Akun yang biasa diandalkan presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bersuara, kini telah dicekal Twitter secara permanen. Sang presiden pun mengeluarkan tanggapannya.
Seperti diberitakan, Twitter memutuskan menutup akun Trump karena dicemaskan akan memicu kekerasan lebih lanjut. "Setelah review mendalam tweet terkini dari @realDonaldTrump dan konteksnya, terutama bagaimana penerimaan dan interpretasinya di Twitter, kami secara permanen menangguhkan akun itu terkait risiko bisa jadi pemicu kekerasan lebih lanjut," sebut Twitter.
Dalam tanggapannya, Trump mengaku sudah memprediksi kejadian ini. "Saya sudah memprediksi hal ini akan terjadi," demikian pernyataan Donald Trump yang dikutip detikINET dari ABC News.
Akan tetapi, Trump tidak menyerah. "Kami bernegosiasi dengan beberapa situs lain dan akan mengumumkan sesuatu yang besar segera, kami juga melihat kemungkinan membangun sendiri platform kami dalam waktu dekat. Kami tidak akan dibungkam," tambah dia.
"Twitter bukan tentang free speech. Mereka mempromosikan platform radikal kiri di mana beberapa orang paling jahat di dunia diizinkan untuk berbicara dengan bebas," demikian kritikan Donald Trump pada Twitter.
Belum jelas aplikasi apa yang akan digunakan selanjutnya oleh sang presiden. Selama ini, Twitter-nya dengan sekitar 88 juta follower merupakan aplikasi favorit bagi Donald Trump.
Trump juga telah diblokir dari Facebook tanpa batas waktu. Demikian pula aplikasi Parler yang sering digunakan oleh pendukung Trump telah dilarang oleh Google.
"Kami percaya risiko mengizinkan Donald Trump melanjutkan pemakaian layanan kami dalam periode ini terlalu besar. Maka, kami memperpanjang blokir yang sudah kami lakukan di Facebook dan Instagram-nya tanpa batas dan untuk setidaknya dua minggu ke depan sampai transisi damai selesai," demikian keputusan yang diambil oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.
https://kamumovie28.com/movies/the-influence-of-sex-on-dieting-2/
Elon Musk, Korban Bully yang Jadi Orang Terkaya Sedunia
Elon Musk telah berstatus orang terkaya dunia versi Bloomberg Billionaires Index, dengan harta diestimasi USD 194 miliar atau Rp 2.722,9 triliun. Pada tahun 2020, kekayaannya memang melesat begitu tinggi terutama berkat performa saham Tesla yang meroket.
Ia merevolusi industri pesawat antariksa melalui perusahaan SpaceX, juga mobil listrik via Tesla. Hyperloop, transportasi kereta masa depan super cepat, juga adalah gagasannya, demikian pula ide menanamkan chip ke otak manusia melalui perusahaan Neuralink. Ia memang berasal dari keluarga berada, tapi masa kecilnya tidak mengenakkan.
Elon yang lahir di Pretoria, Afrika Selatan pada 49 tahun lalu, memang bukan bocah biasa. Ia gila membaca buku, suka hal-hal berbau fiksi ilmiah dan komputer. Senang menyendiri, Elon juga agak canggung bergaul. Maka ia jadi incaran pelaku bully di sekolahnya.
Elon jadi bulan-bulanan di sekolahnya, kadang dihajar sampai pingsan. Terluka karena dijatuhkan dari tangga ke lantai bahkan sampai harus masuk rumah sakit pun pernah dialaminya.
"Mereka memanfaatkan teman baikku untuk membujukku keluar dari persembunyian sehingga bisa menghajarku. Dan itu sakit. Untuk beberapa alasan, mereka mengincarku jadi korban dan mereka melakukannya non stop," katanya yang dikutip detikINET dari Business Insider, Jumat (8/1/2021)
"Itu yang membuat masa pertumbuhanku sukar. Beberapa tahun tidak ada jeda. Kamu dikejar-kejar geng di sekolah yang mencoba memukulku dan aku pulang ke rumah dan di sana kondisinya juga buruk," kata Elon Musk lagi.
Di rumah, Elon mendapat didikan keras dari orang tuanya. Di usia 9 tahun, bapak ibunya bercerai. Pengalaman yang buruk itu, baik di sekolah maupun di rumah, membuat Elon akhirnya meninggalkan Afrika Selatan.
Sang ayah rupanya mendidiknya dengan keras. Namun mungkin masa kecil itulah yang menempa Elon Musk jadi manusia gigih. Apalagi dia sudah gemar belajar meski kadang ada yang menganggapnya bocah aneh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar