Senin, 28 Desember 2020

Viral Video Anak Gajah Hidup Lagi Usai Tertabrak Motor

 Beredar video viral tentang bayi gajah yang tertabrak motor, lalu bisa hidup lagi. Begini ceritanya...

Sudah 26 tahun menjadi petugas penyelamat, Mana Srivate di Thailand pun telah melakukan banyak upaya resusitasi, tetapi tidak satu pun dari upaya tersebut dilakukan untuk seekor gajah.


Kali ini berbeda. Pertama kalinya, Mana terpanggil saat tidak bertugas dalam perjalanan darat pada Minggu malam untuk beraksi menolong seekor bayi gajah. Bayi gajah itu tertabrak sepeda motor saat menyeberang jalan dengan sekelompok hewan berkulit tebal itu lainnya di provinsi timur Chanthaburi.


Seseorang merekam usahanya untuk menjaga hewan itu tetap hidup. Dalam video yang menjadi viral di Thailand, Mana terlihat memberikan kompresi dua tangan kepada gajah kecil yang berbaring miring sementara rekannya berjarak beberapa meter merawat seorang pengendara sepeda motor yang linglung dan terluka di tanah.


Dikutip dari Bored Panda, video ini viral dan mendapatkan apresiasi dari banyak orang. Pujian terlontar dari netizen karena kebaikan hati Mana. Mana melakukan pertolongan berdasarkan logika ilmiah mengenai anatomi tubuh terkait dengan posisi jantung pada gajah.


"Aku berasumsi di mana letak jantung gajah berdasarkan teori manusia dan video yang aku lihat secara online," katanya kepada Reuters.


"Itu instingku untuk menyelamatkan nyawa, tapi aku khawatir sepanjang waktu karena aku bisa mendengar ibu dan gajah lain memanggil sang bayi," sambungnya.


Mana mengaku sangat terharu begitu melihat bayi gajah itu bereaksi usai diberikan cardiopulmonary resuscitation (CPR). Dia bahkan hampir menangis.


Bayi gajah itu berdiri setelah sekitar 10 menit dan dibawa ke lokasi lain untuk dirawat. Ia kemudian dikembalikan ke lokasi kecelakaan dengan harapan bisa dipertemukan kembali dengan ibunya. Beruntung, Mana mengatakan rombongan gajah itu segera kembali ketika ibunya mendengar bayinya memanggil.


Ini dia video penyelamatannya yang viral:

https://tendabiru21.net/movies/swimming-pool/


Pengapalan HP Samsung Selama 2020 Tak Sampai 300 Juta


 Samsung diperkirakan tak bisa menembus angka 300 juta untuk pengapalan ponselnya selama 2020, dan ini adalah pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.

Raksasa asal Korea Selatan itu diperkirakan hanya akan mengapalkan 270 juta unit ponsel selama 2020, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Senin (27/12/2020).


Pada akhir Q3 2020 lalu, Samsung mengkonfirmasi jumlah pengapalan ponselnya, yaitu 189 juta ponsel. Angka tersebut sebenarnya terbilang bagus, mengingat pandemi Corona yang berdampak pada semua hal, termasuk penjualan ponsel.


Lalu untuk 2021, mereka sudah menargetkan pengapalan sebanyak 307 juta unit ponsel selama 2021, di mana 287 juta di antaranya adalah smartphone, sementara sisanya adalah feature phone


Selain itu, Samsung pun berencana untuk memproduksi 49,8 juta unit ponsel flagship pada 2021 mendatang, termasuk seri Galaxy S21 dan ponsel layar lipat. Di mana enam juta di antaranya adalah ponsel layar lipat, baik yang sudah ada saat ini maupun yang baru diproduksi 2021 mendatang.


Lalu setengah dari enam juta ponsel layar lipat itu adalah ponsel yang harganya lebih murah dari Galaxy Z Flip 2.


Sementara untuk pertengahan kedua 2021, ponsel layar lipat Samsung yang baru diperkirakan bakal mulai menggantikan posisi seri ponsel Galaxy Note. Meski disebut menggantikan, Samsung bakal tetap merilis seri Galaxy Note.


Namun ada juga rumor yang menyebutkan kalau Samsung sebenarnya akan menggabungkan fitur dari Galaxy Note ke seri ponsel lain. Misalnya seri Galaxy S yang kebagian dukungan S Pen.


Samsung diprediksi akan meluncurkan Galaxy S21 pada bulan Januari mendatang, sedikit lebih awal dari biasanya. Sedangkan untuk nasib Galaxy Note, kita hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari Samsung.

https://tendabiru21.net/movies/five-times-two/


Minggu, 27 Desember 2020

Lansia 101 Tahun Jadi Warga Jerman Pertama yang Terima Vaksin Corona

 Jerman memulai vaksinasi COVID-19 usai memberikan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Corona Pfizer. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn sebelumnya menyebut truk pembawa vaksin Corona sedang dalam perjalanan ke panti jompo.

Dikutip dari Reuters, wanita berusia 101 tahun menjadi orang Jerman yang pertama menerima vaksin Corona pada Sabtu, sehari sebelum dimulainya secara resmi kampanye vaksinasi negara tersebut.


"Wanita ini berasal dari Halberstadt di pegunungan Harz, tinggal di panti jompo, di mana 40 warga serta 11 staf divaksinasi," MDR melaporkan.


Panti jompo berada di antrean pertama untuk menerima vaksin Corona. Pemerintah federal berencana untuk mendistribusikan lebih dari 1,3 juta dosis vaksin Corona pada otoritas kesehatan.


Disebutkan, rencananya sekitar 700 ribu per minggu mulai Januari.


"Mungkin ada beberapa kendala pada satu titik atau lainnya pada awalnya, tetapi itu cukup normal ketika proses yang rumit secara logistik dimulai," kata Spahn.


Jerman, dengan populasi 83 juta, telah membangun lebih dari 400 pusat vaksinasi, termasuk di tempat-tempat seperti bekas bandara Tegel dan Tempelhof di Berlin dan aula pameran perdagangan Hamburg.


Vaksinasi gratis dan tersedia untuk semua orang mulai pertengahan 2021, tepatnya usai kelompok prioritas diharapkan telah menyelesaikan program vaksinasi. Tidak ada kewajiban untuk diinokulasi.


Jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Jerman naik 14.455 menjadi 1.627.103, demikian data dari Institut Robert Koch untuk penyakit menular, pada Sabtu. Lebih dari 29.000 orang tewas.

https://cinemamovie28.com/movies/9-songs/


Alat Deteksi COVID-19 UGM Lewat Hembusan Napas Kantongi Izin Edar Kemenkes


Alat deteksi COVID-19 GeNose akhirnya mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI. Tes Corona besutan para ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pada tahap awal rencananya melakukan 120 tes per alat.

"Dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari," ucap Ketua tim pengembang GeNose, Prof Kuwat Triyana yang menyampaikan izin edar diterima pada Kamis (24/12/2020).


Namun, menurutnya, GeNose belum memungkinkan untuk digunakan secara pribadi. Semnatara ini akan disebar di beberapa fasilitas-fasilitas umum seperti bandara, stasiun kereta api, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit.


"Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan 3 menit termasuk pengambilan napas sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam," lanjut Kuwat.


Rencana produksi massal

Kuwat menyebut, alat tes Corona GeNose juga akan segera diproduksi massal. Harapan tim para peneliti, jika 1.000 unit nanti akan tersedia, kemungkinan ada 120 ribu orang per hari yang bisa dites.


Kemudian, jika ada 10 ribu unit, dengan target tercapai di akhir Februari 2021, Indonesia disebut-sebut mampu melakukan tes Corona per banyak hingga 1,2 juta orang per hari.

https://cinemamovie28.com/movies/antares/