Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un punya potongan rambut yang khas. Sejak menjadi pimpinan tertinggi negara komunis tersebut pada 2011, pria yang diisukan telah meninggal dunia ini memang kerap tampil dengan gaya rambut nyentrik.
Model rambut mini bouffant Kim Jong Un selalu tersisir rapi ke belakang dengan polesan gel. Bagian samping dan belakang dipangkas lebih tipis, sehingga rambut tebal hanya ada di bagian tengah.
Gaya rambut ikonik ini dikatakan terinspirasi dari kakeknya Kim Il Sung. Seperti dikutip dari GQ, Kim Jong Un sangat mengagumi sosok pendiri Korea Utara itu.
Dengan memiliki gaya rambut mirip sang kakek, dia berharap bisa meraih kekuasaan dan disegani seperti Kim Il Sung. Lalu pada 2015, seorang sumber di Pyongyang mengungkapkan kalau para pria di Korea Utara diperintahkan memotong rambutnya seperti Kim Jong Un.
Seperti dikutip Business Insider dari Cholsun Ilbo, pihak berwenang melarang pria memanjangkan rambutnya lebih dari 2 cm. Mereka hanya diizinkan memiliki gaya rambut sesuai yang telah ditentukan.
Namun berdasarkan pengalaman seorang reporter saat berkunjung ke salah satu barber shop di Korea Utara, gaya rambut a la Kim Jong Un tidak terdapat dalam pilihan foto yang dianjurkan. New York Post melansir bahwa warga Korea Utara bisa memilih 15 gaya rambut yang telah disetujui pimpinan.
Berdasarkan foto yang diunggah reporter bernama Mika Makelainen tersebut, dari 15 gaya rambut, tidak ada satu pun yang mirip potongan bouffat berbentuk 'trapesium' seperti Kim Jong Un.
"North Korean men can choose between 15 approved haircut styles. I had the most popular one - and it's not like Kim Jong Un," cuitnya di Twitter.
Kim Jong Un sendiri debut dengan gaya rambut bouffant 'trapesium' pada Februari 2015. Potongan rambut Kim Jong Un kala itu langsung jadi perhatian publik. Beberapa media bahkan membuat penyebutan sendiri untuk menggambarkan gaya rambut Kim Jong Un.
CNN misalnya, menyebutnya sebagai 'power haircut'. Sementara Telegraph dan New York menamainya rambut 'ambisius'.
Alasan Tidak Perlu Menggunakan Makeup Saat Pakai Masker Medis
Selain perlu mengetahui cara menggunakan masker medis yang tepat, ada juga hal-hal lain yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan makeup saat menggunakan masker medis. Dokter menjelaskan mengapa tidak perlu menggunakan makeup saat menggunakan masker medis dan N95.
Pasokan masker yang sedikit membuat rumah sakit mensterilkan masker medis dan N95 sehingga bisa digunakan kembali. Namun, masker tidak bisa disterilkan jika sudah terkontaminasi dengan makeup.
"Banyak tempat yang mengumpulkan masker N95 untuk disterilisasi, tapi jika ada makeup di atasnya, maka dianggap kotor atau terkontaminasi sehingga kami tidak bisa mensterilkannya," terang Dr. Anne Liu, seorang ahli penyakit menular di Stanford Health Care, California, AS, seperti dikutip dari Allure.
Makeup yang menempel pada masker bisa merusak bahan sehinggga membuat kain penghalang jadi kurang efektif, begitu menurut Dr. Cassandra M. Pierre, ahli penyakit menular dari Boston Medical Center.
"Untuk masker medis dan N95, dan mungkin juga masker kain, makeup bisa mencemari masker dan menurunkan efektivitas penyaring udara. Sementara tugas masker adalah untuk melindungi diri dari patogen berbahaya di udara, sehingga kotoran dari makeup menyebabkan kurangnya kemampuan masker untuk menyaring," ujar Dr. Cassandra.
Dr. Cassandra mengatakan bahwa lipstik, blush on, foundation hingga tinted sunscreen bisa mengurangi kemampuan kerja masker. Bukan hanya makeup, produk pria seperti krim aftershave bisa mengotori masker sehingga kurang efisien. Begitu juga dengan skincare seperti sunscreen atau pelembap berbahan dasar krim yang menempel pada masker.
https://indomovie28.net/the-snow-queen-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar