Kamis, 11 Maret 2021

Gokil, Ponsel Android Monster Ini Punya RAM 18 GB

 Kapasitas RAM smartphone semakin meningkat dari hari ke hari, bahkan ada yang sudah mencapai 12 GB. Namun sepertinya, smartphone baru dari perusahaan asal China, Nubia ini, adalah yang paling unggul soal kapasitas RAM.

Nubia Red Magic 6 yang ditujukan sebagai ponsel gaming ini memang benar-benar buas. Kapasitas RAM-nya disebut up to 18 GB untuk model Red Magic 6 Pro. Sudah begitu, spesifikasi lainnya pun mengkilat.


Kedua model adalah ponsel pertama yang refresh rate layarnya menembus 165Hz. Sedangkan jeroannya adalah prosesor flagship Snapdragon 888 dan menjalankan sistem operasi Android 11 dengan user interface Red Magic OS 4.


Seperti dikutip detikINET dari GSM Arena, Senin (8/3/2012), layar Red Magic 6 seluas 6,8 inch FHD+ jenis Amoled. Pemindai sidik jarinya ditanamkan di layar sentuh.


Dibenamkan pula pendingin kipas yang berputar 18.000 RPM di Red Magic 6 dan 20.000 RPM di versi Pro, agar ponsel ini tidak cepat panas kala memainkan game favorit yang berat. Adapun kameranya ada 3 unit di bagian belakang, 64 MP, 8 MP ultra wide dan 2 MP kamera makro. Sedangkan memori internalnya up to 512 GB.


Beralih ke baterai, kapasitas sumber tenaga Red Magic 6 ini adalah 5.050 mAH yang mendukung fast charging 65W. Baterai disebut bisa terisi sampai penuh hanya dalam waktu sekitar 38 menit.


Nubia Red Magic 6 mulai dijual Nubia di China dengan harga paling murah USD 587. Sementara untuk versi Red Magic 6 Pro paling murah USD 680. Sedangkan varian tertingginya yaitu Red Magic 6 Pro Transparent Edition yang memiliki RAM 18 GB serta storage 512 GB dipasarkan USD 1.020. Belum ada keterangan kapan smartphone tersebut bakal dijual secara global.

https://nonton08.com/movies/sex-and-death-101/


Bisakah Hujan Ekstrem Dini Hari Dicegah Pakai Modifikasi Cuaca?


- Banjir besar yang terjadi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek) pada 20 Februari 2021 lalu dipicu hujan ekstrem dengan intensitas hingga 226 mm yang terjadi pada dini hari.

Mekanisme yang menyebabkan hujan dini hari ekstrem ini berkaitan dengan fenomena Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS), yaitu berupa penguatan angin permukaan dari utara yang memanjang dari Selat Karimata hingga utara Jakarta.


Menggunakan Satelit Early Disaster Warning System (SADEWA), Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK), Pusat Sains dan Teknologi Antariksa (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah memprediksi akan terjadinya fenomena tersebut.


Pada kasus yang terjadi 20 Februari tersebut, fenomena CENS memicu hujan ekstrem melalui dua cara. Pertama, menggeser sel konveksi yang terbentuk di tengah laut Jawa pada tengah malam menuju ke kawasan pesisir Jakarta pada dinihari melalui proses propagasi hujan.


Kedua, menimbulkan konvergensi dengan angin baratan dari Selat Sunda sehingga konveksi darat yang terjadi di Lampung pada sore hari sebelumnya mengalami perpanjangan ke arah Selat Sunda dan menuju Jakarta pada dinihari.


"Berdasarkan pantauan terhadap data awan, hujan ekstrem dini hari tersebut tidak dibangkitkan oleh awan skala meso yang telah terbentuk sebelumnya di atas darat, melainkan oleh percepatan pertumbuhan awan yang terjadi di kawasan pesisir pada tengah malam-dinihari, seiring dengan kejadian hujan yang dimulai sejak tengah malam di kawasan Jakarta," kata peneliti PSTA LAPAN Erma Yulihastin dalam keterangan persnya, Senin (8/3/2021).


Artinya, terdapat mekanisme yang mempercepat proses induksi pembentukan awan-awan baru dari hujan yang telah terjadi sebelumnya sehingga menghasilkan awan skala meso yang meliputi Jawa bagian barat. Proses ini dinamakan dengan cold pool.


Bisakah proses yang berkaitan dengan cold pool ini dicegah dengan melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada sore hari sebelumnya di Lampung dan Selat Sunda untuk menghentikan perpanjangan hujan menuju Jakarta? Jawabnya adalah tidak bisa dan bahkan berbahaya, dengan beberapa alasan berikut.


(1) Proses di atmosfer sangat acak dan menganut hukum chaos. Gangguan kecil di atmosfer pada suatu lokasi dapat menyebabkan perubahan fatal kondisi atmosfer di lokasi lain karena atmosfer saling terhubung melalui sirkulasi yang bersifat regional bahkan global.


(2) Percepatan hujan dari awan konvektif justru dapat membangkitkan cold pool yang gerakannya acak ke segala arah dan dapat memicu aktivitas konvektif yang bersifat lebih meso atau meluas.

https://nonton08.com/movies/complete-breeding-the-aesthetics-of-confinement/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar