Jumat, 12 Februari 2021

Prediksi Terbaru COVID-19, Tak Akan Hilang hingga 6 Tahun

 Sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, tengah menggencarkan vaksinasi COVID-19. Namun, sepertinya virus Corona masih akan terus mewabah dalam waktu yang cukup lama.

Pakar penyakit menular di Australian National University (ANU), Dr Sanjaya Senanayake, mengatakan dengan hanya 70 negara yang melaksanakan vaksinasi COVID-19, maka herd immunity atau kekebalan kelompok di seluruh dunia akan sulit terbentuk.


Lebih lanjut, kata Senanayake, mungkin butuh waktu lebih dari 6 tahun untuk dunia bisa mengatasi COVID-19.


"Pada tingkat vaksinasi saat ini, diperkirakan kita tidak akan mencapai cakupan global 75 persen dengan vaksin selama sekitar 6 tahun," kata Senanayake, dikutip dari Daily Star.


"Bukan 1 atau 2 tahun, tapi 6 tahun." lanjutnya.


Senanayake pun memperingatkan bahwa situasi pandemi ini tidak akan terselesaikan sampai virus Corona benar-benar dihilangkan atau setidaknya dikendalikan di setiap bagian dunia. Terlebih virus ini terus mengalami mutasi yang bisa saja membahayakan umat manusia.


Menyinggung pemerintah Australia yang tengah menyelesaikan produksi vaksin Corona AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis di Melbourne, Senanayake mengatakan bahwa negaranya tidak akan mendapat manfaat penuh dari pelaksanaan vaksinasi jika masih banyak negara lain yang belum melaksanakannya, karena kekurangan pasokan vaksin.


"Jika kita melanjutkan vaksinasi ini, sementara di bagian lain dunia infeksi (COVID-19) masih terus tidak terkendali, maka kita akan melihat mutasi (virus Corona) yang jauh lebih jahat akan muncul, yang mungkin berdampak pada kemanjuran vaksin," jelasnya.


"Oleh karena itu, jika Anda percaya pada nasionalisme vaksin... Anda juga harus merangkul altruisme (kesejahteraan orang lain) dan memastikan vaksin diberikan dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu ke negara berkembang," tuturnya.

https://kamumovie28.com/movies/the-midnight-man-2/


4 Tips Berhubungan Seks Saat Belum Mau Buru-buru Punya Momongan


Banyak pasangan yang sering kali tidak menggunakan pengaman serta alat kontrasepsi saat berhubungan seks, namun berharap tidak terjadi kehamilan. Lalu, apakah upaya tersebut efektif untuk memproteksi kehamilan?

Dikutip dari laman Healthline, sperma dapat hidup di dalam rahim hingga lima hari setelah berhubungan seks. Sementara itu, kehamilan hanya dapat terjadi saat terdapat sperma di dalam rahim atau saluran tuba saat wanita berovulasi.


Ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-14 dari siklus haid. Melakukan hubungan intim tanpa pengaman setelah menstruasi atau di luar perkiraan masa subur bukan merupakan jaminan bahwa wanita tidak akan hamil.


Bagi wanita yang memiliki siklus haid lebih pendek, rata-rata 28 sampai 30 hari, peluang untuk hamil bisa terjadi apabila berhubungan seks selama haid. Sebagai contoh, jika wanita berhubungan seks menjelang akhir menstruasi, maka ada peluang untuk hamil.


Oleh sebab itu, menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau pengaman lainnya merupakan cara paling aman untuk mencegah kehamilan.


Perlu diketahui, ovulasi terjadi saat sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium. Sekitar sebulan sekali, telur akan matang dan kemudian dilepaskan ke tuba falopi dan menuju ke sperma yang menunggu di saluran tuba serta rahim.


Sel telur yang meninggalkan ovarium dapat hidup antara 12 hingga 24 jam, sedangkan sperma dapat hidup hingga lima hari setelah berhubungan intim. Biasanya, implantasi sel telur yang terjadi setelah pembuahan dilakukan 6 hingga 12 hari setelah terjadi ovulasi.


Selain itu, wanita juga memiliki kemungkinan untuk hamil setelah haid. Hal ini dapat terjadi jika pasangan berhubungan seks menjelang akhir siklus haid dan saat mendekati masa subur. Di sisi lain, kemungkinan untuk hamil tepat sebelum menstruasi adalah rendah.


"Faktanya, hanya ada periode 48 jam yang ideal untuk hamil," kata Anate Brauer, M.D, seorang ahli endokrin reproduksi di Greenwich Fertility and IVF Centres serta obgyn di NYU School of Medicine.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://kamumovie28.com/movies/the-midnight-man/

Awas! 4 Posisi Bercinta Ini Ternyata Bisa Membahayakan

 Menentukan posisi yang pas tentunya merupakan salah satu hal umum yang kerap dilakukan sebelum bercinta bersama pasangan. Berbagai variasi posisi dalam berhubungan intim dengan pasangan dapat kamu coba agar dapat mencapai puncak kenikmatan dalam seks.

Namun, terdapat beberapa posisi bercinta yang umum dipilih oleh banyak pasangan tetapi ternyata dapat berbahaya bagi pria dan wanita. Dikutip dari laman News24, berikut 4 posisi berhubungan intim yang bisa membahayakan.


1. Woman on top

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh US National Institute of Health, posisi bercinta yang berbahaya bagi penis pria adalah posisi 'Woman on Top'. Hal ini dapat membahayakan pria karena saat wanita berada di atas pria saat bercinta, tidak terdapat cukup lubrikasi yang kemudian bisa membuat nyeri saat melakukan penetrasi.


Selain itu, saat wanita berada di atas, dorongan yang terjadi saat bercinta dapat menyebabkan cedera lantaran wanita lebih banyak mengontrol gerakannya, sehingga bisa berbahaya jika dilakukan dengan tidak benar.


2. Posisi missionary

Posisi bercinta yang dianggap paling membosankan ini ternyata dapat menyebabkan cedera pada penis pria, lho. Menurut artikel pada NZ Herald, peneliti Brazil mengungkapkan bahwa sebanyak 21 persen cedera pada penis terjadi saat pria tengah berusaha mencapai puncak klimaks. Ketika terjadi dorongan yang cukup cepat, hal ini memungkinkan pria memukul tulang panggul wanita tanpa disengaja.


3. Doggy style

Menurut seorang fisioterapis bernama Kristi Latham, yang merupakan pendiri Beyond Therapy and Wellness, robekan pada vagina dapat terjadi akibat adanya pemaksaan penetrasi pada posisi yang salah. Artinya, penentuan posisi saat bercinta merupakan hal yang penting. Doggy style dan sejumlah varian bercinta lainnya juga dapat menyebabkan hal yang sama. Karenanya, penting bagi kamu dan pasanganmu untuk menentukan posisi yang pas saat berhubungan intim.


4. Reverse cowgirl

Pada posisi ini, wanita duduk di atas pria dan menyandarkan tangannya di dada pria. Sebuah studi dari US National Center for Biotechnology Information menyatakan bahwa penis yang sedang ereksi dapat menjadi hiperekstensi apabila kamu terlalu memberikan tekanan pada batang penis.

https://kamumovie28.com/movies/sing-street/


Prediksi Terbaru COVID-19, Tak Akan Hilang hingga 6 Tahun


Sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, tengah menggencarkan vaksinasi COVID-19. Namun, sepertinya virus Corona masih akan terus mewabah dalam waktu yang cukup lama.

Pakar penyakit menular di Australian National University (ANU), Dr Sanjaya Senanayake, mengatakan dengan hanya 70 negara yang melaksanakan vaksinasi COVID-19, maka herd immunity atau kekebalan kelompok di seluruh dunia akan sulit terbentuk.


Lebih lanjut, kata Senanayake, mungkin butuh waktu lebih dari 6 tahun untuk dunia bisa mengatasi COVID-19.


"Pada tingkat vaksinasi saat ini, diperkirakan kita tidak akan mencapai cakupan global 75 persen dengan vaksin selama sekitar 6 tahun," kata Senanayake, dikutip dari Daily Star.


"Bukan 1 atau 2 tahun, tapi 6 tahun." lanjutnya.


Senanayake pun memperingatkan bahwa situasi pandemi ini tidak akan terselesaikan sampai virus Corona benar-benar dihilangkan atau setidaknya dikendalikan di setiap bagian dunia. Terlebih virus ini terus mengalami mutasi yang bisa saja membahayakan umat manusia.


Menyinggung pemerintah Australia yang tengah menyelesaikan produksi vaksin Corona AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis di Melbourne, Senanayake mengatakan bahwa negaranya tidak akan mendapat manfaat penuh dari pelaksanaan vaksinasi jika masih banyak negara lain yang belum melaksanakannya, karena kekurangan pasokan vaksin.


"Jika kita melanjutkan vaksinasi ini, sementara di bagian lain dunia infeksi (COVID-19) masih terus tidak terkendali, maka kita akan melihat mutasi (virus Corona) yang jauh lebih jahat akan muncul, yang mungkin berdampak pada kemanjuran vaksin," jelasnya.


"Oleh karena itu, jika Anda percaya pada nasionalisme vaksin... Anda juga harus merangkul altruisme (kesejahteraan orang lain) dan memastikan vaksin diberikan dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu ke negara berkembang," tuturnya.

https://kamumovie28.com/movies/perfect-proposal/