Sabtu, 11 Januari 2020

Jurus Taiwan untuk Menarik Turis Indonesia

 Indonesia menjadi target pariwisata Taiwan. Ada beberapa langkah yang telah mereka persiapkan untuk menarik turis dari Indonesia.

Dalam jumpa media, Jumat (19/7/2019) di Intiland Tower Jakarta, Taiwan Tourism Bureau bersama Taiwan Visitors Association dan Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Indonesia, John Chen meresmikan Pusat Informasi Pariwisata Taiwan. Dengan adanya pusat informasi ini, mempermudah turis Indonesia datang ke Taiwan.

Pada tahun 2018, kunjungan turis Indonesia ke Taiwan meningkat sebanyak 11 persen dengan jumlah wisatawan mencapai 210 ribu orang. Jumlah ini menjadi harapan untuk Taiwan menarik turis Indonesia lebih banyak lagi ke Taiwan.

"Indonesia negara yang berkembang dan pasarnya luas. Karena itulah kami dirikan pusat informasi untuk mempermudah turis Indonesia untuk mencari informasi tentang Taiwan," ungkap Ease Huang, Direktur Internasional Taiwan Tourism Bureau.

Selain itu, Taiwan juga telah meluncurkan buku panduan wisata khusus untuk wisatawan Indonesia. Buku dicetak dalam bahasa Indonesia.

"Kami telah meluncurkan sebuah buku panduan wisata khusus warga Indonesia. Buku ini berisi semua informasi tentang pariwisata Taiwan dalam bahasa Indonesia," kata Chaoyen Wu, Sekretaris Taiwan Visitor Association.

Wu juga menjelaskan bahwa mereka berkomitmen mengembangkan pariwisata Taiwan di Indonesia. Mereka akan bekerjasama dengan travel agent dan media.

"Pendirian tourism centre ini bentuk keseriusan kami untuk mempermudah turis Indonesia. Juga kami akan bekerjasama dengan travel agent dan media untuk mrmperkenalkan Taiwan ke turis Indonesia," tambah Wu.

Tambahnya lagi, untuk pengurusan visa ke Taiwan sangatlah mudah. Turis Indonesia bisa mengurusnya secara online dalam waktu singkat.

"Kami mempermudah turis Indonesia untuk mengurus dan juga mendapatkan pembebasan visa. Cukup daftar online dan isi semua pertanyaan di dalam form. Setelah itu print dan siap berangkat ke Taiwan. Kalau butuh informasi lebih, datang saja ke pusat informasi ini," tutup Wu.

Danau Toba Dikucuri Rp 2 Triliun Untuk Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya memprioritaskan Danau Toba dari anggaran pembangunan pariwisata. Duit ini untuk membangun segala infrastruktur wisata.

"Rp 6,4 triliun itu untuk 4 destinasi. Averagenya sekitar Rp 1,6 triliun. Danau Toba bisa lebih, karena lebih besar daerahnya," jelas Arief Yahya di Balige, Jumat (19/7/2019).

Menpar Arief Yahya bersama Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo dan Bupati Tobasa Darwin Siagian, memantau kawasan Danau Toba. Pemerintah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp 6,4 triliun untuk pengembangan 4 destinasi wisata di Indonesia.

Keempat destinasi itu adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. Danau Toba diprioritaskan mendapat dana lebih dikarenakan, kawasan wisata yang ada lebih besar.

Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan utilitas dalam kawasan wisata Danau Toba. Di luar kawasan sudah terbukti dan bisa, misalnya yang dahulu jalan kabupaten, sekarang menjadi jalan nasional dan sudah dibangun oleh Kementerian PUPR.

"Nah ini untuk pembangunan di bagian dalam kawasan Danau Toba," urai Menpar Arief Yahya.

Pembangunan di dalam kawasan wisata yang dimaksud adalah, jalan, air dan listrik. Jika itu sudah dilakukan maka investor akan sangat mudah datang. Saat ini katanya, sudah ada tujuh investor yang sudah siap dengan proyeksi investasi sekitar 6 triliun.

"Nah kita harapkan, jika itu dipercepat kita akan mempercepat investor lain untuk datang," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, seandainya dari Rp 6,4 triliun, Danau Toba memperoleh alokasi dana sebesar Rp 2 triliun untuk membangun infrastruktur di dalam, itu mungkin bisa mempercepat datangnya investor.

"Nanti akan dirapatkan lagi apa kebutuhan yang di sini. Apa-apa aja yang diusulkan destinasi utama kelas dunia," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar