Bulan Juni menjadi momen para traveler bertualang. Inilah 3 pemenang d'Traveler of The Month yang mendapatkan hadiah total jutaan rupiah.
detikTravel punya kompetisi bulanan d'Traveler of The Month untuk para member travel blogger detikTravel yang disebut d'Traveler. Mereka menulis artikel dan mengirimkan foto perjalanan. Kompetisi ini memilih juara dari 3 kategori yaitu:
1. Most Shared: artikel yang paling banyak disebar di media sosial
2. Most Published: penulis terbanyak bulan tersebut
3. Most Read: artikel yang paling banyak dibaca orang bulan tersebut.
Hadiahnya juga mantap lho!
Most Shared berhadiah Rp 2 juta
Most Published berhadiah Rp 2 juta
Most Read berhadiah Rp 1 juta
Bulan Juni pun mungkin menjadi bulan yang paling ramai untuk traveling. Pertama, kita ada momen libur Lebaran di mana semua orang pulang ke kampung halaman. Kedua ada momen liburan kuliah dan sekolah.
Redaksi pun menerima banyak tulisan cerita perjalanan dan kiriman foto-foto cerita perjalanan baik di dalam maupun di luar negeri dari para d'Traveler. Setelah dilakukan penilaian, inilah tiga juara d'Traveler of The Month bulan Juni yaitu:
1. Most Shared: Karina Kusuma
Dengan artikel: Luwuk, Surga Tersembunyi di Sulawesi Tengah
2. Most Published: Fadhil Nugroho (26 artikel)
3. Most Read: Feni Novida Saragih
Dengan artikel: Siapa Sangka, Pulau Seindah Ini Ada di Jakarta
Selamat kepada Karina, Fadhil dan Feni! detikTravel akan menghubungi para pemenang untuk kordinasi lebih lanjut.
Mau menang seperti mereka? Kamu bisa ikutan untuk beradu dalam d'Traveler of The Month Juli yang akan diumumkan pada bulan Agustus mendatang. Periode lombanya dari tanggal 1-31 Juli 2019.
Kalau kamu mau menang kategori Most Shared, sebar sebanyak-banyaknya artikel kamu yang sudah tayang, kalau perlu kasih tahu teman dan saudara untuk bantu menyebarkannya. Kalau mau menang kategori Most Published, menulislah sebanyak-banyaknya. Selain itu, menulis dan memotretlah sebagus mungkin supaya banyak dibaca orang dan menang kategori Most Read.
Ayo-ayo, kirim artikel cerita perjalanan kamu atau kirimkan artikel foto perjalanan kamu. Bikin yang bagus, bikin yang banyak dan sebar yang banyak. Jadilah pemenang d'Traveler of The Month periode selanjutnya! Info lengkap, klik DI SINI.
Pendaki, Yuk Coba Jalur Baru Ke Puncak Lawu!
Puncak Lawu membuka jalur baru via Singolangu. Meski belum diresmikan, jalur ini sudah mencuri hati para pendaki.
Bagi anda yang suka menaklukkan puncak gunung dengan pendakian, wajib mencoba jalur baru di gunung Lawu. Jalur baru ini diberi nama jalur Singolangu, karena berada di Dusun Singilangu, Desa Sarangan Kecamatan Plaosan, Magetan.
"Memang untuk pendakian ke puncak Lawu ada jalur baru yang di buka untuk umum. Diberi nama jalur pendakian Singolangu yang berada di daerah Sarangan," ujar Kasi Kedaruratan dan logistik BPBD kabupaten Magetan Fery Yoga Sahputra, kepada detikcom di kantornya, Rabu (24/7/2019).
Lokasi jalur pendakian Singolangu ini kata Fery berjarak sekitar 10 Km dari jalur pendakian lama, Cemoro Sewu perbatasan Magetan Jawa Timur dengan Karanganyar Jawa tengah. Jalur ini, lanjut Fery, hanya berjarak sekitar 2 Km dari obyek wisata telaga Sarangan.
"Dari lokasi jalur Cemoro Sewu dengan jalur yang baru Singolangu ini sekitar 10 Km. Dekat dengan telaga sarangan lokasi pintu masuk," katanya.
Diungkapkan Fery jalur Singolangu ini memiliki jarak sekitar kurang lebih delapan kilometer hingga puncak Sendang Drajat, atau pos lima Gunung Lawu.
Dari pos lima sendang Drajat itu pendaki masih melanjutkan perjalanan sekitar dua kilometer menuju Hargo Dalem dan Hargo Dumilah sebagai puncaknya Gunung Lawu.
"Jaraknya sekitar delapan kilometer sampai puncak Sendang Drajat. Perjalanan waktu sekitar delapan sampai sembilan jam," ujarnya.
Tiap menuju lima pos yang ada memiliki ciri khas pemandangan masing-masing yang dapat membuat pendaki takjub. Misalnya hamparan Bunga Eidelweis hingga tembus ke Sendang Drajat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Nedi warga setempat yang juga merupakan petugas BPBD yang ikut memantau lokasi pendakian Singolangu. Menurutnya jalur pendakian ke puncak Lawu via Singolangu memang masih baru dan belum di launching secara resmi.
"Untuk launching resmi belum tapi memang sudah dibuka insiatif warga bersama pihak perhutani juga BPBD dalam pemantauan," tutur Nedi.
Pria 35 tahun itu mengaku sejak di buka sekitar hampir dua bulan lalu setelah lebaran, jumlah pengunjung sudah mencapai seribu lebih.
"Pengunjung sudah seribu lebih sejak pasca lebaran. Karena libur sekolah jadi lumayan ramai," paparnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar