Senin, 17 Agustus 2020

Kenapa BAB Selalu Disertai Pipis dan Tidak Berlaku Sebaliknya?

 Saat buang air besar (BAB) di pagi hari, coba sesekali perhatikan. Hampir selalu ada urine yang keluar selama BAB. Sebaliknya, feses tidak selalu keluar saat buang air kecil (BAK).
Ada banyak spekulasi tentang fenomena ini. Sebuah artikel di ScoopWhoop menyebut perbedaan kekuatan otot untuk menahan BAB dan BAK turut mempengaruhi hal itu.

Ada banyak otot yang bekerja baik dengan sadar maupun tanpa sadar, yang mengatur pengeluaran sisa metabolisme dari dalam tubuh. Baik saluran BAK maupun BAB, sama-sama punya sphincter atau katup yang bisa membuka dan menutup sesuai kebutuhan.

Dikatakan, otot dan sphincter di sekitar anus yang mengatur BAB lebih kuat dibanding pada saluran BAK. Perbedaan ini menjelaskan kenapa BAB lebih bisa dikontrol dibanding BAK.

Perbedaan konsistensi atau wujud feses dan urine juga disebut berpengaruh pada kemampuan menahan BAB dan BAK. Feses cenderung padat, sedangkan urine selalu cair. Butuh tekanan lebih besar untuk mengeluarkan feses dibanding urine.

Namun baik BAB maupun BAK sama-sama bisa tidak terkontrol karena banyak sebab. Kondisi ini disebut sebagai inkontinens.

Beberapa penyebabnya adalah sebagai berikut, dikutip dari WebMD.

Penyebab inkontinensi urine
- Stres
- Kebelet
- Beser
- Penyakit tertentu seperti arthritis
- Dan sebagainya.

Penyebab inkontinensi feses
- Diare
- Sembelit. Feses cair sering menyertai sembelit
- Kerusakan atau kelemahan otot
- Kerusakan saraf
- Kurang olahraga
- Pernah melahirkan
- Hemorrhoid atau wasir
- Pengaruh obat seperti pencahar
- Dan sebagainya.

Kisah Pasien Corona Alami Gejala Aneh di Mulut Pasca Sembuh

Seorang wanita dinyatakan positif virus Corona COVID-19 pada 26 Juli lalu. Kala terinfeksi Corona, ia merasakan sakit kepala, menggigil, mual, dan demam yang sangat parah sehingga harus dirawat di rumah sakit Footscray Melbourne.
Dinh menghabiskan lebih dari seminggu di UGD berjuang melawan virus Corona. Untungnya, dengan bantuan tim dokter dan perawat, ia berhasil sembuh dan keluar dari rumah sakit.

Dikutip dari Heraldsun Dinh mengungkapkan, sebulan kemudian masih merasakan efek samping yang aneh seperti merasakan logam di mulutnya.

"Rasanya seperti logam dan tidak hilang begitu saja. Saya bahkan bangun jam 4 pagi ini hanya untuk menyikat gigi karena saya tidak bisa menghadapinya," kata Dinh.

Dinh juga mengatakan sebelum dibawa ke rumah sakit, ia mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa disertai menggigil setiap harinya. Setelah dipulangkan, ternyata virus Corona COVID-19 masih menyerang tubuhnya sehingga ia harus dirawat kembali.

Dia mengatakan kondisi ini terjadi sangat cepat dan paramedis tiba setelah kadar oksigennya turun hingga 84 persen. Dinh merasa takut karena sulit sekali untuk bernapas dan sesak.

"Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya. Ini adalah perasaan yang paling menakutkan karena Anda tidak mengerti mengapa," ucapnya.

"Kamu mencoba melakukan semua yang kamu bisa dengan mulut dan hidungmu, kamu bernapas tersendat-sendat. Rasanya seperti tercekik," tambahnya.
https://indomovie28.net/dangal-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar