Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengibaratkan upaya penanganan COVID-19 sebagai perang melawan virus. Jika sistem pertahanan tidak cocok, musuh akan menyusup tanpa disadari.
Ia mengaku, perumpamaan itu didapatnya dari diskusi dengan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro.
"Pencerahan dari Pak Bambang itu menyadarkan saya ini seperti operasi counter intelligent. Musuhnya udah menyusup, musuhnya masuk, kita nggak tahu karena memang kita tidak memiliki peralatan, tidak memiliki tools, tidak memiliki proses untuk mengetahui apakah musuhnya sudah nyusup atau tidak," jelasnya.
Ia juga menyinggung pemaparan Bill Gates soal sistem persenjataan yang lebih banyak disiapkan untuk perang melawan sesama manusia, sehingga tidak cocok untuk menghadapi virus. Menurutnya, musuh yang dihadapi saat ini adalah virus yang tidak kelihatan.
Dalam penandatanganan kerja sama Surveilans Genom virus SARS-CoV-2 antara Kemenkes-Kemenristek/BRIN, Jumat (8/1/2021), Menristek Bambang Brodjonegoro juga menyampaikan pendapat senada. Untuk menghadapi musuh yang tidak kelihatan, dibutuhkan upaya lebih untuk memahami karakter virus. Karenanya, ilmu genomik sangat dibutuhkan.
"Tujuan kita melakukan genomic survelance, yang utamanya akan terbagi menjadi 2 aktivitasnya yaitu whole genome sequencing dan surveilance genomic yang bersifat spesifik, tidak hanya untuk sekadar Indonesia bisa menyampaikan informasi lebih banyak kepada dunia melalui GSAID terkait karakter virus COVID-19 yang ada di Indonesia dalam bentuk whole genome sequencing, tetapi kita juga ingin mempelajari dan mengetahui secara lebih cepat apabila terjadi mutasi virus," jelas Bambang.
Tidak hanya untuk mendapatkan informasi tentang karakter virus yang ada di Indonesia, surveilans genomik juga dibutuhkan untuk memahami efek mutasi terhadap efektivitas dan eficacy atau kemanjuran vaksin yang selama ini dikembangkan untuk COVID-19.
"Paling tidak sampai saat ini belum ada hambatan untuk efektivitas dan eficacy vaksin dari mutasi yang ada," kata Bambang.
https://kamumovie28.com/movies/happy-end-9/
Fakta-fakta di Balik Hoax Vaksin COVID-19 Memperbesar Penis
Baru-baru ini, ada informasi viral yang menyebut vaksin COVID-19 memberikan efek samping berupa penis yang membesar 3 inci atau hampir 8 cm. Ada banyak versi, tetapi dipastikan semuanya hoax.
Salah satu versi yang beredar di media sosial juga dilengkapi potongan koran yang memang menyinggung informasi tersebut. Disebutkan, informasi tersebut termuat dalam sebuah jurnal berbahasa inggris.
"Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi," demikian kutipannya.
Versi lain menggunakan gambar yang seolah-olah merupakan tangkapan layar dari tayangan breaking news sebuah acara televisi. Ada juga yang mencatut media mainstream seperti CNN.com.
Beberapa fakta yang terangkum seputar hoax tersebut adalah sebagai berikut.
1. Dibantah BPOM
Mengenai kutipan jurnal ilmiah yang disertakan di beberapa versi hoax, berbagai penelusuran memastikan bahwa penelitian tersebut tidak pernah ada. Kutipan tersebut cuma editan. Ini dipertegas juga oleh Jubir vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia.
"Hoax lah.. mana ada jurnal ilmiah pakai bahasa seperti itu. Lagian vaksin kita kan bukan rekombinan," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (7/1/2021).
2. Bersumber artikel palsu
Hoax serupa juga mencatut nama media CNN.com, dengan melampirkan gambar seolah-olah tangkapan layar berisi artikel dengan judul "Doctors encourage covid-19 vaccine injections in penis". Penelusuran index memastikan bahwa artikel tersebut tidak pernah ada.
3. Hoax dibuat dengan aplikasi online
Untuk versi beraking news, tampilan hoax yang beredar mirip seperti yang didapat dari aplikasi online. Dengan aplikasi tersebut, pengguna bisa membuat sendiri gambar yang seolah-olah hasil tangkapan layar dari tayangan breaking news, dengan gambar dan keterangan yang bisa dibuat sendiri.
Pengguna tinggi mengunggah gambar ilustrasi yang dikehendaki, lalu mengisi kolom "headline" dan "ticker". Dalam keterangannya, aplikasi tersebut ditujukan hanya untuk lucu-lucuan dan parodi, dan pengguna diingatkan untuk hati-hati karena breaking news palsu itu bisa saja menyebar atau dibagi-bagikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar