Ada banyak yang harus diperhatikan agar tak tertipu saat berbelanja online. Namun satu yang paling penting, jangan percaya pada harga yang terlalu murah dan jauh dari harga pasaran.
Contoh yang paling baru adalah keramaian soal Grab Toko (Grabtoko), di mana para konsumennya mulai mengeluhkan barang pesanannya yang tak kunjung dikirimkan oleh pihak toko.
Grabtoko, platform yang mengaku e-commerce ini memberikan promo besar-besaran hingga 90%. Misalnya saja iPhone 12 seri terbaru hanya dijual Rp 12 jutaan. Kemudian iPhone 11 juga hanya dijual Rp 7,5 juta.
Menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, sebenarnya kejadian semacam Grabtoko ini sudah berulang kali terjadi. Namun menurutnya tetap banyak korban yang tertipu, karena memang sulit menolak godaan harga miring yang ditawarkan.
"Walau berkali-kali sudah banyak kejadian penipuan, banyak orang akan tetap jatuh kepada penipuan yang sama, karena secara psikologis susah berpaling dari penawaran harga yang miring," ujar Lucky saat dihubungi detikINET, Rabu (6/1/2021).
Harga yang terlalu murah ini sebenarnya bisa dijadikan pengingat sebelum bertransaksi di dunia maya. Saat harga yang ditawarkan terlalu murah, seharusnya calon pembeli sudah harus curiga.
"Setiap penawaran dengan harga fantastis miringnya, selalu harus curiga. Apalagi metode pembayarannya transfer langsung ke perusahaan. Kalau penasaran, seharusnya pihak penjual akan ada di e-commerce yang sudah dikenal, seperti Tokped, Blibli, dan lain sebagainya," ujar Lucky.
"Keberadaan e-commerce yang jadi perantara ini bisa menjadi penyangga uang kita ketika yang menjual benar menipu," tambahnya.
Lucky pun memberikan terkait harga produk, dalam hal ini ponsel, yang terlalu murah. Menurutnya, sebenarnya keuntungan dari menjual ponsel itu tidak seberapa, terlebih lagi untuk ponsel di kelas harga murah.
"Semakin masuk tipe budget smartphone, semakin kecil keuntungan pedagang, kadang hanya Rp 5 ribu-20 ribu saja," pungkas Lucky.
Namun bukan berarti ponsel dengan harga mahal, keuntungannya bakal sangat besar juga. Menurutnya untuk ponsel baru yang harganya mahal, untungnya hanya sekitar Rp 500 ribuan.
"Jadi sulit untuk menjual dengan potongan harga sampai 7 juta rupiah dari harga normal seperti iPhone yang ditawarkan Grab Toko. Padahal saat ini mulai iPhone baru release resmi di Indonesia," jelasnya.
Bahkan, menurutnya, importirnya pun tak akan mendapat keuntungan sebesar itu. Jadi, bagaimana mungkin pihak toko bisa memberikan diskon sebesar itu. Meski mungkin memang ada yang bisa memberikan diskon sebesar itu, namun itu biasanya untuk keperluan promosi, dan kuantitasnya produknya pun tak akan banyak.
"Daripada mengejar diskon besar, uang hilang, barang tidak dapat," tutup Lucky.
https://nonton08.com/movies/seduction-3/
Aplikasi Milik Jack Ma dkk Dari China Diblokir AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk memblokir transaksi yang dilakukan lewat sejumlah aplikasi asal China. Termasuk aplikasi Alipay dari grup Alibaba milik Jack Ma.
Aplikasi tersebut antara lain adalah Alipay dari grup Alibaba milik Jack Ma, CamScanner, QQ Wallet, SHAREit, Tencent QQ, VMate, WeChat Pay, dan WPS Office, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (6/1/2021).
"(Sejumlah aplikasi dari China) terus mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan perekonomian Amerika Serikat," tulis Trump lewat perintah tersebut.
Hal ini juga dikonfirmasi oleh Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, yang mengaku kalau Kementerian Perdagangan AS bakal mengimplementasikan perintah tersebut, termasuk mengidentifikasi transaksi yang dilakukan lewat aplikasi tersebut.
Perintah ini mengikuti dua perintah sebelumnya yang dikeluarkan Trump pada Agustus 2020 lalu. Dalam perintah tersebut Trump memblokir transaksi yang dilakukan ByteDance (induk TikTok) dan WeChat.
Meski begitu, seorang hakim kemudian memutuskan untuk melarang pemblokiran WeChat, yaitu pada September dan Oktober. Sementara itu ada hakim lain yang memerintahkan untuk menyetop pemblokiran TikTok pada Desember lalu.
Tencent pun punya trik untuk mengatasi pemblokiran WeChat di AS. Yaitu dengan mengubah WeChat Work menjadi WeCom.
Menurut United States Patent and Trademark Office, Tencent mendaftarkan merek dagang WeCom pada 19 Agustus 2020. Dua sumber Tencent yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan, WeCom tidak termasuk dalam cakupan larangan transaksi terkait WeChat di AS.
Untuk diketahui, Wechat banyak digunakan oleh para ekspatriat China di AS untuk berkomunikasi dengan teman dan kolega mereka. Menurut data firma analitik Apptopia, aplikasi ini memiliki rata-rata 19 juta pengguna aktif harian di AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar