Beredar kabar mengenai warga negara China positif virus corona COVID-19. Dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, sebelumnya Jin dikabarkan sempat berkunjung ke Bali di akhir Januari lalu.
Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi Anhui, Jin disebut terbang ke Bali dari Wuhan pada tanggal 22 Januari. Setelah itu, dia melakukan perjalanan ke Shanghai pada tanggal 28 Januari.
Sekjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Achmad Yurianto, menyebut melihat tanggal kejadian pihaknya melakukan penelusuran mulai dari tanggal 12 Januari. "22 (Januari) masuk, tetapi saya sisir dari 12 sampai 28 karena data cuma menyebut Jin," sebutnya.
Sesuai dengan pernyataan resmi CDC Huainan, pasien disebut terdiagnosa positif pada tanggal 5 Februari. Oleh karena itu Kemenkes memperkirakan pasien terinfeksi sekitar tanggal 27-28 Januari.
"Kalau kita hitung mundur 10 hari, ketemu tanggal 27 atau 28. Itu sudah mepet waktu pulang. Tentunya kita berpikir tanggal 27 dulu, kalau 27 dia masih di Indonesia,"
Tidak sampai disitu, Kemenkes juga melakukan pengecekan spesimen yang dikumpulkan Balitbangkes dari Bali pada rentang waktu sama. Disebutkan ada sekitar 14 spesimen yang semuanya negatif.
Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suarjaya, juga sedang melacak dan menginvestigasi kegiatan Jin selama berada di Bali. Meski demikian menurutnya kecil kemungkinan WN China tersebut terinfeksi virus corona di Bali.
"Karena kita lihat juga kronologis kejadiannya itukan 8 hari setelah dia meninggalkan Bali. Kalau melihat masa inkubasi 3-7 hari kemungkinan pertama ya dia berarti sakitnya enggak di Bali," sebutnya.
Kabar terakhir dari Kedutaan Besar RI di Shanghai menyebut Jin dirawat di rumah sakit khusus pada tanggal 5 Februari dan telah dinyatakan sembuh sehingga boleh kembali ke rumah di tanggal 10 Februari.
Menkes: WNI yang Diobservasi di Natuna Pulang Besok via Halim
Sebanyak 238 WNI dari Wuhan di observasi di Natuna. Setelah melalui masa inkubasi selama 14 hari, mereka akan segera dipulangkan ke tempat tinggalnya masing-masing. Bagaimana rencana pemulangannya?
Menteri KesehatanTerawan Agus Putranto menjelaskan pemulangan akan dilakukan pada 15 Februari 2020, esok hari. Mekanisme pemulangan akan langsung diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma.
"Ya, update tetap sama, berakhirnya masa observasi adalah tanggal 15 Februari jam 12 siang. Jadi sesegera mungkin sesudah itu kita dengan ya upacara sedikit lah pelepasan, supaya mereka juga sadar bahwa mereka sudah selesai masa-masa observasinya dan saya akan ke sana.
Terawan mengatakan akan ikut hadir dalam agenda pemulangan WNI di Natuna. Menurutnya, hal ini adalah momen haru bersama ketika mereka sudah melewati masa observasi di Natuna.
"Besok pagi saya akan ke sana ikut menyiapkan melepaskan mereka bagaimana nanti kita bisa melihat haru birunya mereka bahagianya, melihat orang bahagia itu kan kita ikut berbahagia. Apalagi keluarganya nanti yang menerimanya. Apalagi masyarakat sekitarnya yang menerimanya. Wah sungguh mereka semua berbahagia, kangen lah kangen-kangenan," tambahnya.
Terawan juga menegaskan hingga saat ini mereka dalam kondisi sehat. Menurutnya, hal ini berkat doa yang dari seluruh masyarakat Indonesia.
"2 Minggu kita observasi, kan memang terbukti, sampai detik ini saya berbicara ini mereka semua tetap sehat. Kenapa? Karena doa dari seluruh rakyat dan bangsa Indonesia," pungkasnya.
https://nonton08.com/live-by-night/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar