Sabtu, 08 Agustus 2020

Ikut Kontes Kecantikan Transgender, Millendaru Siap Jika Ada Kontroversi

Millendaru alias Millen Cyrus jadi salah satu finalis kontes kecantikan Miss International Queen Indonesia 2020. Mengikuti ajang pencarian transgender tercantik, tentu kontroversi akan menyertai perjalanan keponakan Ashanty ini, dalam meraih kemenangan.
Menanggapi kontroversi yang mungkin akan terjadi, Millendaru mengaku siap dengan apapun konsekuensinya. Sebab tujuannya ikut dalam ajang ini adalah sebagai pembuktian kalau transgender juga bisa berprestasi.

"Itu udah pasti jadi kontroversi. Ini aja udah mau ikut aja ketahuan kan. Udah pasti jadi kontroversi dan heboh banget. Tapi nggak apa-apa dengan itu kan aku banyak supporter yang membangunkan semangat," ujar Millendaru saat dihubungi Wolipop, Selasa (4/8/2020).

Selain mental, selebgram berusia 20 tahun ini juga mempersiapkan fisik agar bisa tampil maksimal saat malam final. Salah satunya fitnes.

"Ada fitnes, yoga, meditasi. Pokoknya semua hal yang positif karena untuk ikut ajang ini kita harus benar-benar bersih".

Millendaru juga menjaga pola makan. Dia menjalani diet khusus untuk mempertahankan bentuk tubuhnya yang ramping.

"Makan aku juga dijaga sekali. Aku ada diet khusus cuma makan roti dengan sayur-sayran. Aku lebih ke vegan aja sih," ucapnya.

Miss International Queen Indonesia yang diikuti Millendaru merupakan kontes kecantikan dengan semua pesertanya adalah transgender, atau kata lainnya transpuan. Pertama kali diadakan pada 2004, ajang ini disebut sebagai kontes kecantikan transgender terbesar dan paling bergengsi di dunia.

Viral, Kisah Miris Siswa Jahit Ulang Masker Bekas karena Tak Mampu Beli Baru

Masker penutup wajah adalah salah satu benda terpenting yang harus selalu digunakan sebagai pelindung untuk mencegah infeksi virus Corona. Kebanyakan pemerintah negara juga sudah mewajibkan penggunaan masker bagi setiap orang demi kenyamanan bersama.
Demikian pula halnya dengan pemerintah Malaysia. Sejak Sabtu (1/8/2020), Malaysia sudah kembali mewajibkan masyarakatnya untuk menggunakan masker. Dan jika melanggar, akan ada denda yang harus dibayar, yaitu sekitar Rp 3,4 juta.

Tapi pada kenyataannya tidak semua orang memiliki uang yang cukup untuk membeli masker yang layak. Seperti dikutip dari Mstar, seorang guru menceritakan pengalaman miris dari seorang muridnya yang tidak mampu membeli masker baru. Kisah yang diunggah di Twitter itu lalu menjadi viral dan banyak mengundang simpati para netizen.

Menurut cerita dari seorang guru di Sekolah Kebangsaan Gas, Sandakan, Sabah yang bernama Fazri Hassan, awalnya dirinya pun merasa kaget ketika mendapati masker dari salah seorang muridnya yang terlihat kotor. Setelah diamati, ternyata tali masker tersebut juga telah dijahit ulang.

"Hari ini saya menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan siswa tentang penggunaan masker wajah saat berada di tempat yang ramai. Saya terdiam sesaat ketika saya melihat topeng wajah seorang siswa terlihat kotor dan siap untuk menjahit talinya lagi," tulis Fazri di Twitter sambil menyertakan foto masker milik siswanya itu
https://kamumovie28.com/anak-hoki-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar