- Virus Corona COVID-19 memang sudah menyebar hampir ke seluruh negara di dunia. Semua negara kini tengah berperang melawan pandemi Corona dan berusaha untuk mengendalikan wabah tersebut.
Sebagian negara sudah terlihat berhasil dan angka infeksi terus menurun, sebagian negara lain tampaknya masih harus bekerja keras dengan kasus yang terus bertambah setiap harinya.
Dikutip dari laman Forbes Selasa (8/9/2020), Jerman menjadi negara teraman di dunia dalam mengendalikan Corona, diikuti oleh Selandia baru, Korea Selatan, dan Swiss. Sedangkan negara yang tidak aman dalam pengendalian Corona adalah Somaliland, Sudan Selatan, Afghanistan, dan Mali, menurut Deep Knowledge Group.
Menurut laporan tersebut, aspek keamanan bukanlah tentang apakah suatu negara telah terinfeksi Corona atau tidak, meskipun itu penting tetapi juga masyarakat dan pemerintah bekerja sama dengan baik untuk menjalankan dan menaati peraturan karantina dan lockdown. Dalam survey ini, negara dianggap aman jika memiliki kontrol dan deteksi yang baik serta sistem medis yang kuat.
"Studi kasus analitis khusus COVID-19 yang baru dari Deep Knowledge Group dirancang untuk mengklasifikasikan, menganalisis dan memberi peringkat stabilitas ekonomi, sosial dan kesehatan yang dicapai oleh masing-masing dari 250 negara dan wilayah yang termasuk dalam analisisnya, serta kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman atau risiko yang mereka hadapi dalam pertempuran melawan kesehatan global dan krisis ekonomi yang dipicu oleh COVID-19," kata pengamat dalam survei tersebut dikutip dari Forbes.
Berikut daftar 100 negara teraman dari Corona.
Jerman
Selandia Baru
Korea Selatan
Swiss
Jepang
Australia
Cina
Austria
Uni Emirat Arab
Singapura
Israel
Kanada
Arab Saudi
Islandia
Taiwan
Norway
Liechtenstein
Hongkong
Finlandia
Kuwait
Denmark
Monaco
Luksemburg
Bahrain
Hungaria
Belanda
Qatar
Siprus
Oman
Andorra
Britania Raya
Vietnam
Estonia
Latvia
Irlandia
Turki
Polandia
San Marino
Belgium
Georgia
Yunani
Lithuania
Italia
Malta
Rusia
Malaysia
Slovenia
Uruguay
Swedia
Brunei
Slovakia
Spanyol
Republik Ceko
Perancis
Amerika Serikat
Kroasia
Tunisia
Argentina
Azerbaijan
Thailand
Greenland
Portugal
Maladewa
Ukraina
Chile
Brazil
Belarusia
Barbados
Rwanda
Albania
Kuba
Bahama
Armenia
Rumania
Seychelles
Mauritius
Bulgaria
Mexico
Indonesia
India
Paraguay
Peru
Montenegro
Makau
Venezuela
Kazakhstan
Kosta Rika
Trinidad dan Tobago
Yordania
Republik Dominika
Gibraltar
Srilanka
Nigeria
Mongolia
Guinea ekuator
Afrika Selatan
Moldova
Grenada
Republik Serbia
Kolombia
Corona RI Tembus 200 Ribu Kasus, Cek Lagi Berbagai Prediksi yang Pernah Dibuat
Kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia menembus angka 200 ribu pada hari Selasa (8/9/2020). Menurut laporan yang dikutip dari situs kemskes.go.id, hari ini ada 3.046 penambahan kasus baru sehingga totalnya menjadi 200.035.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (8/9/2020), adalah sebagai berikut:
1. Kasus positif bertambah 3.046 menjadi 200.035
2. Pasien sembuh bertambah 2.306 menjadi 142.959
3. Pasien meninggal bertambah 100 menjadi 8.230
Sebelumnya pada Senin (7/9/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 196.989 kasus, sembuh 140.652, dan meninggal 8.130 kasus.
Sebelumnya ahli dari berbagai lembaga riset telah membuat prediksi laju perkembangan wabah Corona hingga bisa berakhir di Indonesia. Berikut rangkumannya seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Epidemiolog Pandu Riono
Dengan laju kasus Corona di Indonesia saat ini, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, memperkirakan puncak kasus virus Corona di Indonesia baru mencapai puncak pertengahan 2021. Tingkat penularan Corona diprediksi mulai melandai akhir 2021 hingga awal 2022.
Pandu memprediksi tanpa penanganan pandemi yang serius maka angka kasus harian di tahun 2021 bisa sampai 60 ribu per hari pada puncaknya.
2. Epidemiolog Dicky Budiman
Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, memprediksi wabah virus Corona di Indonesia sulit bisa selesai hingga akhir tahun. Bahkan tidak menutup kemungkinan virus terus mewabah hingga akhir 2021.
Menurut Dicky ini akan sangat tergantung pada berbagai macam faktor mulai dari tingkat kepatuhan masyarakat, strategi pengendalian wabah, hingga proses perkembangan vaksin serta obat.
"Jangankan akhir tahun ini, mungkin awal tahun depan, atau pertengahan tahun depan pun belum tentu. Tapi ada satu hal yang bisa membantu percepatan yaitu penemuan obat," ujar Dicky pada bulan Mei lalu.
3. WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperkirakan pandemi COVID-19 ini secara umum baru bisa berakhir sampai dua tahun ke depan. Prediksi ini muncul berdasarkan pandemi flu Spanyol tahun 1918 yang membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk mengatasinya.
https://cinemamovie28.com/sin/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar