Rabu, 19 Agustus 2020

Berapa Gaji 'Kakek Sugiono' dan Kawan-kawan Sekali Shooting?

Pernah dengar meme dengan sisipan kata 'Kakek Sugiono'? Sudah tahu siapa dia sebenarnya?
'Kakek Sugiono' ini adalah Shigeo Tokuda, aktor film porno asal Jepang yang lahir pada 18 Agustus 1934. Shigeo kini sudah pensiun, tapi mukanya sering nongol di meme-meme yang disebar netizen.

Pada waktu masa aktifnya sebagai bintang porno, kakek legendaris ini biasa dibayar berapa ya?

Tidak ada sumber yang memastikan berapa besarnya bayaran Kakek Sugiono sekali shooting, namun ada beberapa bocoran yang bisa dijadikan acuan.

Seperti dikutip dari Asian Money Guide, Rabu (19/8/2020), bayaran bintang porno Jepang sangat tergantung dari popularitasnya.

Menurut eks aktris porno Jepang bernama Emiri Okizaki, untuk aktor atau aktris pemula biasanya dapat bayaran US$ 2.000 (Rp 28 juta) sampai US$ 6.000 (Rp 80 juta) sekali shooting.

Sementara aktris dan aktor yang sudah punya nama bisa dibayar US$ 10.000 (Rp 140 juta) hingga US$ 30.000 (Rp 400 juta) sekali shooting. Bahkan ada juga yang sampai dibayar US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) kalau si pemain sudah sangat terkenal.

Namun biasanya, nilai bayaran antara aktris dan aktor ada sedikit perbedaan. Aktor porno biasanya dibayar sedikit di bawah aktris porno.

Meski bayarannya besar, jadi bintang porno ternyata tidak menjanjikan karir cemerlang. Apalagi banyaknya persaingan, terutama dari bintang-bintang baru yang muncul dengan usia yang lebih muda.

Shigeo sendiri baru mulai jadi bintang porno setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai agen perjalanan di usia 60 tahun. Karena sudah tidak ada kerjaan dan banyak waktu senggang, Shigeo pun memilih untuk berakting di depan kamera dengan lawan main yang jauh lebih muda dan lama-lama dapat gelar 'Kakek Sugiono' di Indonesia.

Luhut: Sekarang Mulai Kelihatan Kita Bisa Kendalikan COVID-19

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai saat ini pemerintah sudah bisa mengendalikan pandemi virus Corona. Capaian ini diklaim setelah tiga bulan mengalami tekanan yang besar.
"Indonesia ini negara besar, dalam COVID-19 kita alami banyak hambatan. Saya sampaikan dalam kurun waktu singkat, setelah 3 bulan alami tekanan besar, sekarang mulai kelihatan kita bisa kendalikan COVID-19," ujar Luhut dalam webinar bersama Kemenhub, Rabu (19/8/2020).

Meski begitu, dia menegaskan kehati-hatian masih harus tetap dilakukan. Luhut juga berharap vaksin virus Corona bisa cepat diuji dan bisa digunakan awal tahun depan.

"Walaupun kita saat ini masih sangat hati-hati dalam penanganan ini. Kita berharap juga vaksin COVID-19 bisa segara ditemukan dan digunakan awal tahun depan," ujar Luhut.

Pemerintah menurutnya sudah berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan stimulus ekonomi lewat APBN. Dia menegaskan bahwa saat ini pencairan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) terus berjalan.

"Stimulus ekonomi maupun APBN juga sudah berjalan searah, pencairannya juga sudah berjalan dengan benar. Saya lihat Indonesia makin bagus," kata Luhut.

"Tinggal kerja sama bangkit dari tekanan COVID-19 yang ganggu ekonomi kita dan global," ungkapnya.
https://cinemamovie28.com/welcome-to-the-punch/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar