Rabu, 01 Juli 2020

Aplikasi PeduliLindungi Bisa Seperti 'Surat Sehat' Bebas COVID-19

 Aplikasi PeduliLidungi saat ini dimanfaatkan untuk melacak penyebaran virus Corona di Indonesia. Tapi, ke depannya aplikasi andalan pemerintah itu bisa dimanfaatkan layaknya surat keterangan sehat bebas COVID-19.
Telkom yang merupakan aktor di balik keberadaan PeduliLindungi akan memperkaya lagi fitur-fitur di dalamnya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di era new normal saat ini.

"Nanti kita lengkapi juga dengan fitur-fitur tambahan yang akan berevolusi, sehingga nanti dengan aplikasi ini mobilitas masyarakat jadi dipermudah daripada harus bawa-bawa kayak surat bukti tes," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (30/6/2020).

Dilanjutkan Ririek, bukti tes COVID-19 yang terpampang di aplikasi PeduliLindungi bisa dimanfaatkan masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari, misalnya masuk mal atau berpergian menggunakan transportasi umum.

"Bisa nanti untuk masuk mal, menggunakan transportasi seperti pesawat dan sebagainya. Ini terus kita kembangkan," sambungnya.

Bukan hanya untuk warga lokal, bukti tes COVID-19 di PeduliLindungi itu juga dapat digunakan turis yang akan mengunjungi Indonesia.

"Termasuk tadi ada diskusi awal, bagaimana mengatur turis yang khusus datang dari luar negeri. Di perbatasan sudah kita atur, tapi nanti begitu lalu lintas turis dibuka kembali, khususnya ke 10 destinasi, maka kita akan sesuaikan," tuturnya.

"Utimate-nya adalah di satu sisi kegiatan ekonomi berjalan, tapi di sisi lain risiko penambahan COVID-19 bisa kita manage, bahkan syukur-syukur berkurang nantinya bisa berkurang. Dan, PeduliLindungi adalah salah satu aplikasi yang diharapkan membantu itu," pungkas Bos Telkom ini.

NASA Kembali Tunda Peluncuran Rover Mars karena Masalah Kontaminasi

Rover Perseverance dan helikopter Ingenuity buatan NASA sudah siap untuk terbang ke Mars. Tapi peluncuran dua wahana antariksa ini harus kembali ditunda karena masalah teknis.
Dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (30/6/2020) NASA menetapkan 22 Juli sebagai tanggal peluncuran baru untuk robot penjelajah tersebut. Ini merupakan penundaan kedua yang dialami robot Perseverance.

Awalnya, robot penjalajah Perseverance dijadwalkan meluncur pada 17 Juli, lalu ditunda menjadi 20 Juli karena masalah sistem perlengkapan. Sekarang diundur dua hari dari jadwal sebelumnya karena ada penundaan yang ditemui saat proses enkapsulasi.

"Dibutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan masalah kontaminasi di tim dukungan di Payload Hazardous Servicing Facility (PHSF) NASA," kata NASA dalam keterangannya.

NASA mengatakan robot penjelajah Perseverance dan roket Atlas V milik United Launch Alliance yang akan membawanya berada dalam kondisi baik. ULA juga berhasil melakukan gladi bersih pada 22 Juni yang mencakup pengisian bahan bakar di roket Atlas V.

Penundaan selama dua hari ini bukan masalah besar bagi NASA karena jendela waktu peluncuran masih terbuka hingga 11 Agustus. Tapi jadwal ini sangat krusial bagi NASA.

Jika NASA tidak berhasil meluncurkan Perseverance tepat waktu mereka harus menunggu hingga 2022 untuk kesempatan kedua mengingat posisi Bumi dan Mars harus saling sejajar untuk misi seperti ini.

Rover Perseverance nantinya akan meluncur menggunakan roket Atlas V dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida. NASA menargetkan waktu peluncuran akan dimulai pada pukul 06.35 waktu setempat dengan jendela peluncuran selama dua jam.

Jika semua berjalan lancar, Perseverance dan helikopter Ingenuity yang disimpan di perutnya akan tiba di Mars pada 18 Februari 2021. Sesampai di sana, dua wahana antariksa ini akan mencari tanda kehidupan di Planet Merah dan mengumpulkan sampel yang bisa dibawa kembali ke Bumi.
https://kamumovie28.com/dont-cry-mommy-2/

Selasa, 30 Juni 2020

WHO Ingatkan Kondisi Terburuk Pandemi Corona Belum Terjadi, Ini Alasannya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan pandemi Corona masih belum akan berakhir dalam waktu dekat. Kondisi terburuk dari pandemi Corona masih bisa terjadi.
Dikutip dari BBC, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan virus Corona akan menginfeksi lebih banyak orang. Terlebih saat pemerintah di setiap negara tidak melakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Tes, lacak, isolasi dan karantina," pesan Tedros.

Lebih dari 10 juta kasus telah dicatat di seluruh dunia sejak wabah Corona muncul di Wuhan, China akhir tahun lalu. Jumlah pasien yang meninggal sekarang di atas 500 ribu kasus.

Sebagian kasus dunia ada di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Virus Corona juga menyerang Asia Selatan dan Afrika, di mana diperkirakan tidak akan mencapai puncaknya hingga akhir Juli.

"Kita semua ingin ini berakhir. Kita semua ingin melanjutkan hidup kita. Tetapi kenyataan sulitnya adalah ini bahkan belum dekat untuk berakhir. Meskipun banyak negara telah membuat beberapa kemajuan. Dengan 10 juta kasus Corona saat ini dan setengah juta kematian, kecuali kita mengatasi masalah yang sudah kita identifikasi di WHO," jelas Tedros.

"Kurangnya persatuan nasional dan kurangnya solidaritas global dan dunia yang terpecah yang sebenarnya membantu virus menyebar, yang terburuk belum datang," kata Tedros.

"Aku minta maaf untuk mengatakan itu, tetapi dengan lingkungan dan kondisi seperti ini kita takut yang terburuk," lanjut Tedros.

Tedros juga mendesak lebih banyak pemerintah untuk mengikuti langkah-langkah yang dilakukan Jerman, Korea Selatan, dan Jepang. Di mana menjaga penyebaran virus Corona melalui kebijakan-kebijakan yang mencakup pengujian dan tracing yang diteliti.

Daftar Olahraga Efisien dan Sehat Sebelum Berangkat ke Kantor

Aktivitas sehari-hari seperti bekerja dan belajar harus dimulai dengan semangat. Olahraga bisa menjadi salah satu cara agar tubuh lebih sehat dan enerjik. Namun banyak orang yang enggan melakukannya dengan alasan waktu yang tidak ada.
Melansir Bustle dan beberapa sumber lain, beberapa olahraga yang sehat ini bisa dilakukan di sela-sela waktu senggang bahkan bisa dilakukan sebelum kamu berangkat kerja. Terlebih di saat New Normal ini, kamu juga harus rajin berolahraga agar tubuh tetap fit dan sehat.

Jogging Keliling Komplek

Jogging bisa jadi salah satu pilihan olahraga di pagi hari. Cukup 30 menit jogging untuk membuat tubuhmu lebih segar. Tak perlu jauh-jauh ke tempat olahraga, kamu bisa jogging keliling komplek 2 sampai 3 kali putaran.

Naik Turun Tangga

Jika kamu tinggal di rumah berlantai dua atau gedung apartemen, kamu bisa melakukan olahraga naik turun tangga. Jenis olahraga ini bagus untuk meningkatkan detak jantung dalam waktu singkat, tanpa pergi ke gym. Naik dan turun tangga juga melatih kekuatan serta otot bagian pantat.

Skipping

Olahraga ini juga tak membutuhkan effort yang besar. Hanya bermodal tali skipping dan kemauan, olahraga ini sangat mudah dilakukan. Kamu juga bisa mengajak anak-anak untuk berolahraga bersama di pagi hari. Skipping baik untuk kesehatan jantung dan bisa membantu proses pertumbuhan tinggi badan.

Stretching

Melakukan peregangan atau stretching setiap pagi bisa memperbaiki postur tubuh seseorang, meredakan nyeri otot dan persendian dan meningkatkan aliran darah ke otak. Hal ini bisa meningkatkan fokus dan energi saat mulai bekerja.

Nah, sekarang nggak ada alasan buat kamu untuk menunda olahraga, kan? Keempat olahraga di atas mampu membuat tubuh lebih segar dan siap menjalani aktivitas sehari-hari seperti bekerja di era new normal.

Selain itu, olahraga juga bisa membakar lemak dan kolesterol jahat yang mengancam kesehatan tubuh. Kolesterol bisa sangat berbahaya bagi tubuh karena merupakan salah satu faktor penyebab penyakit jantung.
https://kamumovie28.com/star/mirai-shida/