Saat membeli HP, tentu ada beberapa hal yang jadi pertimbangan, baik itu desain, kamera atau sisi spesifikasi lainnya. Nah untuk konsumen di Indonesia, faktor apa saja yang paling dipertimbangkan kala akan meminang HP idaman?
Irfan Rinaldi selaku Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, mengaku bahwa pihaknya melakukan survei untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Dia pun mengungkap 3 spek yang paling dianggap penting oleh konsumen di sini.
"Pertama, mereka membutuhkan RAM besar untuk multitasking biar smooth, juga pindah pindah antar aplikasi atau game. (Kedua) memori yang besar juga, soalnya aplikasi sekarang kita install dan juga game butuh storage besar, apalagi sekarang apa apa abadikan momen dan lebih sering ke video, maka memakan space di memory," paparnya.
Itulah dua spek yang paling dipertimbangkan konsumen di sini sebelum membeli HP, berdasarkan survei dari Samsung. Nah, berada di ranking ketiga adalah faktor baterai.
"Ketiga adalah baterai yang besar untuk mendukung segala kegiatan yang dilakukan konsumen, baik di rumah aja atau bepergian, butuh baterai besar. Walau di rumah saja lebih nyaman kalau ga terus-terusan colok di charger, jadi nggak terbelenggu di charger terus," lanjur Irfan.
Itulah mengapa sebagian HP Samsung, di segmen menengah ke bawah, beberapa dibekali baterai jumbo. Galaxy A12 misalnya yang baru dirilis, baterainya 5.000 mAh. Kemudian baterai Galaxy A02s juga dibekali kapasitas baterai yang sama.
Selain seri A, seri Galaxy M di lini HP Samsung identik dengan baterai besar. Seri M ini menurut Irfan lebih ditujukan pada mereka yang lebih mobile dan membutuhkan daya tahan HP lebih tinggi.
https://kamumovie28.com/movies/h-o-t-s/
4 Bulan PDKT, Sebelum Tri-Indosat Sepakat Merger
Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo tengah mencari kecocokan antar kedua belah pihak. Empat bulan ke depan pun jadi penentuan sebelum mencapai kata sepakat untuk merger.
Disampaikan Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia M Danny Buldansyah bahwa saat ini, baik itu Tri maupun Indosat sedang mempelajari kondisi perusahaan masing-masing.
Proses tersebut akan berlangsung selama empat bulan ke depan, seperti yang tertuang dalam nota kesepahaman yang sudah ditandatangani kedua operator seluler.
"Kedua perusahaan akan berjalan seperti biasa, selagi berdiskusi mengenai kondisi kedua perusahaan," kata Danny kepada detikINET, Selasa (5/1/2021).
Danny mengatakan apabila selama proses pendekatan tersebut dan ditemukan kecocokan kedua perusahaan, bukan mustahil lagi merger bisa terjadi.
"Jika kondisi kedua perusahaan ternyata sesuai dengan ekspektasi pemegang sahamnya, maka konsolidasi atau penggabungan akan terjadi. Sesuai dengan komunikasi sebelumnya, penggabungan juga mensyaratkan dipenuhinya semua perijinan yang diperlukan," jelasnya.
Sebelumnya, Ooredoo dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara eksklusif untuk potensi menggabungkan bisnis telekomunikasi antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia.
Disebutkan periode eksklusivitas MoU ini berlaku hingga 30 April 2021, di mana itu artinya Tri dan Indosat dilarang untuk menjalin kerja sama dengan operator lain selama MoU tersebut berlaku.
Diketahui, Ooredoo menggenggam sekitar 65% saham Indosat. Sementara, di Indonesia Hutchison memiliki Tri yang dikelola PT Hutchison 3 Indonesia. Kesepakatan ini akan melibatkan penawaran tunai dan saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar