Pacar saya pergi meninggalkan saya begitu saja. Saya merasa tidak melakukan perselingkuhan, tetapi dia menyelingkuhi saya dan lebih memilih pria barunya. Apa salah saya dan kenapa itu secara tiba-tiba bisa terjadi? Dia seperti bukan pasangan yang saya kenal sebelumnya. Terima kasih.
(Dicky)
Jawab:
Kartu yang terbuka untuk Dicky adalah King of Pentacles, Three of Wands dan Nine of Swords. Dari kartu-kartu ini tampaknya mantan Anda memilih untuk bersama dengan orang yang lebih mapan dari sisi finansial dan terkesan bisa mengambil alih semua problemnya. Jelas sebenarnya ada unsur ingin "panjat sosial" juga, namun selama ini Anda tampaknya dibutakan oleh rasa cinta Anda untuk sang mantan ini.
Sebaiknya tidak usah mencari kesalahan diri, lebih baik lain kali pilihlah wanita yang jugeur dengan dirinya sendiri. Yang bisa tumbuh dan berkembang bersama dan saling menghargai satu sama lain. Tidak usah khawatir, dalam tahun ini Anda akan bertemu dengan beberapa calon asalkan Anda mau membuka hati dan legowo dengan kondisi yang dialami sekarang ini.
Fakta tentang Brompton, Sepeda Mahal yang Jadi Incaran
Hingga akhir 2019 lalu predikat sepeda termahal salah satunya masih dipegang oleh Brompton. Tak tanggung-tanggung harga per unitnya bisa mencapai di atas Rp 50 juta, tergantung dari jenisnya.
Meski harganya tak murah, namun sepeda Brompton banyak digemari para goweser di tanah air baik yang pesepeda sejati atau hanya sekadar gaya hidup. Tak heran jika beberapa waktu lalu sampai ada yang berusaha menyelundupkan sepeda Brompton di atas pesawat Garuda Indonesia.
Brompton adalah sebuah merek sepeda lipat premium asal Inggris yang berkantor pusat di Greenford, London.
Berikut beberapa hal tentang Brompton yang perlu kamu ketahui:
1. Sejarah Brompton
Karena harganya yang mahal, Brompton menjadi sepeda lipat yang memiliki gengsi tersendiri di komunitas pesepeda. Nama Brompton berasal dari 'Brompton Oratory', sebuah gereja di London yang bisa dilihat dari jendela apartemen Andrew Ritchie ketika ia merintis usahanya pada tahun 1976.
Di tahun 1970-an, Ritchie dikenalkan oleh ayahnya kepada Bill Ingram, yang sedang mencari dana untuk Bickerton, perusahaan Inggris pelopor sepeda lipat.
2. Penjualan Awal Brompton
Setelah bertemu dengan Bill Ingram, Ritchie pun langsung mendesain sepeda. Sempat menawarkan hasil prototipe pertamanya ke perusahaan sepeda raksasa, namun Ritchie belum berhasil.
Meskipun hanya mendapat 30 pesanan, Ritchie justru membuat 50 sepeda lipat. Dengan berjalannya waktu akhirnya Ritchie mendapat dana yang cukup dari investor dan akhirnya berhasil memproduksi sepeda dengan kondisi yang layak di tahun 1988 di wilayah Brentford. London.
3. Brompton di Indonesia Harus Ber-SNI
Sepeda lipat dari Inggris, Brompton tidak bisa sembarangan beredar di Indonesia. Sepeda ini harus memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kepala Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Standarisasi Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan, produk apa pun yang dipasarkan di Indonesia, harus mengikuti SNI.
Terkait hal ini, Kasubdit Pengawasan dan Penegakan Hukum Standarisasi Industri BPPI, Kemenperin, Yosi menambahkan, mengacu Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Sepeda Roda Dua Secara Wajib, sepeda Brompton harus berlogo SNI. Sebab, Indonesia terikat peraturan World Trade Organization (WTO/Organisasi Perdagangan Dunia).
https://nonton08.com/good-take/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar