Kamis, 11 Maret 2021

Risiko di Balik Deepfake Dilawan Anti Deepfake

 - Deepfake, sekilas memang terlihat tak berisiko. Malah bisa dibilang keren, bisa mengganti wajah seseorang dalam video atau foto. Namun jika dibayangkan (sedikit) lebih jauh, teknologi ini menyimpan banyak permasalahan.

Salah satu skenario berbahaya adalah mengganti wajah di sebuah video porno dengan orang lain, mungkin figur publik -- artis atau politisi --, lalu disebarkan. Atau bisa saja menggunakan wajah orang biasa, lalu videonya dipakai untuk aksi pemerasan.


Itu hanya satu skenario. Tentu banyak skenario kejahatan lain yang bisa terjadi menggunakan teknologi deepfake. Tergantung kreativitas si penjahat tentunya.


Hal inilah yang kemudian membuat peneliti mengembangkan teknologi anti-deepfake, yaitu untuk mendeteksi penggunaan deepfake dalam sebuah video.


Pada April 2018, sejumlah peneliti dari Technical University of Munich, Jerman, membuat teknologi semacam ini. Sama seperti deepfake, anti-deepfake ini juga menggunakan kecerdasan buatan, namun bukan untuk membuat melainkan untuk mendeteksi.


Cara kerjanya adalah dengan mencari detail dalam video seperti artifak yang mungkin terjadi saat proses pembuatan. AI ini meng-crop foto, mengujinya lewat neural network, untuk mengetes keasliannya. Dari sini diharapkan bisa ditemukan detail yang mungkin terlewat oleh mata manusia.


Namun cara pendeteksi seperti ini pun bisa dikalahkan lewat teknik lain. Peneliti di University of California San Diego menemukan cara untuk mengalahkan anti-deepfake tersebut, yaitu dengan menyisipkan frame gambar yang mereka sebut sebagai 'adversarial examples' dalam video.


'Adversarial examples' ini sangat canggih, malah bisa dibilang mengerikan. Dengan disisipkannya 'adversarial examples' ini, AI bisa mengira foto/video kura-kura sebagai sebuah senjata, atau sebuah kopi espresso sebagai baseball.


Caranya adalah dengan menyisipkan 'noise' pada gambar, yang merusak sistem klasifikasi pada neural network, demikian dikutip detikINET dari Digitaltrends, Senin (8/3/2021).


Teknik ini benar-benar berbahaya, karena dalam banyak pengujian bisa menipu bermacam pendeteksi deepfake. Padahal, banyak perusahaan sudah berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi yang bisa mendeteksi deepfake.

https://nonton08.com/movies/message-man/


Pisang Bisa Jadi Kontroler PS5, Dipatenkan Sony


- Sony Interactive Entertainment baru saja mendaftarkan paten yang unik yaitu sistem yang bisa mengubah benda sehari-hari, seperti buah pisang, menjadi kontroler PlayStation 5.

Paten ini didaftarkan Sony ke United States Patent and Trademark Office (USPTO) pada 15 Juli 2020. Dalam deskripsinya, Sony mengatakan metode ini bisa mengubah 'objek pasif non-bercahaya' yang dipegang pengguna menjadi kontroler.


Sony memberikan beberapa ilustrasi yang menunjukkan cara penggunaan kontroler pisang ini. Pertama, pengguna bisa mengambil satu atau dua pisang dan menggerakkannya seperti stik analog.


Dalam ilustrasi lainnya, terlihat sebuah pisang dengan dua tombol virtual di sisi kiri dan kanan, jadi sepertinya metode ini juga akan memanfaatkan headset virtual reality.


Meski dalam ilustrasinya Sony hanya menampilkan gambar pisang, perusahaan teknologi asal Jepang ini mengatakan metode tersebut bisa digunakan untuk mengubah banyak objek menjadi kontroler PS5, seperti jeruk, pena bahkan cangkir kopi.


"Akan sangat menarik jika pengguna bisa menggunakan perangkat yang murah, sederhana dan non-elektronik sebagai perangkat video game," kata Sony dalam patennya, seperti dikutip dari Polygon, Senin (8/3/2021).


Paten Sony tidak menjelaskan secara detail bagaimana cara kerja sistem ini. Berdasarkan deskripsi di paten, 'unit input' akan digunakan untuk mengambil gambar objek yang dipegang pengguna sebagai kontroler konsol.


Sistem ini kemudian menggunakan model machine learning yang telah dilatih untuk mengidentifikasi objek untuk mendeteksi pose objek yang ingin digunakan pengguna sebagai kontroler.


Setelah selesai, 'generator input pengguna' akan merekam perubahan di pose objek dan mengirimkan datanya ke konsol, dan benda unik yang dipegang pengguna bisa beroperasi seperti kontroler tradisional.


Meski terbilang unik, ide Sony ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Beberapa streamer Twitch seperti SuperLouis 64 dan Rudeism sebelumnya pernah memainkan game menggunakan kontroler yang 'salah'.

https://nonton08.com/movies/tujuh-bidadari/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar