Eks Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tetap akan menggelar Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 meski telah dibatalkan. Ini alasannya.
"Tadi kalau kita lihat bagaimana masyarakat pecinta F8, itu kita berkesimpulan bahwa F8 perlu dilaksanakan. Maka dengan itu, saya akan rapat dengan teman teman, saya kira F8 itu harus dilaksanakan dan ini sekaligus meng-clearance bahwa F8 bukan proyek, bukan jualan politik juga, Ini adalah bagian dari seni," kata Danny Pomanto, Jumat (19/7/2019).
Danny menyebut pagelaran F8 merupakan harga diri Makassar. Jika harus dibatalkan, pasalnya sejumlah tamu dari negara lain dan Kabupaten Kota di Indonesia menyatakan diri siap hadir.
"Bagi saya ini bukan politik, ini demi Makassar, demi Indonesia. Siri na pacce nya (Malu) kita. Harga diri kita di mata internasional, banyak negara sudah bersedia untuk hadir begitu pun dengan kota-kota. Jadi, yang pertama adalah karena F8 sudah menjadi siri'nya kita, kita harus menghargai seburuk apapun keputusan Pemkot saya lihat draftnya tapi belum ditandatangani oleh pak Sekda," jelasnya.
Saat ini sejumlah orang telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pariwisata terkait penyelengaraan F8. Meski nanti jika F8 digelar oleh swasta atau tanpa Pemerintah.
"Waktu agak sempit, tentunya harus koordinasi dulu dengan kementerian. Sudah ada sinyal kementerian tidak ada masalah kalau swasta atau tanpa pemerintah dibuat. Karena persoalannya itu adalah di festival, bukan siapa penyelenggaranya, apalagi saya sebagai pencipta ada di situ juga membantu teman-teman," terangnya.
"Keberadaan saya di situ adalah bagian daripada industri kreatif. Harus dibedakan itu, kecuali barangkali orang yang salah pakai kacamata. Kalau kacamatanya politik pasti semuanya politik," tutupnya.
Jurus Taiwan untuk Menarik Turis Indonesia
Indonesia menjadi target pariwisata Taiwan. Ada beberapa langkah yang telah mereka persiapkan untuk menarik turis dari Indonesia.
Dalam jumpa media, Jumat (19/7/2019) di Intiland Tower Jakarta, Taiwan Tourism Bureau bersama Taiwan Visitors Association dan Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Indonesia, John Chen meresmikan Pusat Informasi Pariwisata Taiwan. Dengan adanya pusat informasi ini, mempermudah turis Indonesia datang ke Taiwan.
Pada tahun 2018, kunjungan turis Indonesia ke Taiwan meningkat sebanyak 11 persen dengan jumlah wisatawan mencapai 210 ribu orang. Jumlah ini menjadi harapan untuk Taiwan menarik turis Indonesia lebih banyak lagi ke Taiwan.
"Indonesia negara yang berkembang dan pasarnya luas. Karena itulah kami dirikan pusat informasi untuk mempermudah turis Indonesia untuk mencari informasi tentang Taiwan," ungkap Ease Huang, Direktur Internasional Taiwan Tourism Bureau.
Selain itu, Taiwan juga telah meluncurkan buku panduan wisata khusus untuk wisatawan Indonesia. Buku dicetak dalam bahasa Indonesia.
"Kami telah meluncurkan sebuah buku panduan wisata khusus warga Indonesia. Buku ini berisi semua informasi tentang pariwisata Taiwan dalam bahasa Indonesia," kata Chaoyen Wu, Sekretaris Taiwan Visitor Association.
Wu juga menjelaskan bahwa mereka berkomitmen mengembangkan pariwisata Taiwan di Indonesia. Mereka akan bekerjasama dengan travel agent dan media.
"Pendirian tourism centre ini bentuk keseriusan kami untuk mempermudah turis Indonesia. Juga kami akan bekerjasama dengan travel agent dan media untuk mrmperkenalkan Taiwan ke turis Indonesia," tambah Wu.
Tambahnya lagi, untuk pengurusan visa ke Taiwan sangatlah mudah. Turis Indonesia bisa mengurusnya secara online dalam waktu singkat.
"Kami mempermudah turis Indonesia untuk mengurus dan juga mendapatkan pembebasan visa. Cukup daftar online dan isi semua pertanyaan di dalam form. Setelah itu print dan siap berangkat ke Taiwan. Kalau butuh informasi lebih, datang saja ke pusat informasi ini," tutup Wu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar