik vaksin yang berbeda-beda di setiap negara tidak bisa dibandingkan. Artinya karena dipengaruhi faktor perbedaan jumlah subjek, pemilihan populasi subjek, karakteristik subjek, dan kondisi lingkungan masing-masing," papar Penny dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual pada Jumat (8/1/2021).


"Namun yang terpenting, kalaupun ada perbedaan nilai efikasi, regulasi persyaratan dari WHO adalah lebih besar dari 50 persen efikasi telah terpenuhi," lanjutnya.

https://trimay98.com/movies/outrageous/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar