Saat ini ramai di media sosial soal dugaan penipuan yang dilakukan oleh Grab Toko (Grabtoko), di mana para konsumennya mengeluhkan karena barang pesanannya tak kunjung dikirim.
Menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, sebenarnya kejadian semacam ini sudah berulang kali terjadi. Namun menurutnya tetap banyak korban yang tertipu, karena memang sulit menolak godaan harga miring yang ditawarkan.
"Walau berkali-kali sudah banyak kejadian penipuan, banyak orang akan tetap jatuh kepada penipuan yang sama, karena secara psikologis susah berpaling dari penawaran harga yang miring," ujar Lucky saat dihubungi detikINET, Rabu (6/1/2020).
Terlebih lagi jika dalam aksinya ini si penipu tak sekadar mengandalkan harga yang kelewat miring. Melainkan juga bermodal untuk memasang iklan di mana-mana, yang bakal membuat orang percaya bahwa penawarannya memang benar.
"Apalagi kalau ada testimoni dari orang yang memang menerima barangnya, orang-orang akan percaya lebih dalam. Biasanya ini adalah pancingan, untuk meraup lebih banyak orang yang tertipu," tambahnya.
Padahal, saat ini sebenarnya sudah banyak orang yang skeptis saat ramai penawaran seperti ini. Seperti dengan mengecek berbagai hal, salah satunya nama domain yang dipakai oleh (terduga) penipu. Namun memang bagi konsumen awam, hal ini sulit dipahami.
"Sudah banyak pula netizen yang skeptis dan membantu mengecek, misalnya domain yang benar-benar baru masih hitungan hari dari Grab Toko, penggunaan word press, data dikunci, tetapi memang tidak mudah awam memahami hal ini," pungkas Lucky.
Seperti diketahui, seperti dilansir CNBC Indonesia, para konsumen di Grab Toko (Grabtoko) -- sebuah platform jual beli dengan beriklan di mana-mana -- harus mengelus dada. Sebabnya, barang yang telah dipesan tak juga dikirimkan.
Beberapa konsumen pun langsung menggeruduk kantor Grabtoko yang terletak di Plaza 89 Rasuna Said lantai 12 yang ternyata merupakan Coworking Space ini.
"Kantor sudah kosong," kata seorang pembeli di Grabtoko yang tak ingin disebutkan namanya.
Grab toko, platform yang mengaku e-commerce ini memberikan promo besar-besaran hingga 90%. Misalnya saja iPhone 12 seri terbaru hanya dijual Rp 12 jutaan. Kemudian iPhone 11 juga hanya dijual Rp 7,5 juta. detikINET pun mencoba menghubungi Grabtoko, namun tidak ada respons.
https://nonton08.com/movies/prostitution-2/
Dugaan Penipuan di Grabtoko, Ada Investor Nakal
Platform jual beli Grabtoko ramai di media sosial karena ada konsumen yang barangnya tak junjung dikirim. Belakangan manajemen mengaku ditipu investor.
Dilansir CNBC Indonesia, Rabu (6/1/2020) Managing Director Grabtoko, Yudha Manggala Putra mengatakan telah terjadi penggelapan oleh investor mereka. Hal ini menyebabkan barang yang dibeli konsumen tak kunjung datang.
"Saya Yudha Manggala Putra. Managing Director PT Grabtoko Indonesia. Pertama, mohon maaf atas keterlambatan respon dari pihak Grabtoko, saat ini kita sedang melaporkan investor Grabtoko atas penggelapan uang konsumen ke Mabes Polri di Trunojoyo Jakarta Selatan (nomer laporan menyusul setelah penyidikan). Kami juga sudah berusaha menyita aset-aset investor yang ada dan membekukan semua rekening kami, agar terhindar kerugian lebih besar lagi. Kami akan mengembalikan uang konsumen secepatnya setelah melalui proses kepolisian. Sekali lagi saya minta maaf atas kerugian yang ditimbulkan. Yudha Manggala Putra," demikian pengumuman Grabtoko lewat media sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar