Di tengah desakan untuk memberi sanksi bagi warga yang menolak vaksin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin malah menyiapkan insentif bagi warga yang bersedia divaksin. Ada sertifikat khusus sehingga tidak perlu lagi tes PCR (Polymerase Chain Reaction) maupun rapid test antigen saat bepergian.
Sertifikat tersebut diberikan tidak dalam bentuk fisik, melainkan sertifikat digital. Datanya nanti akan terintegrasi ke berbagai aplikasi, misalnya pemesanan tiket pesawat.
"Tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen. Dengan menggunakan electronic health certification itu dia langsung bisa lolos, dan itu terintegrasi," jelas Menkes Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (15/1/2021).
Soal rencana tersebut, Menkes Budi akan membicarakannya dengan kementerian terkait. Termasuk di antaranya, Kementerian Perhubungan.
Nakes di Bandung mendapat vaksin COVID-19Seorang nakes di Bandung menunjukkan kartu vaksin, bukti sudah mendapat vaksin COVID-19. Foto: Siti Fatimah/detikHealth
"Sifatnya insentif yang diberikan ke masyarakat kalau mereka melakukan vaksinasi," lanjut Menkes.
Kelak, sertifikat tersebut tidak hanya bisa dipakai saat bepergian melainkan juga untuk keperluan lain. Misalnya nonton konser, pergi ke mal atau tempat umum, maupun kumpul-kumpul.
"Tentunya tetap pakai masker," pesan Menkes, mengingat vaksin tidak 100 persen menjamin kebal infeksi.
https://kamumovie28.com/movies/ultraman-saga/
Jadi Co-Chair COVAX, Menlu Sebut Vaksin Corona Gratis Siap di Kuartal-I 2021
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terpilih menjadi Co Chair COVAX GAVI Vaccine Alliances. Seperti yang diketahui, COVAX AMC EG merupakan forum antarnegara yang terlibat dalam pengadaan dan distribusi vaksin dengan negara-negara pendonor, bagi negara AMC (Advance Market Commitment).
Termasuk Indonesia, negara AMC nantinya memperoleh vaksin Corona gratis sebesar 20 persen dari populasi total negara. Hal ini diharapkan bisa memastikan seluruh negara mendapat bagian vaksin Corona secara adil, termasuk negara berkembang.
"Terdapat sebuah confidence yang cukup tinggi bahwa negara-negara AMC (termasuk Indonesia) memperoleh vaksin sampai 20 persen penduduknya," terang Retno dalam wawancara dengan detikcom, Kamis (14/1/2021).
Kapan dan jenis vaksin Corona apa yang akan diterima dari COVAX?
Menlu menegaskan belum diketahui Indonesia akan mendapat vaksin Corona jenis apa. Hal ini baru akan dibahas dalam rapat Joint Allocation Taskforce (JAT) pertengahan Januari. Diperkirakan, vaksin Corona gratis dari COVAX siap akhir kuartal pertama 2021.
"Sekarang tampaknya perkembangan cukup bagus sehingga mereka menjanjikan kuartal kedua, sekali lagi ini dinamika ya, pada saat saya berbicara mengenai kuartal kedua, itu berarti akan sangat bergantung banyak elemen, (termasuk ketersediaan vaksin)," kata Menlu Retno.
"Tetapi sekarang mereka sudah bisa mulai bicara mengenai kuartal kedua, ini sudah sebuah kemajuan dan bukan tidak mungkin dengan proses yang terus dijalani mungkin akhir kuartal pertama sudah bisa," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut vaksin Corona gratis yang didapat Indonesia kemungkinan ada dari Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca. Ia menyebut vaksin ini bisa digunakan lansia dan diperkirakan tersedia antara Februari dan Maret.
"Berita baiknya, mungkin itu bisa datang lebih cepat, antara di akhir Februari atau di awal Maret. Dan vaksin yang datang dari GAVI pilihannya adalah Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna yg sudah dapat persetujuan dari negara asalnya, dan ada satu lagi Novavax," jelas Menkes Budi beberapa waktu lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar