Sabtu, 09 Januari 2021

Akhirnya, MUI Pastikan Vaksin Corona Sinovac Suci dan Halal

 Vaksin Corona Sinovac dipastikan halal. Hal ini disampaikan baik oleh Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) dan dipertegas fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kemudian yang terkait aspek kehalalan setelah dilakukan yang cukup panjang dari hasil penjelasan dari tim auditor rapat komisi fatwa menyepakati baHWa vaksin COVID-19 yang diproduksi Sinovac Life Science china yang diajukan proses sertifikasi oleh Bio Farma hukumnya suci dan halal," kata Ketua MUI Asrorun Niam dalam jumpa pers, Jumat (8/1/2020).


Sebelumnya, Kepala BPOM Penny K Lukito juga mengatakan telah memberikan data-data vaksin COVID-19 kepada MUI. Dalam laporannya, tidak ada proses yang bertentangan, atau di prosesnya, vaksin Sinovac tidak menggunakan bahan-bahan yang sifatnya tidak halal.


"Kami pun juga memberikan data-data mutu dari vaksin COVID-19 ini yang menunjukkan tidak ada proses atau tidak menggunakan bahan-bahan yang sifatnya mengandung yang tidak halal," kata Penny dalam konferensi pers yang diadakan secara virtual di hari yang sama.


BPOM juga memastikan, emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin Corona buatan Sinovac akan segera dikeluarkan setelah data-data yang dibutuhkan sudah lengkap. Soal rencana vaksinasi 13 Januari, menurutnya sudah dikomunikasikan sebelumnya.


"Imunogenisitas, netralisasi, itu sudah memberikan keyakinan pada kami sehingga EUA bisa diberikan tanggal 13 Januari 2021," tegas Penny.

https://kamumovie28.com/movies/happy-end-5/


Menkes: Perang Lawan COVID-19 Seperti Operasi Kontra Intelijen


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengibaratkan upaya penanganan COVID-19 sebagai perang melawan virus. Jika sistem pertahanan tidak cocok, musuh akan menyusup tanpa disadari.

Ia mengaku, perumpamaan itu didapatnya dari diskusi dengan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro.


"Pencerahan dari Pak Bambang itu menyadarkan saya ini seperti operasi counter intelligent. Musuhnya udah menyusup, musuhnya masuk, kita nggak tahu karena memang kita tidak memiliki peralatan, tidak memiliki tools, tidak memiliki proses untuk mengetahui apakah musuhnya sudah nyusup atau tidak," jelasnya.


Ia juga menyinggung pemaparan Bill Gates soal sistem persenjataan yang lebih banyak disiapkan untuk perang melawan sesama manusia, sehingga tidak cocok untuk menghadapi virus. Menurutnya, musuh yang dihadapi saat ini adalah virus yang tidak kelihatan.


Dalam penandatanganan kerja sama Surveilans Genom virus SARS-CoV-2 antara Kemenkes-Kemenristek/BRIN, Jumat (8/1/2021), Menristek Bambang Brodjonegoro juga menyampaikan pendapat senada. Untuk menghadapi musuh yang tidak kelihatan, dibutuhkan upaya lebih untuk memahami karakter virus. Karenanya, ilmu genomik sangat dibutuhkan.


"Tujuan kita melakukan genomic survelance, yang utamanya akan terbagi menjadi 2 aktivitasnya yaitu whole genome sequencing dan surveilance genomic yang bersifat spesifik, tidak hanya untuk sekadar Indonesia bisa menyampaikan informasi lebih banyak kepada dunia melalui GSAID terkait karakter virus COVID-19 yang ada di Indonesia dalam bentuk whole genome sequencing, tetapi kita juga ingin mempelajari dan mengetahui secara lebih cepat apabila terjadi mutasi virus," jelas Bambang.


Tidak hanya untuk mendapatkan informasi tentang karakter virus yang ada di Indonesia, surveilans genomik juga dibutuhkan untuk memahami efek mutasi terhadap efektivitas dan eficacy atau kemanjuran vaksin yang selama ini dikembangkan untuk COVID-19.


"Paling tidak sampai saat ini belum ada hambatan untuk efektivitas dan eficacy vaksin dari mutasi yang ada," kata Bambang.

https://kamumovie28.com/movies/happy-end-4/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar