Microsoft akhirnya menambahkan dukungan enkripsi end-to-end ke Teams pada akhir tahun ini. Preview awal enkripsi end-to-end di Microsoft Teams ini akan tersedia di paruh pertama tahun 2021, namun hanya ditujukan untuk pelanggan berbayar.
Preview awal ini juga masih dibatasi pada panggilan tak terjadwal 1:1 dan Microsoft juga tengah berencana akan memperluasnya ke panggilan terjadwal dan rapat online-nya.
Dilansir detiKINET dari The Verge, fitur keamanan enkripsi end-to-end ini dapat bermanfaat untuk melindungi percakapan yang dinilai sensitif pada karyawan, misal saja saat karyawan tengah berdiskusi dengan tim IT yang memberikan kata sandi rahasia.
Saat ini, Microsoft Teams tidak mendukung enkripsi end-to-end untuk rapat. Data dienkripsi saat transit dan saat waktu istirahat dan ini memungkinkan layanan resmi mendekripsi konten untuk tujuan catatan penyimpanan data.
Microsoft saat ini menggunakan enkripsi SharePoint untuk mengamankan file at-rest dan enkripsi OneNote untuk catatan yang disimpan di Microsoft Teams. Semua konten obrolan di Teams juga dienkripsi saat transit dan saat istirahat.
Pesaing utama Microsoft Teams, Slack, juga tidak menggunakan enkripsi end-to-end. Lalu Zoom mulai menerapkan fitur keamanan enkripsi end-to-end pada bulan Oktober dan secara bertahap akan menambahkan lebih banyak fitur ke previewnya.
https://cinemamovie28.com/movies/skull/
Semua YouTuber Akan Ditarik Pajak oleh Amerika Serikat
- YouTube cukup memudahkan para kreator konten atau YouTuber menghasilkan uang lewat video yang mereka ciptakan. Akan tetapi pada tahun ini, kemungkinan ada sedikit kesulitan terkait rencana penerapan pajak Amerika Serikat.
Seperti dikutip detikINET dari 9to5Google, Rabu (10/3/2021), penarikan pajak AS itu dilaporkan berlaku untuk semua YouTuber, bahkan jika mereka tidak tinggal di AS.
Saat ini, sebuah email pemberitahuan telah dikirimkan oleh YouTube pada kreator konten di luar AS tentang perubahan tersebut. Google memberitahukan bahwa mereka telah diwajibkan untuk memotong pajak sesuai perhitungan di AS di semua channel, termasuk di luar AS.
"We're reaching out because Google will be required to deduct U.S. taxes from payments to creators outside of the U.S. later this year (as early as June 2021). Over the next few weeks, we'll be asking you to submit your tax info in AdSense to determine the correct amount of taxes to deduct, if any apply. If your tax info isn't provided by May 31st, 2021, Google may be required to deduct up to 24% of your total earnings worldwide," tulis email itu.
Pada intinya, YouTuber perlu mendaftarkan informasi pajak yang relevan via AdSense sampai batas waktu 32 Mei 2021, sehingga Google dapat melakukan kalkulasi pajak dengan benar. Jika tidak dilakukan, mungkin YouTuber akan kena pajak 24% dari seluruh pendapatannya dari YouTube.
Informasi lebih lanjut disediakan Google di laman support-nya. Lebih lanjut, disebutkan bahwa views yang dikenai pajak AS hanya berasal dari pemirsa yang berasal dari AS. Jadi, kebijakan ini akan berdampak besar bagi channel YouTube yang punya banyak penggemar dari Negeri Paman Sam.
Aturan baru ini diterapkan YouTube berdasarkan Chapter 3 U.S. Internal Revenue Code. Diwajibkan bahwa perusahaan wajib memangkas pajak dari kreator ketika mereka menghasilkan pendapatan dari pemirsa yang berbasis di Amerika Serikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar