Indonesia kembali mencetak rekor baru kasus harian COVID-19. Hari ini, Sabtu (16/1/2021) terjadi penambahan kasus konfirmasi baru tertinggi sebanyak 14.224 kasus.
Rekor tersebut menyebabkan akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 896.642 kasus. Sementara pasien sembuh kini sudah mencapai 727.358 dan pasien meninggal 25.767.
Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini juga cukup tinggi yaitu 63.300 spesimen. Sementara jumlah suspek yang tercatat pada hari ini sebanyak 69.414 orang.
DKI Jakarta masih menempati posisi tertinggi kasus baru COVID-19 sebanyak 3.536, disusul Jawa Barat mencatatkan 3.460 kasus baru COVID-19.
Berikut riwayat penambahan kasus Corona di Indonesia dalam sepekan:
16 Januari 2021: Rekor baru 14.224! dari 63.300 spesimen yang diperiksa
15 Januari 2021: Rekor baru! 12.818 kasus dari 72.957 spesimen yang diperiksa
14 Januari 2021: 11.557 kasus baru dari 70.376 spesimen yang diperiksa
13 Januari 2021: 11.278 kasus baru dari 71.689 spesimen yang diperiksa
12 Januari 2021: 10.047 kasus baru dari 70.309 spesimen yang diperiksa
11 Januari 2021: 8.692 kasus baru dari 38.061 spesimen yang diperiksa
10 Januari 2021: 9.640 kasus baru dari 46.025 spesimen yang diperiksa
https://maymovie98.com/movies/the-doll-6/
Mantan Suami Nita Thalia Meninggal Kena COVID-19, Waspadai Gejala Picu Kondisi Fatal
Mantan suami pedangdut Nita Thalia, Nurdin Rudythia dikabarkan meninggal dunia akibat COVID-19. Ia meninggal di Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/1/2021) pukul 23.00 WIB.
Kabar meninggalnya Nurdin disampaikan langsung oleh kuasa hukumnya, Dedi Dj saat dihubungi awak media. Dalam penuturannya, Nurdin dikonfirmasi mengalami demam berdarah (DB) dan menghembuskan napas terakhirnya karena komplikasi pada ginjalnya.
"Jadi beliau komplikasi. Awalnya DB kemudian positif COVID, terus kena ginjal," kata Dedi pada Sabtu (16/1/2021).
Sebelumnya, Nurdin juga sempat melakukan cuci darah, hingga akhirnya kondisinya kritis dan meninggal dunia.
Saat terinfeksi COVID-19, ada beberapa faktor yang diketahui bisa memperparah gejala hingga memicu kondisi fatal. Misalnya seperti respons kekebalan tubuh, faktor usia lanjut, hingga adanya penyakit penyerta.
Selain itu, ada kondisi fatal yang disebabkan happy hypoxia. Kondisi ini terjadi saat pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah, tetapi tidak mengalami gejala sesak napas.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pun menjelaskan beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai, karena bisa memicu kondisi fatal pada pasien Corona. Berikut tanda dan gejalanya.
Kesulitan bernapas
Nyeri atau tekanan yang terus-menerus terjadi di dada
Kebingungan
Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga
Bibir, wajah, atau kuku kebiruan (kondisi ini bisa menunjukkan happy hypoxia).
Namun, sejauh ini pasien yang meninggal karena COVID-19 lebih banyak disebabkan karena adanya penyakit penyerta. Ini karena sistem imun pada pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta cenderung lebih lemah, sehingga tidak bisa melawan infeksi virus tersebut.
"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar