Awak kabin harus selalu siap dalam berbagai situasi. Seperti di dalam pesawat ini, awak kabin bantu seorang ibu melahirkan di toilet.
Sebuah penerbangan dari maskapai Middle East Airlines (MEA) mendapat banyak pujian. Diintip detikcom dari Fox News, Rabu (31/7/2019) pesawat ini terbang dari Qatar ke Libanon.
Tak ada yang menduga, seorang wanita harus melahirkan selama penerbangan dalam pesawat tersebut. Wanita yang tak disebutkan namanya itu harus melahirkan di dalam toilet pesawat.
Saat mengetahui wanita tersebut akan melahirkan, segenap awak kabin langsung mencari bantuan medis di dalam pesawat. Sayangnya tak ada satu pun penumpang yang berprofesi sebagai dokter saat itu.
Tak kehilangan semangat, beberapa awak kabin masuk ke dalam toilet. Mereka membantu proses kelahiran sampai selesai.
Kebahagiaan terpancar saat mengetahui bayi perempuan tersebut lahir dengan selamat. Awak kabin membantu menggendong bayi dan menyelimutinya dengan hati-hati.
Sang pilot yang mengetahui adanya proses melahirkan di dalam pesawat juga mengambil tindakan. Pesawat seketika itu dialihkan untuk mendarat di Kuwait.
Sesaat setelah mendarat, sang ibu dan bayinya langsung dibantu oleh tenaga medis profesional untuk mendapat perawatan. Pesawat pun kembali lepas landas menuju Beirut, Libanon.
Kesigapan awak kabin MEA viral di Media Sosial. Grup Aviasi Lebanese Plane Spotters, membagikan kabar bahagia ini akun Facebooknya. Postingan ini mendapat 431 komentar dan telah dibagikan sampai ribuan kali.
Koteka Sebenarnya Terbuat dari Apa Sih?
Menurut peneliti dari Balai Arkeologi Papua, pengguna koteka atau pakaian adat Papua untuk pria mulai berkurang. Kamu tahu nggak koteka terbuat dari apa?
Bagi traveler yang belum tahu, koteka merupakan pakaian tradisional khas Papua yang berfungsi untuk membungkus alat kelamin pria. Bagi Suku Dani, Koteka juga kerap disebut sebagai Holim.
Menurut peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada detikcom, Rabu (31/7/2019), koteka mulai ditinggalkan karena perubahan zaman.
"Sekarang, yang memakai koteka hanyalah generasi-generasi tua dan di wilayah yang jauh dari perkotaan," ujarnya.
Traveler mungkin sudah ada yang pernah melihat koteka seperti apa, baik melihat secara langsung atau lewat internet. Hanya saja, mungkin tak sedikit yang belum tahu perihal asal muasal koteka.
Faktanya, koteka terbuat dar buah labu yang memanjang. Bentuknya memang sedikit berbeda di Papua, apabila dibandingkan dengan buah labu yang identik dengan perayaan Halloween di Amerika Serikat.
Kebetulan, detikcom pun pernah bertandang ke Papua dan melihat langsung pohon labu yang menjadi asal muasal koteka beberapa waktu lalu.
"Namanya pohon koteka atau pohon Bobe. Itu buahnya yang dipakai untuk membuat koteka, seperti labu itu," cerita pemandu rombongan kami yang bernama Herriman Sihotang.
Di Papua, pohon koteka yang menghasilkan labu (Lagenaria siceraria) tersebut memang dipakai oleh masyarakat sekitar untuk dibuat koteka. Secara fisik buah labu tersebut berwarna kehijauan dan tidak berbentuk bundar, melainkan lonjong dan berlekuk.
Cara membuat koteka pun ternyata cukup mudah. Pertama, buah labu dipotong ujungnya sesuia 'ukuran penggunanya kemudian dipanaskan dengan cara ditaruh di atas bara api.
Proses ini penting dilakukan agar lebih mudah mengeluarkan isi buah nantinya. Setelah itu, buah dikeluarkan dan dijemur sampai benar-benar kering selama sehari hingga warnanya berubah cokelat keemasan.
Agar lebih indah, buah labu yang sudah kering itu pun dilukis dengan berbagai motif khas Papua agar tampak lebih indah. Selain dilukis, tak jarang koteka ditempeli dengan bulu burung cendrawasih di ujungnya. Malah tak jarang juga ditempeli dengan ornamen lain, di mana membuat koteka sebagai simbol prestige dan status pemakainya.
Selain menjadi alat penutup kelamin dan simbol kebanggaan, koteka juga menjadi salah satu suvenir yang dapat dibeli jika berkunjung ke Papua. Harganya bervariasi dari ukuran serta ornamen yang menghiasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar