Rabu, 08 Januari 2020

Gunung Penanggungan Jadi Favorit Buat 17-an, Cuma Segini Ongkosnya

Gunung Penanggungan di Mojokerto jadi salah satu gunung favorit pecinta alam untuk merayakan HUT RI. Ongkos pendakian pun terjangkau.

Jalur pendakian yang paling banyak dilalui di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Jalur yang dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Lestari ini lebih aman dan cepat. Sehingga para pendaki pemula tak segan untuk menjajalnya.

Sekretaris LMDH Sumber Lestari Khoirul Anam mengatakan, untuk mendaki Gunung Penanggungan, setiap pendaki cukup membayar Rp 10 ribu. Ongkos tersebut dibayar saat registrasi di pos 1 Desa Tamiajeng.

"Biaya tersebut sudah termasuk asuransi yang dikelola Perhutani. Setiap kelompok pendaki kami beri peta dan brosur imbauan keselamatan, juga kantong plastik untuk sampah," kata Anam kepada detikcom, Senin (29/7/2019).

Bagi pendaki yang membawa kendaraan, tak perlu khawatir. Menurut Anam, di pos pendakian juga disediakan tempat parkir yang dikelola Karang Taruna Desa Tamiajeng. Tarifnya Rp 10 ribu untuk sepeda motor dan Rp 25 ribu untuk mobil. Ongkos parkir itu berlaku selama dua hari.

"Pendaki kami beri kartu penitipan kendaraan. Kalau kartu hilang, cukup menunjukkan STNK," terangnya.

Di sekitar pos pendakian Tamiajeng, tambah Anam, juga terdapat sejumlah penginapan. Para pendaki bisa istirahat sambil menunggu waktu yang pas untuk mendaki, atau untuk melepas lelah setelah turun dari puncak Gunung Penanggungan.

"Paling dekat ada penginapan di Ubaya, 4 kamar untuk 8 orang tarifnya Rp 850 ribu semalam. Ada juga 12 kamar tarifnya Rp 1 juta semalam. Sudah termasuk tiga kali makan," tandasnya.

Gunung Penanggungan menjadi tempat favorit para pecinta alam di Jatim merayakan HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari 3 ribu pendaki naik ke gunung setinggi 1.653 mdpl ini untuk menggelar upacara detik-detik proklamasi dan membentangkan bendera raksasa.

Penanggungan juga menjadi gunung suci bagi umat Hindu dan Budha. Terdapat ratusan situs purbakala di tubuh gunung ini. Situs-situs tersebut antara lain berupa candi, punden berundak, gapura dan goa yang dibangun sebelum era Majapahit abad 10 masehi sampai Majapahit akhir pada abad 15 masehi.

Sehingga, Gunung Penanggungan ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi sejak Januari 2015. Kalau kamu salah satu yang mendaki nanti tetap jaga kebersihan ya!

Mantan Pramugari: Apa yang Terjadi di Langit, Tetap di Langit

Seorang mantan pramugari menceritakan pengalamannya bekerja. Nyatanya, jadi pramugari tidak melulu enak tapi ada dukanya juga.

Natalie Smith, seorang wanita yang pernah bekerja selama 3 tahun di salah satu maskapai di Inggris menceritakan kisahnya. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Senin (29/7/2019) Natalie mengungkapkan banyak hal yang pernah dia lihat dan dia rasakan saat menjadi pramugari.

"Kadang, saya melihat banyak bra yang terlepas," kata Natalie membuka perbincangan.

Ya, rupanya ada saja penumpang yang berbuat mesum di atas pesawat. Disebut dengan istilah Mile High Club, para penumpang itu bermesraan kelewat batas.

Kadang pramugari sudah mengingatkan, karena bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain. Apa daya, para penumpang yang melakukan hal tersebut selalu cuek bebek.

Penumpang di kelas satu, menurut Natalie, banyak juga yang tidak bisa mengontrol diri. Terutama, untuk meminta minuman beralkohol dan berujung dengan buang air kecil sembarangan.

"Bahkan ada yang buang air di bar. Dia mengira kalau itu adalah toilet," ujarnya.

Kadang sebagai pramugari, sering kali bertemu dengan para selebriti. Sayangnya, beberapa selebriti tidak terlihat 'seindah' di layar kaca.

"Ada saja selebriti yang kasar kepada awak kabin. Memanggil kami, hanya dengan menjetikan jari," kata Natalie.

Tapi, tak sedikit juga selebriti yang punya sikap baik. Selebriti yang mendengar arahan pramugari, bahkan mengucapkan terimakasih ketika dibantu pramugari.

Bagi Natalie, ada banyak tantangan untuk menjadi seorang pramugari. Tantangan yang berat, justru bakal jadi pengalaman yang tak terlupakan.

Natalie kini bekerja pada Compare Travel Insurance AU, suatu perusahaan asuransi traveling. Dia pun berpesan kepada pramugari dan calon-calon pramugari, untuk memegang suatu prinsip saat bertugas.

"Apa yang terjadi di langit, tetap di langit. Nikmati pekerjaanmu, semua pekerjaan tidak ada yang mudah," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar