Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden, akan mengungkap rencananya untuk menghidupkan kembali ekonomi AS. Pasalnya, meski triliunan dollar sudah digelontorkan pemulihan ekonomi di AS belum terlihat berjalan dengan baik.
Bersama dengan rekan-rekannya di Partai Demokrat, yang menguasai parlemen, Biden tampaknya memiliki kesempatan yang bagus untuk meloloskan paket stimulus penyelamatan besar-besaran ketiga.
Hal itu akan mencakup segala hal, mulai dari beberapa pembayaran stimulus baru, kenaikan pajak bagi orang kaya, hingga peningkatan upah minimum.
"Kami membutuhkan lebih banyak bantuan langsung yang mengalir ke keluarga (dan) usaha kecil, termasuk menyelesaikan pekerjaan untuk memberi orang bantuan US$ 2.000," kata Biden pekan lalu, dikutip dari AFP, Kamis (14/1/2021).
Dana tersebut dinilai dapat membantu merevitalisasi pemulihan yang tampaknya tertekuk di bawah beban lonjakan nasional dalam kasus COVID-19 di AS.
Data pemerintah terbaru menunjukkan jumlah orang yang kehilangan pekerjaan pada bulan Desember dan klaim terkena PHK mingguan terus naik jumlahnya. Kenaikannya ini menjadi yang terburuk dari krisis keuangan global 2008-2010.
Stimulus Biden kemungkinan akan dibangun di atas dua paket bantuan besar-besaran yang disetujui Kongres pada tahun 2020. Stimulus ini juga termasuk perpanjangan tunjangan pengangguran yang telah membantu puluhan juta orang membayar tagihan mereka setelah kehilangan pekerjaan selama pandemi.
Dia berjanji minggu lalu untuk memberikan bantuan kepada pemerintah kota AS yang mungkin harus memecat ribuan guru, petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran di seluruh negeri. Dia juga akan memberikan lebih banyak bantuan untuk usaha kecil, terutama perusahaan milik golongan minoritas.
Paket yang diharapkan untuk diusulkan Biden bisa mencapai triliunan dolar dalam pembelanjaan, tetapi Michael Feroli dari JP Morgan memperkirakan Kongres dapat memangkasnya hingga kisaran US$ 900 miliar, sesuai dengan ukuran yang disetujui bulan lalu.
Meskipun demikian, jumlah itu akan membantu meningkatkan pertumbuhan PDB tahun ini menjadi 5,3% dan pada tahun 2022 menjadi 2,6%.
https://movieon28.com/movies/3-men-and-a-baby/
Karyawan Naik Gojek Bisa Gratis, Ongkosnya Dibayarin Kantor
PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau (Gojek) tahun ini berencana meluncurkan fitur layanan baru di aplikasinya yang diberi nama GoCorp. Dengan adanya layanan ini, karyawan tak perlu pusing-pusing lagi memikirkan ongkos transportasi ke kantor atau perjalanan dinas lainnya karena akan dibayarkan oleh rekening perusahaan masing-masing.
"Kita luncurkan segera namanya GoCorp jadi ini solusi layanan perjalanan bisnis kita yang lebih aman dan nyaman," ujar Chief Transport Officer Gojek Group Raditya Wibowo dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/1/2021).
"Jadi karyawannya bisa melakukan perjalanan bisnis tanpa melakukan reimbursement jadi tidak harus menalangi pakai duit sendiri dulu. Jadi jadi dibayarin dan ga harus nalangin dulu," tambahnya.
Namun, layanan gratis buat karyawan ini hanya berlaku bagi pekerja di perusahaan yang bekerja sama dengan Gojek lewat GoCorp tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar