Jepang baru saja mengumumkan kematian pertama pasien positif virus corona dengan nama resmi COVID-19. Jepang menjadi negara ketiga di luar China yang mengumumkan kematian orang terpapar virus corona.
"Ini adalah kematian pertama seseorang yang positif virus corona," sebut Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobo Kato, dikutip dari The Guardian. Korban adalah seorang wanita berusia 80 tahun yang telah dirawat di rumah sakit sejak 1 Februari setelah didiagnosis pneumonia berat.
Wanita yang berasal dari Kanagawa itu tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, termasuk ke dataran China atau Wuhan yang menjadi tempat penyebaran virus corona. Pihak berwenang saat ini tengah mencari bagaimana ia tertular virus tersebut.
"Dia dicurigai terinfeksi virus corona sehingga dilakukan pengujian. Hasil tes positif dikonfirmasi setelah kematian," tuturnya. Korban adalah ibu mertua dari seorang supir taksi yang juga menjadi pasien baru yang terkonfirmasi virus corona.
Wanita di Kanagawa menjadi korban kematian ketiga virus corona di luar dataran China. Sebelumnya Hong Kong dan Filipina masing-masing melaporkan kasus kematian di negara mereka. Angka yang terinfeksi saat ini tercatat lebih dari 60 ribu dengan korban meninggal sebanyak 1.368 di seluruh dunia.
Kurang Konsumsi Serat? Hati-hati Ini Penyakit yang Mengintai
Banyak yang belum mengetahui kegunaan mengonsumsi serat, bahkan di Indonesia konsumsi makanan berserat masih belum menjadi sebuah kebiasaan. Berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, pada tahun 2013 penduduk Indonesia di atas 10 tahun sebanyak 93,5% di antaranya tidak mengonsumsi sayur dan buah.
Dilansir dari CNN Health International ternyata mengonsumsi makan berserat tinggi dapat memiliki berbagai keuntungan. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan orang yang mengonsumsi serat tinggi memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang asupan seratnya rendah. Sehingga mengonsumsi serat akan sangat penting bagi tubuh.
Berbagai penyakit yang berat pun ditengarai dapat menyerang apabila kita jarang mengonsumsi makanan berserat tinggi. Penyakit tersebut antara lain stroke, jantung, diabetes tipe 2, bahkan sampai kanker kolorektal.
"Tak sedikit orang yang tidak menyukai sayuran. Padahal, bahan makanan yang mengandung serat tinggi baik untuk tubuh kita. Kandungan yang membuat suatu makanan menjadi sehat adalah serat yang memberikan benefit seperti dapat menurunkan kadar gula darah dengan mempertahankan rasa kenyang, juga melancarkan pencernaan sehingga bab lancar tiap hari sehingga proses metabolisme menjadi lebih lancar," ujar Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur kepada detikHealth, baru-baru ini.
Untuk memperoleh manfaat serat tersebut tentunya harus memenuhi kebutuhan serat harian tubuh. Menurut Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI, rata-rata orang dewasa Indonesia membutuhkan 25-30 gram serat. Angka tersebut dapat dipenuhi dari pemilihan jenis dan jumlah bahan makanan yang tepat.
https://nonton08.com/the-call-up/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar