Infrastruktur Palapa Ring Timur yang terletak di Provinsi Papua dibakar pada Sabtu (9/1/2021). Dua tower microwave dilaporkan mengalami kerusakan parah.
"Lokasinya di Tower B4 dan B5 yang berada Kabupaten Puncak. Pembakaran dilakukan oleh pihak yang belum diketahui identitas dan motifnya," ujar Anang Latif, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam konferensi pers yang digelar online, Senin (11/1/2020).
Akibat terbakarnya Tower B4 dan B5, jaringan Palapa Ring di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, menjadi terputus.
Tim Palapa Ring Timur telah melakukan pengecekan di lokasi pembakaran. Berbarengan dengan itu, Kominfo akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari tahu pelaku dan motif pembakaran.
"Kominfo turut mempersiapkan backup konektivitas di wilayah terdampak dengan menggunakan teknologi satelit untuk melayani kota Ilaga," terang Anang.
Adanya kejadian ini, lanjut Anang, menjadi pelajaran berharga. Karena apabila infrastruktur tidak dijaga, dampaknya akan merugikan masyarakat.
Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Kominfo akan mempererat sinergi keamanan dengan Polri, TNI dan Pemda setempat. Sebab, pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat perlu dijamin keamanannya.
https://trimay98.com/movies/the-masseuse-returns/
Setelah Vaksin COVID-19 Masih Terinfeksi? Ahli Imunisasi: Bisa, Tapi Tidak Parah
Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Prof Dr Sri Rezeki S Hadinegoro menyebut, seseorang tidak langsung 100 persen kebal setelah disuntik vaksin COVID-19. Perlu waktu untuk meningkatkan antibodi di dalam tubuh.
"Jadi kalaupun ia sudah diimunisasi kena COVID-19 InsyaAllah tidak berat kalau dia memang imun, karena kita tidak bisa tahu apakah virus yang kena itu ganas," kata Prof Sri dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin (11/1/2021).
"Lalu, setelah disuntik dua kali, itu kita nggak langsung tinggi antibodinya, kita perlu waktu untuk meningkatkan antibodi, paling tidak setelah dua kali suntik itu 14 hari sampai 1 bulan baru dia maksimal antibodi," tambahnya.
Selain itu, Prof Sri juga mengingatkan, ketika seseorang masih rentan untuk terpapar virus Corona COVID-19 masker yang digunakan tidak boleh lepas. Dan ditambah orang-orang nggak menolak untuk divaksin.
"Itu yang menjadi semuanya tidak aman, maka di sini harus sama-sama kita diimunisasi bersama-sama imun," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization vaksin COVID-19 Sinovac. Pemberian EUA ini tepat dua hari sebelum vaksinasi COVID-19 serentak dilakukan di Indonesia, yakni 13 Januari 2021 mendatang.
"Pada Senin 11 Januari, Badan POM memberikan emergency use authorization pada kondisi emergency untuk vaksin CoronaVac produksi Sinovac yg bekerjasama dengan bio farma," kata Kepala BPOM Penny K Lukito, dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar